Harga BBM Masih Tahan Di April, Pertamina Shell BP Vivo Kompak Belum Berubah

Harga BBM di sejumlah SPBU besar pada 7 April masih belum berubah. Pertamina, Shell, BP, dan Vivo sama-sama mempertahankan harga yang mengacu pada penyesuaian awal Maret, sehingga konsumen belum melihat pembaruan baru pada awal April.

Kondisi ini memberi kepastian jangka pendek bagi pengguna kendaraan yang rutin memantau biaya perjalanan harian. Meski demikian, harga BBM tetap berpotensi bergerak lagi karena evaluasi pemerintah dan badan usaha masih berjalan mengikuti dinamika pasar energi global.

Pertamina masih stabil di banyak wilayah

PT Pertamina belum mengubah harga BBM non-subsidi sejak penyesuaian awal Maret. Dalam periode itu, kenaikan tercatat berada di kisaran Rp200 hingga Rp950 per liter, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.

Di wilayah Jawa, harga yang berlaku hingga hari ini masih sama, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Jika melihat sebaran nasional, pola harga Pertamina juga relatif seragam meski ada perbedaan antardaerah. Pada beberapa wilayah, Pertamax bisa berada di Rp12.600 atau Rp12.900 per liter, sementara Dex Series juga menyesuaikan lokasi, seperti Rp14.500 hingga Rp15.100 per liter.

Daftar harga BBM Pertamina wilayah Jawa

  1. Pertalite: Rp10.000 per liter
  2. Biosolar: Rp6.800 per liter
  3. Pertamax: Rp12.300 per liter
  4. Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
  5. Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  6. Dexlite: Rp14.200 per liter
  7. Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

Shell, BP, dan Vivo belum lakukan perubahan baru

Shell Indonesia juga masih memegang harga hasil penyesuaian awal Maret. Saat ini, Shell Super dijual Rp12.390 per liter, Shell V-Power Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter.

BP-AKR mencatat harga yang nyaris sejalan di kelas bensin RON 92 dan RON 95. BP 92 berada di Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.

Vivo Energy Indonesia ikut mempertahankan harga yang sama sejak awal Maret. Revvo 92 dipatok Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Plus Rp14.610 per liter.

Perbandingan harga BBM non-subsidi hari ini

Badan usaha Produk Harga
Pertamina Pertamax Rp12.300
Shell Shell Super Rp12.390
BP BP 92 Rp12.390
Vivo Revvo 92 Rp12.390
Pertamina Pertamax Turbo Rp13.100
Shell V-Power Nitro+ Rp12.720
BP Ultimate Diesel Rp14.620
Vivo Diesel Primus Plus Rp14.610

Perbandingan itu menunjukkan selisih harga yang tipis di kelas bensin RON 92 dan 95. Pada produk diesel, harga juga bergerak berdekatan, sehingga pemilihan SPBU sering bergantung pada lokasi, ketersediaan stok, dan kebutuhan kendaraan.

Mengapa harga belum berubah?

Pemerintah menyebut stabilitas harga masih perlu dijaga agar tidak menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan minyak dunia belum langsung diteruskan ke harga domestik, sehingga badan usaha masih mempertahankan tarif yang sudah berlaku sejak awal Maret.

Langkah ini biasanya memberi ruang bagi pasar ritel BBM untuk menunggu arah harga minyak mentah dan nilai tukar. Selama faktor-faktor itu belum berubah signifikan, harga di SPBU besar cenderung bergerak lebih lambat dibanding pasar internasional.

Harga Pertamina di beberapa wilayah juga tetap konsisten

Di Jawa dan Bali, harga Pertamax masih berada di Rp12.300 per liter dan Pertalite di Rp10.000 per liter. Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax tercatat Rp12.900 per liter dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter.

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertamax juga berada di Rp12.900 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp15.100 per liter. Sementara itu, di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Dexlite Rp14.500 per liter.

Bagi konsumen, informasi harga ini penting karena pembaruan bisa berbeda antarwilayah meski satu merek SPBU sama. Karena itu, pengecekan melalui kanal resmi masing-masing badan usaha tetap menjadi cara paling aman sebelum mengisi bahan bakar.

Exit mobile version