
DFSK Seres E5 Plus kembali menarik perhatian setelah unit berkamuflase tertangkap kamera di area publik. Kemunculan ini memicu spekulasi bahwa SUV elektrifikasi tersebut sedang disiapkan untuk debut resmi di Indonesia dalam waktu dekat.
Arah pengembangannya juga semakin jelas karena model ini disebut akan mengisi segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV yang kian ramai dibicarakan. Jika jadwalnya sesuai perkiraan, GIIAS menjadi panggung paling masuk akal untuk memperkenalkan mobil ini kepada publik Tanah Air.
Indikasi kuat menuju peluncuran
Bocoran yang beredar menunjukkan bahwa DFSK Seres E5 Plus bukan sekadar kendaraan uji biasa. Siluet bodi, proporsi mobil, dan sejumlah detail eksterior mengarah pada SUV tujuh penumpang yang sebelumnya sudah lebih dulu tampil secara global.
Informasi dari PT Sokonindo Automobile juga ikut memperkuat dugaan itu, karena perusahaan memberi sinyal bahwa model baru ini akan segera masuk ke pasar Indonesia. Meski belum ada pengumuman resmi soal tanggal, banyak pengamat menilai ajang GIIAS 2026 bisa menjadi momen paling ideal untuk peluncurannya.
Desain eksterior yang mengikuti tren elektrifikasi
Seres E5 Plus tampil dengan pendekatan desain modern yang umum dipakai mobil elektrifikasi masa kini. Bagian depannya memakai lampu model full-width, sementara grille tertutup memberi kesan futuristik sekaligus menegaskan identitas kendaraan hybrid.
Di sisi samping, pelek multi-spoke dan aksen krom di area jendela membuat tampilan mobil terlihat lebih premium. Bagian buritannya juga mendapat lampu memanjang yang menyatu, sehingga visual keseluruhan terasa rapi dan selaras dengan arah desain SUV elektrifikasi global.
Dimensi besar untuk kebutuhan keluarga
Sebagai SUV tujuh penumpang, Seres E5 Plus menawarkan ukuran bodi yang cukup lapang. Data dimensinya mencatat panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, dan wheelbase 2.785 mm.
Ukuran tersebut memberi ruang kabin yang lebih lega, terutama untuk baris kedua dan ketiga. Berikut rincian dimensinya:
- Panjang: 4.760 mm
- Lebar: 1.865 mm
- Tinggi: 1.710 mm
- Wheelbase: 2.785 mm
Konfigurasi seperti ini biasanya menarik bagi konsumen keluarga yang membutuhkan mobil serbaguna. Ruang yang lebih panjang juga berpotensi mendukung kenyamanan saat dipakai perjalanan antarkota.
Interior minimalis dengan fitur digital
Masuk ke kabin, Seres E5 Plus mengusung desain minimalis dengan fokus pada layar dan pengalaman digital. Dashboard dibuat sederhana, tetapi tetap menonjolkan kesan modern melalui panel instrumen digital dan layar utama berukuran besar.
Fitur yang disebut hadir di dalam mobil ini cukup lengkap, antara lain layar sentuh tengah 15,6 inci model floating, setir multifungsi, sunroof elektrik, serta sistem hiburan berbasis Artificial Intelligence atau AI. Ada juga layar tambahan untuk penumpang baris kedua yang terhubung dengan sistem audio.
Fitur yang disorot di kabin
- Layar sentuh tengah 15,6 inci
- Panel instrumen digital
- Setir multifungsi
- Sunroof elektrik
- Sistem hiburan berbasis AI
- Layar tambahan untuk penumpang baris kedua
Selain kenyamanan, aspek keselamatan juga ikut menjadi perhatian. Mobil ini disebut membawa parkir otomatis, lane change assist, dan rangkaian fitur bantuan berkendara lain yang membuatnya sejajar dengan SUV modern di kelas elektrifikasi.
PHEV 1.5L dengan klaim efisien
Pada sektor teknis, DFSK Seres E5 Plus mengandalkan mesin bensin 1.5L yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga sekitar 215 dk, yang cukup untuk mendukung karakter responsif di penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Daya tarik lain datang dari jarak tempuh mode listrik murni yang diklaim bisa mencapai 230 km. Angka ini membuat mobil lebih fleksibel untuk pemakaian dalam kota karena pengguna bisa memaksimalkan tenaga listrik tanpa sering bergantung pada bahan bakar.
Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Seres E5 Plus punya peluang besar untuk mencuri perhatian pasar Indonesia. Jika benar tampil di GIIAS 2026, model ini bisa menjadi salah satu sorotan utama DFSK dalam memperluas lini elektrifikasi di Tanah Air.









