Kia Tarik 381 EV5 Di China, Layar Hijau Saat Sein Bisa Picu Bahaya!

Kia menarik kembali 381 unit EV5 di pasar China setelah menemukan masalah pada tampilan panel instrumen yang bisa menimbulkan risiko keselamatan. Produsen asal Korea Selatan itu akan memperbaiki gangguan tersebut melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air atau OTA.

Penarikan ini berlaku untuk EV5 yang diproduksi antara 15 Agustus 2025 hingga 24 Oktober 2025. Informasi itu disampaikan dalam pemberitahuan di situs Administration for Market Regulation China, yang menyebut adanya sinyal abnormal dari power management integrated circuit di dalam instrument controller.

Masalah pada panel instrumen

Gangguan itu dapat membuat tampilan pada panel instrumen menjadi lambat merespons. Saat lampu sein digunakan, antarmuka sisi belakang layar instrumen juga bisa mengalami glitch seperti layar hijau.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pengemudi saat membaca informasi kendaraan secara real time. Dalam konteks keselamatan berkendara, gangguan kecil pada layar bisa berdampak pada konsentrasi dan respons pengemudi di jalan.

Langkah perbaikan Kia

Kia mengatakan unit usaha patungannya di China akan menyediakan pembaruan perangkat lunak gratis untuk kendaraan yang terdampak. Proses ini akan dilakukan lewat OTA untuk unit yang masih bisa menerima update jarak jauh.

Untuk kendaraan yang tidak bisa diperbarui melalui OTA, Kia akan menghubungi pemilik melalui dealer resmi. Perangkat lunak akan diperbaiki lewat prosedur recall agar risiko keselamatan dapat dihilangkan.

  1. Kendaraan terdampak: Kia EV5
  2. Jumlah unit: 381 unit
  3. Periode produksi: 15 Agustus 2025 sampai 24 Oktober 2025
  4. Solusi: pembaruan software OTA atau perbaikan melalui dealer
  5. Risiko utama: lag pada tampilan panel dan layar hijau saat sein diaktifkan

Posisi EV5 di pasar China

EV5 menjadi SUV listrik murni pertama Kia yang debut di China untuk pasar global. Model ini diluncurkan pada November 2023 dan dibanderol mulai 149.800 yuan, atau sekitar $21.800, di China.

Namun, penjualan model ini di pasar lokal belum kuat. Mengacu pada laporan media lokal, total penjualan kumulatif Kia EV5 di China sepanjang 2025 hanya mencapai 572 unit.

Tekanan di pasar otomotif China

Kasus recall ini muncul di tengah kompetisi yang sangat ketat di pasar mobil listrik China. Merek-merek asal Korea Selatan, termasuk Kia, disebut semakin tersisih di tengah dominasi produsen lokal yang agresif dalam harga, teknologi, dan kecepatan pembaruan produk.

Situasi itu membuat isu kualitas dan pengalaman pengguna menjadi semakin penting bagi produsen asing. Gangguan pada layar instrumen mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi kendaraan listrik modern, sistem tampilan digital menjadi bagian vital dari informasi berkendara.

Apa arti recall ini bagi pemilik EV5

Pemilik EV5 terdampak perlu memperhatikan notifikasi resmi dari dealer atau saluran layanan Kia. Proses pembaruan software biasanya bisa selesai lebih cepat dibanding perbaikan perangkat keras, terutama jika kendala bisa ditangani lewat OTA.

Meski jumlah unit yang terdampak relatif kecil, recall tetap menunjukkan bahwa pabrikan harus menjaga akurasi sistem digital di kendaraan listrik. Pada mobil modern, layar instrumen bukan lagi sekadar panel informasi, tetapi bagian dari sistem keselamatan aktif yang harus bekerja stabil di setiap kondisi penggunaan.

Kia belum mengumumkan ada korban atau insiden kecelakaan terkait masalah ini, tetapi langkah penarikan tetap dilakukan sebagai pencegahan. Dengan pembaruan software yang segera digulirkan, fokus utama kini berada pada memastikan seluruh unit terdampak kembali bekerja normal tanpa mengganggu tampilan kepada pengemudi.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version