
Pasar kendaraan listrik global sedang menghadapi tekanan berat, tetapi BYD tetap memasang target agresif untuk memperluas penjualan di luar Tiongkok. Produsen asal Tiongkok itu menargetkan penjualan 1,5 juta unit di pasar internasional pada tahun ini, naik sekitar 15 persen dari proyeksi 1,3 juta unit yang sebelumnya disampaikan pada awal tahun.
Strategi ini muncul di tengah kondisi pasar yang tidak mudah. BYD menghadapi persaingan yang semakin ketat, permintaan domestik yang melemah, dan perang harga yang masih berlangsung di pasar lokal.
Target global yang lebih tinggi
Dalam briefing bersama para analis, BYD menyatakan keyakinannya untuk meraih 1,5 juta penjualan di luar Tiongkok pada tahun ini. Angka itu menunjukkan kepercayaan perusahaan bahwa pasar internasional masih bisa menjadi mesin pertumbuhan utama saat kondisi di dalam negeri mulai kehilangan momentum.
Langkah tersebut juga memperlihatkan perubahan fokus bisnis BYD. Jika pasar domestik tidak lagi memberi ruang tumbuh sebesar sebelumnya, ekspansi luar negeri menjadi jalur yang lebih penting untuk menjaga laju penjualan dan memperkuat posisi global.
Laba tertekan, ekspansi tetap jalan
Di sisi lain, kinerja keuangan BYD belum sepenuhnya mendukung optimisme itu. Perusahaan melaporkan penurunan laba bersih yang lebih besar dari perkiraan, yakni turun 38 persen untuk kuartal keempat dan turun 19 persen sepanjang tahun.
Tekanan itu banyak dipengaruhi oleh kompetisi yang makin sengit dan harga jual yang tertekan di pasar lokal. Kondisi tersebut membuat BYD harus mencari penopang pertumbuhan dari wilayah lain yang masih punya ruang ekspansi lebih luas.
Ekspor jadi penyangga utama
Penjualan luar negeri kini menjadi salah satu penopang terpenting bagi BYD. Sepanjang tahun lalu, penjualan internasional perusahaan itu naik lebih dari dua kali lipat hingga mendekati 1,1 juta unit dan menyumbang 22,7 persen dari total bisnis.
Performa awal tahun ini juga terlihat kuat. BYD disebut mencatat kenaikan sekitar 50 persen dalam dua bulan pertama, sinyal bahwa permintaan di sejumlah pasar masih cukup positif terhadap lini kendaraan listrik dan plug-in hybrid mereka.
Langkah ekspansi BYD di pasar luar Tiongkok
Berikut sejumlah langkah yang menjadi bagian dari strategi ekspansi BYD:
- Memperkuat distribusi di pasar internasional.
- Meningkatkan produksi di luar Tiongkok.
- Memulai pabrik di Hongaria dan Turki.
- Mempertimbangkan lini perakitan ketiga di Eropa.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar penjualan jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas produksi yang lebih dekat dengan pasar tujuan. Strategi ini bisa membantu perusahaan menekan biaya logistik, mempercepat pengiriman, dan menyesuaikan diri dengan hambatan dagang di beberapa kawasan.
Eropa jadi fokus penting
Eropa menjadi salah satu kawasan yang paling diperhatikan BYD. Rencana memulai produksi di Hongaria dan Turki memberi sinyal bahwa perusahaan ingin memperbesar kehadiran manufaktur di wilayah yang selama ini menjadi pasar penting untuk kendaraan listrik.
Jika ekspansi ini berjalan sesuai rencana, BYD berpeluang memperkuat daya saing terhadap merek global lain yang juga berlomba memperluas jejak produksi di Eropa. Namun, tantangan regulasi, biaya investasi, dan persaingan harga tetap bisa memengaruhi kecepatan realisasi strategi tersebut.
Di tengah pasar global yang penuh tantangan, BYD kini mengandalkan kombinasi ekspor, perluasan kapasitas produksi, dan pertumbuhan di kawasan internasional untuk menjaga laju bisnisnya tetap kompetitif. Target 1,5 juta unit di luar Tiongkok menjadi ujian penting bagi kemampuan perusahaan mempertahankan momentum di luar pasar domestik yang sedang menurun.









