
Denza kembali menarik perhatian pasar MPV listrik premium setelah D9 mendapat penyegaran besar dan mengusung Blade Battery generasi terbaru. Perubahan ini membuat model andalan BYD Group tersebut bukan hanya tampil lebih segar, tetapi juga menawarkan efisiensi pengisian daya yang jauh lebih cepat.
Pembaruan pada D9 datang bersama penyegaran desain dan peningkatan teknologi, baik untuk varian PHEV maupun BEV. Di sisi lain, kehadiran baterai baru dan fitur bantuan berkendara canggih membuat posisi D9 semakin kuat di segmen mobil keluarga mewah berbasis elektrifikasi.
Penyegaran Desain dan Varian yang Tetap Jadi Andalan
Denza D9 masih diposisikan sebagai model utama di pasar mobil mewah. Karena itu, penyegarannya dilakukan tanpa mengubah karakter besar yang sudah dikenal, tetapi cukup untuk memberi kesan lebih modern dan premium.
Bagian depan kini memakai grille dengan tampilan tiga dimensi yang lebih tegas. Secara visual, ubahan ini membuat D9 terlihat lebih elegan dan memberi identitas baru tanpa meninggalkan bentuk dasar yang sudah familiar.
Untuk varian PHEV, Denza masih mempertahankan kombinasi mesin bensin 1.500 cc turbo dan dua motor listrik. Konfigurasi ini diklaim mampu membawa mobil menempuh jarak hingga 400 km menurut data yang disebut dalam referensi.
Blade Battery Generasi Kedua Jadi Sorotan Utama
Poin paling penting dari pembaruan ini ada pada sektor baterai. Denza D9 kini memakai Blade Battery 2.0, atau baterai generasi kedua yang sebelumnya lebih dulu hadir pada BYD Song Ultra EV.
Baterai ini menjadi perhatian karena kemampuan pengisian dayanya sangat cepat. Dari 10 persen ke 70 persen, pengisian diklaim hanya butuh 5 menit, sedangkan dari 10 persen ke 97 persen cukup 9 menit dalam kondisi suhu ruangan normal.
Dalam kondisi cuaca dingin, waktu pengisian memang sedikit lebih lama. Namun selisihnya disebut hanya sekitar 3 menit dari pengisian biasa, sehingga efisiensinya tetap terlihat kompetitif untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Performa BEV Tembus 800 km
Selain varian plug-in hybrid, Denza juga memberi pembaruan untuk D9 BEV. Varian listrik penuh ini dibekali motor listrik 340 kW, sementara pada versi AWD terdapat tambahan motor listrik belakang 70 kW.
Kombinasi tersebut memungkinkan jarak tempuh yang sangat besar. Berdasarkan data yang disebutkan, D9 BEV mampu melaju hingga 780 km hingga 800 km, tergantung konfigurasi yang digunakan.
Berikut ringkasan spesifikasi penting yang disebut dalam pembaruan D9:
- Varian PHEV: mesin 1.500 cc turbo + dua motor listrik.
- Jarak tempuh PHEV: sekitar 400 km.
- Varian BEV: motor listrik 340 kW.
- Versi AWD: motor belakang tambahan 70 kW.
- Jarak tempuh BEV: 780 km sampai 800 km.
- Baterai: Blade Battery generasi kedua.
- Pengisian daya: 10 persen ke 70 persen dalam 5 menit.
God’s Eye 5.0 Menambah Nilai Teknologi
Denza juga menyematkan God’s Eye 5.0, yaitu fitur bantuan pengemudi terbaru dari BYD. Teknologi ini disebut mampu mendukung kemampuan berkendara otonom di jalan tol, sehingga meningkatkan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna.
Meski demikian, pada pembaruan ini dimensi mobil dikabarkan tidak berubah. Interior dan fitur lain juga diduga tetap dipertahankan, sehingga fokus utama penyegaran berada pada desain depan, teknologi baterai, dan sistem bantuan berkendara.
Peluang Masuk ke Pasar Indonesia
Di Indonesia, D9 berpotensi mendapat penyegaran serupa, tetapi kemungkinan belum termasuk fitur God’s Eye. Hal itu karena fitur tersebut saat ini masih tersedia pada model BYD dan Denza yang dipasarkan di China, sehingga butuh penyesuaian sebelum hadir dalam format global.
Jika pembaruan ini benar masuk ke pasar lebih luas, D9 bisa semakin menarik bagi konsumen yang mencari MPV premium listrik dengan jarak tempuh panjang, pengisian cepat, dan teknologi berkendara yang lebih maju. Segmen ini memang membutuhkan kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan citra mewah, dan Denza D9 kini punya modal yang lebih kuat untuk bersaing.









