5 Mobil Listrik Bekas Kuat di Tanjakan, Harga Sudah Menyentuh Level Daihatsu Ayla Seken

Mobil listrik bekas kini makin sering dilirik karena harganya mulai turun ke level yang lebih masuk akal. Di pasar mobil bekas, beberapa model bahkan sudah berada di rentang harga yang tidak terlalu jauh dari Daihatsu Ayla seken, terutama untuk unit city car listrik.

Bagi banyak pembeli, kemampuan menanjak menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum beralih ke kendaraan listrik. Dalam aspek ini, mobil listrik punya keunggulan alami karena motor listrik dapat mengalirkan torsi instan sejak pedal akselerator diinjak.

Menurut data yang tercantum dalam artikel referensi Suara.com, ada lima mobil listrik bekas yang dinilai kuat di tanjakan dan layak dipertimbangkan. Karakter tenaga spontan, fitur hill hold, serta kontrol traksi menjadi kombinasi penting yang mendukung performa di jalan menanjak.

Mengapa mobil listrik umumnya kuat di tanjakan?

Berbeda dari mobil bermesin bensin kecil yang perlu membangun putaran mesin lebih dulu, mobil listrik bisa langsung mengeluarkan torsi dari putaran bawah. Kondisi ini membuat respons awal terasa lebih sigap saat mobil bergerak dari posisi diam di tanjakan.

Fitur pendukung juga berperan besar dalam kenyamanan berkendara. Hill Hold Control, regenerative braking, dan distribusi bobot baterai di lantai kendaraan membantu mobil tetap stabil saat menanjak maupun menurun.

Daftar 5 mobil listrik bekas yang layak dilirik

  1. Wuling Air ev
    Wuling Air ev menjadi salah satu pilihan termurah di pasar mobil listrik bekas saat ini. Berdasarkan referensi, harganya umumnya berada di kisaran Rp100 juta sampai Rp150 jutaan.

Mobil ini memang ringkas, tetapi karakter motor listriknya cukup membantu saat menghadapi tanjakan harian. Torsi instan sekitar 110 Nm membuat akselerasi awal terasa cepat, terutama saat mobil mulai bergerak dari posisi berhenti.

Wuling juga membekali model ini dengan Hill Hold Control. Fitur tersebut penting untuk mencegah mobil mundur sesaat ketika pengemudi memindahkan kaki dari rem ke pedal gas.

  1. Seres E1
    Seres E1 juga masuk kategori mobil listrik bekas terjangkau. Di pasar, unit bekasnya disebut biasanya ditawarkan pada kisaran Rp140 juta hingga Rp160 jutaan.

Mobil ini cocok untuk pembeli yang ingin beralih ke EV tanpa loncatan biaya terlalu tinggi. Ukuran bodinya yang kecil dan ringan membuat manuver di jalan sempit atau area berbukit terasa lebih mudah.

Keunggulan utamanya tetap ada pada torsi instan motor listrik. Dalam kondisi stop-and-go di tanjakan atau parkiran bertingkat, respons awal seperti ini sangat membantu pengemudi.

Seres E1 juga memiliki Hill Hold Control. Fitur itu memberi rasa aman ekstra saat mobil berhenti sesaat di jalan menanjak.

  1. Hyundai Kona Electric
    Jika kebutuhan tenaga lebih besar, Hyundai Kona Electric bekas bisa menjadi opsi yang lebih serius. Artikel referensi menyebut unit produksi 2020 sampai 2022 kini bisa ditemukan mulai sekitar Rp300 jutaan, tergantung kondisi dan variannya.

Secara performa, model ini berada di kelas berbeda dibanding city EV. Kona Electric dibekali tenaga sekitar 201 dk dan torsi hingga 395 Nm, angka yang sangat memadai untuk tanjakan curam.

Sebagai crossover, Kona Electric juga punya ground clearance yang lebih ramah untuk kontur jalan yang tidak rata. Fitur regenerative braking membantu menjaga kontrol kendaraan saat melalui turunan panjang tanpa terlalu sering mengandalkan rem konvensional.

  1. BYD Atto 3
    BYD Atto 3 mulai banyak muncul di pasar mobil bekas dengan kondisi yang masih relatif muda. Dalam referensi, rentang harganya berada di sekitar Rp345 juta hingga Rp490 jutaan.

SUV listrik ini mengusung tenaga 201 HP dan torsi 310 Nm. Angka tersebut cukup untuk menghadapi jalur menanjak dengan mulus, baik saat membawa penumpang maupun digunakan sebagai mobil harian.

Nilai tambah Atto 3 tidak hanya datang dari performa. BYD juga dikenal lewat Blade Battery yang dipromosikan memiliki aspek keamanan dan durabilitas yang baik, ditambah fitur modern seperti ADAS dan panoramic sunroof.

  1. Hyundai IONIQ 5
    Hyundai IONIQ 5 bekas juga mulai turun harga dan makin menarik di pasar. Untuk unit tahun 2022 hingga 2024, referensi menyebut banderol bekasnya berada di kisaran Rp370 juta sampai Rp500 jutaan.

Mobil ini dikenal stabil di tanjakan karena memakai platform E-GMP dengan distribusi bobot yang seimbang. Pusat gravitasi rendah dari penempatan baterai juga membantu menjaga rasa percaya diri pengemudi di jalan naik-turun.

Pada varian tertentu, terutama Long Range AWD, traksi akan lebih optimal untuk medan yang lebih menantang. Sistem kontrol traksi dan manajemen baterainya membuat IONIQ 5 tetap relevan bagi konsumen yang mencari EV bekas dengan performa kuat sekaligus nyaman.

Perbandingan singkat harga dan keunggulan

Model Kisaran harga bekas Nilai utama
Wuling Air ev Rp100-150 jutaan Murah, ringkas, ada HHC
Seres E1 Rp140-160 jutaan Lincah, cocok tanjakan stop-and-go
Hyundai Kona Electric Mulai Rp300 jutaan Torsi besar 395 Nm
BYD Atto 3 Rp345-490 jutaan SUV modern, tenaga kuat
Hyundai IONIQ 5 Rp370-500 jutaan Stabil, platform canggih

Untuk pembeli dengan dana setara city car bekas, Wuling Air ev dan Seres E1 menjadi opsi yang paling dekat dengan harga Daihatsu Ayla seken. Sementara itu, Kona Electric, BYD Atto 3, dan IONIQ 5 lebih cocok bagi konsumen yang mengejar performa lebih tinggi, fitur lebih lengkap, serta kemampuan tanjakan yang lebih meyakinkan di berbagai kondisi jalan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button