Kia selama ini dikenal lewat hatchback, sedan, SUV, dan kendaraan listrik yang menyasar pasar luas. Namun, merek asal Korea Selatan itu hampir tidak pernah benar-benar masuk ke ranah sports car murni, yakni mobil rendah, ringan, dan dua tempat duduk yang dirancang untuk sensasi berkendara lebih dari sekadar kecepatan lurus.
Ada satu pengecualian yang menarik perhatian karena Kia benar-benar menjual mobil yang mendekati definisi itu, meski hanya di pasar tertentu. Mobil tersebut adalah Kia Elan, yang di Jepang dipasarkan dengan nama Vigato, sebuah roadster hasil kelanjutan dari Lotus Elan M100 yang kini kembali muncul dalam daftar lelang dengan jarak tempuh sangat rendah.
Jejak singkat Kia di dunia sports car
Kia memang punya sejarah panjang di banyak segmen, tetapi bukan di sports car sejati. Pabrikan ini lebih sering membangun mobil praktis untuk penggunaan harian, bukan roadster dua kursi yang mengutamakan bobot ringan, posisi duduk rendah, dan karakter pengendalian tajam.
Kondisi itu membuat Kia Elan atau Vigato terasa seperti anomali dalam sejarah merek tersebut. Mobil ini bukan sekadar model sporty dengan tenaga besar, melainkan proyek yang benar-benar membawa DNA Lotus ke dalam paket buatan Kia.
Kisah di balik Kia Elan dan Vigato
Setelah Lotus menghentikan produksi Elan, Kia membeli tooling M100 dan melanjutkan model itu. Di pasar domestik Korea Selatan, mobil tersebut dijual sebagai Kia Elan, sementara di Jepang namanya berubah menjadi Vigato.
Langkah itu membuat Kia sempat memiliki mobil yang paling dekat dengan sports car murni dalam sejarahnya. Meski begitu, model ini tetap tidak menjadi produk arus utama dan tidak membentuk identitas performa Kia seperti halnya mobil sport dari merek lain.
Spesifikasi yang membuatnya unik
Mobil yang sedang dilelang itu tampil dengan warna putih dan atap kanvas hitam. Unit ini memakai pelek OZ Racing 16 inci, ban Yokohama, lampu utama pop-up, spoiler belakang kecil, serta satu knalpot tunggal.
Berikut ringkasan data pentingnya:
| Item | Data |
|---|---|
| Nama model | Kia Elan / Vigato |
| Basis model | Lotus Elan M100 |
| Mesin | 1.8 liter DOHC empat silinder naturally aspirated |
| Tenaga | 151 hp |
| Transmisi | Manual lima percepatan |
| Penggerak | Roda depan |
| Jarak tempuh | 53.000 km atau sekitar 33.000 mil |
| Harga bid saat artikel sumber dibuat | $7.100 |
Kabin mobil ini juga mempertahankan nuansa lawas yang khas era 1990-an. Interiornya memakai jok hitam dengan sisipan kain warna-warni, head unit bermerek Mitsubishi, dan setir aftermarket berbingkai kayu dengan tombol klakson MOMO.
Mengapa mobil ini tidak mengikuti pakem Lotus
Secara teknis, Vigato masih membawa suspensi double-wishbone Lotus di keempat roda. Namun, satu detail besar membuatnya berbeda dari sports car Lotus pada umumnya, yaitu penggerak roda depan.
Itu berarti karakter mobil ini tidak sepenuhnya mengikuti resep tradisional sports car yang biasanya mengandalkan distribusi bobot dan penggerak belakang untuk rasa berkendara lebih murni. Kombinasi inilah yang ikut menjelaskan mengapa model ini tidak pernah benar-benar populer di kalangan penggemar Lotus.
Kenapa sekarang menarik perhatian kolektor
Mobil ini menarik bukan karena performanya yang ekstrem, melainkan karena ceritanya yang langka. Sebagai roadster buatan Kia dengan akar Lotus, Vigato menawarkan nilai historis yang sulit disamai oleh model Kia lain.
Unit yang dilelang ini juga punya daya tarik tambahan karena kondisinya masih sangat rendah jarak tempuh untuk mobil berusia hampir tiga dekade. Dengan odometer 53.000 km, mobil ini berada di kategori koleksi yang masih layak dipamerkan di ajang komunitas atau pertemuan pecinta mobil unik.
Di pasar kolektor, mobil seperti ini biasanya dicari bukan hanya karena angka tenaga, tetapi karena keanehan yang sahih dan asal-usulnya yang jelas. Dalam kasus Kia Vigato, gabungan antara badge Korea, basis Lotus, dan statusnya yang hanya dijual di pasar tertentu membuatnya menjadi salah satu mobil paling tidak biasa yang pernah membawa nama Kia.
Source: www.carscoops.com