Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Cina kembali merembet ke industri otomotif, terutama pada mobil listrik. Sejumlah pejabat dan senator di Negeri Paman Sam kini makin vokal menolak kehadiran produsen kendaraan listrik asal Cina di pasar domestik.
Sikap keras itu muncul di tengah diskusi soal peluang investasi manufaktur dari merek-merek besar Cina. Di satu sisi, Washington masih membuka pintu untuk investasi asing, tetapi di sisi lain juga memperketat batas masuk bagi teknologi dan kendaraan yang dinilai berisiko terhadap kepentingan nasional.
Penolakan yang Makin Terbuka
Senator Partai Republik Bernei Moreno menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberi ruang bagi produsen mobil Cina untuk masuk ke pasar mereka. Pernyataan itu ia sampaikan dengan merujuk pada pendekatan keras yang sebelumnya juga diterapkan terhadap Huawei di sektor telekomunikasi.
“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke sistem telekomunikasi kami. Kita juga tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini,” kata Moreno, dikutip Reuters. Ia juga menyebut akan mendorong larangan yang lebih luas, termasuk pada perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan dengan perusahaan otomotif dari Cina.
Moreno bahkan menyiapkan langkah legislasi baru. Ia berencana mengajukan rancangan undang-undang pada bulan depan untuk memperketat pembatasan terhadap mobil listrik Cina.
Cakupan Larangan Tidak Hanya Impor
Rancangan aturan yang disiapkan itu disebut tidak berhenti pada larangan impor. Kebijakan tersebut juga berpotensi mencakup kerja sama teknologi, ekosistem perangkat lunak, hingga kolaborasi bisnis dengan perusahaan otomotif asal Negeri Tirai Bambu.
Langkah ini mencerminkan arah baru kebijakan Amerika Serikat yang ingin menutup semua celah masuk bagi kendaraan listrik Cina. Pemerintah dan sejumlah politisi tampak ingin memastikan bahwa risiko dari sisi keamanan data, kontrol teknologi, dan ketergantungan pasokan tidak berkembang di pasar otomotif mereka.
Berikut poin utama sikap yang disorot dari kubu Amerika Serikat:
- Menolak mobil listrik Cina masuk ke pasar domestik.
- Membatasi kerja sama perangkat keras dan perangkat lunak.
- Mendorong larangan yang lebih luas lewat rancangan undang-undang.
- Mengajak negara lain mengikuti standar pembatasan yang sama.
- Menjaga sektor otomotif dari risiko keamanan nasional dan ekonomi.
Trump Sempat Buka Pintu Investasi
Di sisi lain, Donald Trump sempat memberi sinyal yang lebih lunak terhadap pabrikan otomotif Cina. Ia mengatakan akan menyambut perusahaan seperti BYD, Geely, Wuling, hingga Aion jika mereka mau berinvestasi dan membangun pabrik di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda, teman-teman, serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu,” ujar Trump. Pernyataan itu sempat memunculkan peluang bagi produsen mobil Cina untuk memperluas pijakan bisnis di pasar Amerika.
Namun, sinyal terbuka itu tetap dibarengi syarat. Seorang pejabat Gedung Putih menjelaskan bahwa pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur, asalkan keamanan nasional dan kondisi ekonomi tidak terganggu. Artinya, peluang investasi belum tentu berarti akses pasar yang bebas.
Pertarungan Pasar dan Teknologi
Kondisi ini menunjukkan bahwa isu mobil listrik tidak lagi sekadar soal perdagangan. Persaingan kini bergeser ke arena teknologi, rantai pasok, dan pengaruh industri strategis, sehingga kendaraan listrik Cina ikut terseret ke dalam rivalitas yang lebih besar.
Bagi Beijing, pasar Amerika Serikat jelas sangat menarik karena bernilai besar dan bisa memperkuat ekspansi global merek-merek seperti BYD dan Aion. Namun bagi Washington, pembatasan dianggap perlu agar industri dalam negeri tetap terlindungi dari dominasi teknologi asing yang dipandang dapat menimbulkan risiko jangka panjang.
Moreno menegaskan bahwa Amerika Serikat ingin mencegah masuknya mobil buatan Cina secara total. Ia juga berharap negara lain, termasuk Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa, mengadopsi pendekatan serupa, yang menandakan bahwa tekanan terhadap mobil listrik Cina berpotensi meluas ke luar wilayah Amerika.
Source: otomotif.katadata.co.id