Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengawali aktivitas kerja pascalibur panjang Idulfitri dengan apel pagi bersama di halaman Kantor Bupati. Kegiatan ini menjadi penanda kembalinya seluruh aparatur ke rutinitas pemerintahan setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel yang digelar pada Rabu pagi itu dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajuddin, dan dihadiri Wakil Bupati Yevri Sudianto. Hadir pula Sekretaris Daerah Ir. Susmanto, MM, para asisten, staf ahli, pejabat eselon II, III, dan IV, pejabat fungsional, hingga pimpinan instansi daerah seperti direktur RSUD dan PDAM.
Momentum untuk mengembalikan ritme kerja
Dalam arahannya, Rifai menekankan bahwa apel perdana bukan sekadar seremoni setelah libur, melainkan momen penting untuk mengembalikan ritme kerja aparatur. Ia meminta seluruh pegawai menegakkan kembali disiplin, memperkuat semangat kerja, dan menjaga koordinasi antarsatuan kerja.
“Apel pagi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan disiplin, sinergi, dan koordinasi antar perangkat daerah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan,” ujar Rifai Tajuddin.
Pesan itu menjadi penting karena Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan tengah dituntut menjaga stabilitas pelayanan publik di tengah berbagai agenda pembangunan daerah. Bupati menilai kerja pemerintahan tidak boleh melambat hanya karena baru saja melewati masa libur panjang.
Disiplin ASN jadi sorotan utama
Rifai juga mengingatkan aparatur sipil negara, tenaga kontrak, dan PPPK agar kembali fokus pada tugas pokok masing-masing. Ia menekankan bahwa tanggung jawab pelayanan tidak boleh tertunda, terutama pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Bupati meminta jajaran pemerintah daerah menjaga kekompakan di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, kebijakan fiskal yang lebih ketat justru harus dijawab dengan kinerja yang lebih terukur, hemat, dan tepat sasaran.
Berikut poin utama yang ditekankan dalam apel tersebut:
- Menegakkan disiplin kerja setelah libur panjang.
- Memperkuat sinergi antarperangkat daerah.
- Menjaga kekompakan dan koordinasi internal.
- Mengutamakan pelayanan publik yang cepat dan responsif.
- Menjalankan program pembangunan secara efektif di tengah efisiensi anggaran.
Pelayanan publik tetap menjadi prioritas
Selain disiplin, pelayanan publik menjadi pesan sentral dalam apel pagi itu. Rifai menegaskan bahwa roda pemerintahan hanya bisa berjalan optimal jika birokrasi bekerja cepat, tertib, dan berpihak pada kebutuhan warga.
Penegasan tersebut sejalan dengan prinsip dasar pelayanan publik dalam Undang-Undang Pelayanan Publik, yaitu menghadirkan layanan yang mudah diakses, berkualitas, dan memberi kepastian bagi masyarakat. Dalam konteks daerah, hal ini berarti seluruh perangkat kerja harus hadir lebih dekat dengan kebutuhan warga, terutama pada layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
Suasana apel berjalan tertib dan khidmat. Kehadiran unsur pimpinan daerah lengkap menunjukkan upaya Pemkab Bengkulu Selatan membangun pesan yang sama, yakni bahwa kedisiplinan aparatur adalah fondasi utama pelayanan yang baik.
Kehadiran lengkap jajaran daerah
Apel perdana itu juga melibatkan kepala sekolah, kepala puskesmas, serta jajaran ASN dan PPPK di lingkungan pemerintah kabupaten. Kehadiran lintas sektor ini memperlihatkan bahwa pembenahan disiplin tidak hanya ditujukan pada kantor pusat pemerintahan, tetapi juga pada unit layanan yang langsung bersentuhan dengan warga.
Pemerintah daerah berharap apel bersama ini menjadi titik awal untuk memperkuat etos kerja di seluruh lini birokrasi. Bagi masyarakat, pesan yang dibawa dari halaman Kantor Bupati sederhana namun penting, yaitu memastikan pelayanan tetap berjalan normal, cepat, dan profesional meski baru kembali dari masa libur.
