
Pasar SUV listrik di Indonesia menunjukkan pergeseran besar pada awal tahun ini. Data wholesales dari Gaikindo untuk periode Januari hingga Februari 2026 memperlihatkan bahwa kompetisi tidak lagi hanya ditentukan oleh merek mapan, melainkan juga oleh pemain baru yang menawarkan harga agresif dan fitur yang relevan.
Sorotan utama datang dari Jaecoo J5 EV yang langsung melesat ke posisi atas. Model ini membukukan 4.868 unit dan menempati posisi kedua, hanya di bawah BYD Atto 1 yang mengoleksi 7.061 unit.
Merek China Kian Menguasai Peta Persaingan
Dominasi merek asal China terlihat semakin kuat di segmen SUV listrik. Selain BYD, nama seperti Jaecoo, Geely, dan Aion juga masuk jajaran model terlaris, menandakan konsumen mulai lebih terbuka terhadap merek baru yang menawarkan nilai lebih.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa pasar Indonesia kini merespons produk dengan harga kompetitif, fitur melimpah, dan distribusi yang cepat. Dalam kondisi seperti itu, strategi peluncuran yang agresif menjadi kunci agar model baru cepat dikenal dan diterima pasar.
Daftar SUV Listrik Terlaris
Berikut daftar SUV listrik terlaris berdasarkan distribusi wholesales Gaikindo pada periode Januari hingga Februari 2026:
- BYD Atto 1 — 7.061 unit
- Jaecoo J5 EV — 4.868 unit
- Geely EX2 — 1.199 unit
- BYD Sealion 7 — 956 unit
- Aion UT — 673 unit
- Aion V — 546 unit
- Geely EX5 — 481 unit
- Hyundai Kona Electric — 244 unit
- Chery J6T — 239 unit
- MG 4 EV — 190 unit
Di deretan berikutnya, sejumlah model lain juga mencatat angka penjualan yang cukup beragam, meski masih jauh di bawah pemimpin pasar. Data ini memperlihatkan bahwa pasar SUV listrik masih sangat terkonsentrasi pada beberapa model utama.
Jaecoo J5 EV Jadi Sorotan di Tengah Persaingan Ketat
Keberhasilan Jaecoo J5 EV mencuri perhatian karena model ini tergolong pendatang baru. Dalam waktu singkat, model tersebut mampu menembus papan atas dan menyaingi nama yang sudah lebih dulu dikenal di segmen kendaraan listrik.
Pencapaian itu sejalan dengan perubahan perilaku konsumen yang makin rasional. Pembeli kini cenderung menilai desain modern, teknologi terbaru, harga masuk akal, dan value for money sebagai faktor utama sebelum memilih mobil listrik.
Jaecoo J5 EV juga menguatkan tren bahwa loyalitas pada merek tertentu mulai diuji oleh penawaran produk baru yang lebih menarik. Jika sebuah model mampu memberi kombinasi harga dan fitur yang tepat, peluangnya untuk menanjak sangat terbuka.
Mengapa SUV Listrik Makin Dicari
SUV listrik terus menarik minat karena karakter bodinya dinilai cocok untuk kebutuhan harian di Indonesia. Ground clearance yang tinggi dan kabin yang lapang membuatnya fleksibel di berbagai kondisi jalan.
Selain faktor kenyamanan, biaya operasional juga menjadi alasan penting. Mobil listrik menawarkan efisiensi penggunaan energi yang lebih baik dibandingkan mobil berbahan bakar minyak, sehingga menarik bagi pembeli yang mempertimbangkan biaya jangka panjang.
Dukungan kebijakan pemerintah ikut mendorong pasar ini. Insentif pajak dan arah elektrifikasi nasional membuat produsen lebih berani memperkenalkan model baru, sementara infrastruktur pengisian daya juga terus bertambah.
Peta Persaingan Masih Akan Bergerak
Persaingan SUV listrik diperkirakan masih akan berubah cukup cepat karena banyak merek bersiap masuk dengan produk baru. Jika tren harga kompetitif dan fitur lengkap terus berlanjut, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan di segmen ini.
Dengan kondisi pasar seperti sekarang, Jaecoo J5 EV sudah berhasil mengambil posisi strategis sebagai salah satu model paling diperhatikan. Sementara itu, BYD tetap memimpin lewat Atto 1, dan merek lain seperti Geely, Aion, Hyundai, Chery, serta MG masih bersaing untuk mempertahankan daya tarik di pasar SUV listrik nasional.









