Rest area KM 97 menjadi salah satu titik singgah paling dikenal di Tol Cipularang arah Jakarta. Lokasinya berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sekitar 7 km dari Gerbang Tol dan Simpang Susun Jatiluhur, sehingga kerap dipilih pengendara untuk beristirahat setelah melintasi jalur pegunungan yang naik-turun.
Tol Cipularang menghubungkan Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang, lalu beroperasi penuh sejak 2005. Karakter jalan yang berkelok dan bertopografi pegunungan membuat pengemudi lebih mudah lelah, sehingga keberadaan rest area tipe A seperti KM 97 menjadi penting untuk kebutuhan istirahat, pengisian bahan bakar, hingga pemulihan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Lokasi dan karakter rest area
Rest area KM 97 berada di ruas strategis Tol Cipularang dan mengarah ke Jakarta. Titik ini juga dikenal ramai pada akhir pekan dan masa libur karena menjadi pilihan singgah bagi kendaraan pribadi, keluarga, dan pelaku perjalanan antarkota.
Sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan atau TIP tipe A, area ini memiliki lahan lebih luas dibanding tipe di bawahnya. Status tersebut umumnya berkaitan dengan fasilitas yang lebih lengkap, termasuk kebutuhan dasar pengendara, penumpang, dan kendaraan.
Fasilitas utama yang tersedia
Beragam fasilitas yang ada di rest area KM 97 membuatnya masuk kategori persinggahan lengkap di Tol Cipularang. Berikut daftar fasilitas yang bisa ditemukan di lokasi ini.
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| SPBU | Tersedia stasiun pengisian bahan bakar untuk berbagai jenis kendaraan |
| Tempat makan | Ada restoran waralaba, kedai mandiri, dan kuliner khas Sunda |
| Parkir luas | Memudahkan kendaraan besar maupun kecil untuk berhenti |
| Toilet | Menunjang kebutuhan dasar pengunjung |
| Minimarket | Cocok untuk membeli kebutuhan perjalanan |
| Area bermain anak | Menjadi ruang singgah keluarga saat berhenti sejenak |
| Area terbuka hijau | Dipakai untuk bersantai dan melepas lelah |
| Masjid Al-Miraj | Tempat ibadah dengan fasilitas penunjang yang memadai |
SPBU menjadi salah satu fasilitas yang paling dicari di rest area tipe A. Keberadaan bahan bakar di titik ini membantu pengendara mengatur ulang perjalanan tanpa harus keluar dari jalur tol.
Pilihan kuliner yang beragam
Rest area KM 97 juga populer karena opsi makanannya cukup variatif. Selain deretan restoran waralaba, terdapat pula kedai mandiri yang menjadi pilihan banyak pengunjung karena suasananya lebih santai dan menunya dianggap terjangkau.
Pengunjung bisa menemukan kuliner khas Sunda yang identik dengan wilayah Bandung dan sekitarnya. Beberapa menu yang disebut tersedia antara lain batagor, soto sadang, bubur kacang, peuyeum, hingga bakso yang kerap menjadi favorit karena cocok disantap saat singgah di perjalanan.
Bangunan masjid yang menjadi penanda
Salah satu ciri paling menonjol di rest area KM 97 adalah Masjid Al-Miraj yang berada di bagian utara area. Bangunan ini memakai gaya arsitektur Timur Tengah dan didesain agar selaras dengan udara sejuk khas kawasan pegunungan.
Masjid tersebut juga dilengkapi perlengkapan ibadah seperti mukena dan sajadah, sehingga memudahkan pengguna jalan yang ingin salat. Dalam informasi referensi, Masjid Al-Miraj juga digunakan untuk salat Jumat, yang menambah fungsi religiusnya bagi pengendara yang melintas di Tol Cipularang.
Area hijau yang memberi ruang istirahat
Selain fasilitas layanan, rest area KM 97 menawarkan suasana yang lebih nyaman berkat lingkungan sekitarnya yang masih hijau. Pepohonan dan udara yang relatif sejuk membuat titik ini terasa lebih rileks dibanding rest area yang berada di area padat.
Area terbuka hijau dan bangku taman memberi kesempatan bagi pengunjung untuk duduk sejenak, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Kondisi ini membuat rest area KM 97 tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah singkat, tetapi juga sebagai ruang pemulihan tenaga sebelum kembali ke perjalanan panjang di ruas Tol Cipularang.
Source: auto2000.co.id