
Pasar baterai kendaraan listrik global pada awal tahun ini masih dikuasai dua pemain besar dari Tiongkok. Data SNE Research yang dirilis pada April menunjukkan CATL memimpin dengan pangsa pasar 42,1%, disusul BYD dengan 13,4% dalam periode dua bulan pertama.
Total penggunaan baterai EV global pada periode tersebut mencapai 134,9 GWh, naik 4,4% secara tahunan. Angka ini menegaskan bahwa permintaan baterai kendaraan listrik tetap tumbuh, meski dinamika kompetisi antarprodusen berubah cepat di pasar utama.
Dominasi CATL Masih Sulit Dikejar
CATL mempertahankan posisi teratas dengan volume instalasi 56,9 GWh. Capaian itu naik 13,7% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, didorong oleh penjualan yang kuat dari sejumlah pelanggan utamanya seperti Li Auto, Nio, dan Zeekr.
Meski pangsanya turun dari 45,2% pada Januari ke 42,1% dalam akumulasi dua bulan, CATL tetap menunjukkan skala bisnis yang jauh di atas pesaing lain. Jarak pasar yang lebar membuat perusahaan ini masih menjadi penentu arah utama industri baterai EV global.
BYD Alami Penurunan di Pasar Domestik
BYD menempati posisi kedua dengan pangsa 13,4% dan volume instalasi sekitar 18,1 GWh. Angka itu turun sekitar 12,5% dari 20,7 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tekanan yang masih terasa pada sisi penjualan baterai.
SNE Research menyebut penurunan itu terutama dipengaruhi perlambatan penjualan kendaraan merek sendiri di pasar domestik Tiongkok selama musim sepi tradisional. Meski begitu, BYD tetap mencatat pertumbuhan di pasar luar negeri, yang memperlihatkan ruang ekspansi masih terbuka.
Peta Persaingan Global Masih Didominasi Asia
Gabungan pangsa pasar CATL dan BYD mencapai 55,5% pada dua bulan pertama tahun ini. Namun, dominasi itu sedikit turun dibandingkan 59,0% pada Januari, menandakan ruang persaingan mulai lebih terbuka bagi produsen lain.
Berikut gambaran singkat posisi para pemain utama berdasarkan data SNE Research:
| Peringkat | Perusahaan | Pangsa Pasar | Instalasi |
|---|---|---|---|
| 1 | CATL | 42,1% | 56,9 GWh |
| 2 | BYD | 13,4% | 18,1 GWh |
| 3 | LG Energy Solution | 8,7% | 11,8 GWh |
| 4 | CALB | 4,7% | 6,3 GWh |
| 5 | Panasonic | 4,0% | 5,3 GWh |
Di luar dua raksasa Tiongkok, produsen Korea Selatan masih menghadapi tekanan. LG Energy Solution berada di posisi ketiga, tetapi total penggunaannya turun 2,7% secara tahunan, sementara SK On dan Samsung SDI juga mencatat penurunan yang lebih tajam.
Tekanan di Amerika Serikat Menekan Produsen Korea
SNE Research menilai pelemahan itu dipicu penurunan penjualan EV di pasar Amerika Serikat yang mendekati 30% serta melambatnya permintaan dari produsen otomotif lama. Kondisi tersebut memengaruhi kinerja tiga produsen utama Korea Selatan secara bersamaan.
LG Energy Solution tetap unggul di antara trio tersebut dengan 11,8 GWh dan pangsa 8,7%. SK On mencatat 5,2 GWh dengan pangsa 3,8%, sedangkan Samsung SDI membukukan 3,3 GWh dan pangsa 2,5%.
Produsen Lain Masih Bertahan di Tengah Kompetisi Ketat
Di bawah lima besar, CALB mencatat 6,3 GWh dengan pangsa 4,7%. Panasonic berada di posisi kelima dengan 5,3 GWh dan pangsa 4,0%, sedangkan Gotion High-tech membukukan pangsa 3,9% dan Eve Energy 2,8%.
Komposisi ini menunjukkan pasar baterai EV global masih sangat terkonsentrasi pada beberapa produsen besar, sementara pemain lain harus mengandalkan kontrak jangka panjang, efisiensi produksi, dan ekspansi pasar untuk mempertahankan posisi. Di sisi lain, pertumbuhan total pasar yang masih positif memberi sinyal bahwa persaingan akan tetap ketat saat permintaan kendaraan listrik bergerak lebih stabil di pasar-pasar utama dunia.
Source: cnevpost.com








