Pembahasan soal keselamatan mobil listrik sering berhenti di baterai, padahal faktor penentunya jauh lebih luas. Desain kendaraan, sistem pengereman, distribusi bobot, hingga perilaku pengemudi ikut membentuk tingkat keamanan saat mobil melintas di jalan.
Mobil listrik modern dibangun dengan pendekatan teknik yang berbeda dari mobil bermesin bakar. Karena itu, pemahaman yang tepat dibutuhkan agar pengguna tidak hanya fokus pada isu kebakaran, tetapi juga pada cara kerja kendaraan secara keseluruhan.
Keselamatan EV Ditentukan Banyak Lapisan
Mahaendra Gofar, pendiri EV Safe sekaligus pengajar di National Battery Research Institute (NBRI), menegaskan bahwa keamanan mobil listrik tidak semata bergantung pada baterai. Ia menyebut keselamatan EV juga dipengaruhi oleh bagaimana desain kendaraan dan sistemnya bekerja, mulai dari pengereman, stabilitas, hingga keandalan komponen.
“Keamanan EV tidak hanya soal baterai, tapi juga bagaimana desain kendaraan dan sistemnya bekerja, mulai dari pengereman, stabilitas, hingga keandalan komponen,” ujar Mahaendra Gofar seperti dilansir dari Otomotif.
Pernyataan itu menegaskan bahwa mobil listrik perlu dinilai sebagai satu kesatuan sistem. Jika satu bagian dirancang baik, tetapi aspek lain diabaikan, maka tingkat keselamatan tetap bisa menurun.
Pengereman Regeneratif Punya Peran Penting
Salah satu fitur yang paling sering dibahas adalah pengereman regeneratif. Teknologi ini membuat mobil melambat sambil mengubah energi gerak menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai, sehingga efisien dan memberi kontrol tambahan saat berkendara di turunan panjang.
Namun, sistem ini juga menuntut penyesuaian dari pengemudi yang baru beralih ke mobil listrik. Respons pedal rem dan perlambatan kendaraan bisa terasa berbeda dari mobil konvensional, sehingga pengemudi perlu memahami karakter mobilnya sebelum berkendara jauh.
Pada Aion Y Plus, misalnya, fitur ini bisa diatur melalui menu Driving Settings. Pengguna dapat memilih Energy Recovery Level: High atau Low sesuai kebutuhan berkendara.
Pusat Gravitasi Rendah Bantu Stabilitas
Penempatan baterai di bawah lantai menjadi salah satu keunggulan struktural mobil listrik. Posisi ini menurunkan pusat gravitasi kendaraan, sehingga mobil lebih stabil saat menikung dan cenderung tidak mudah limbung.
Dalam praktiknya, distribusi bobot yang lebih rendah membantu kendaraan tetap seimbang ketika bermanuver. Efek ini menjadi nilai tambah penting, terutama di jalan padat, tikungan, atau saat pengemudi harus melakukan perubahan arah mendadak.
Meski begitu, stabilitas bukan hanya hasil dari desain kendaraan. Kualitas ban, kondisi jalan, dan kemampuan pengemudi tetap ikut menentukan seberapa aman mobil digunakan.
Komponen Lebih Sederhana, Risiko Mekanis Bisa Lebih Kecil
Mobil listrik umumnya memiliki jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal. Kondisi ini membuat potensi kerusakan mekanis bisa lebih rendah karena sistemnya tidak serumit mobil konvensional.
Selain itu, perlindungan pada baterai juga dirancang mengikuti standar tertentu agar tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Termasuk di antaranya hujan deras dan genangan air, yang kerap menjadi perhatian utama publik saat membicarakan keamanan EV.
Berikut faktor keselamatan yang paling menentukan pada mobil listrik:
- Desain sasis dan penempatan baterai
- Sistem pengereman, termasuk pengereman regeneratif
- Stabilitas kendaraan dan distribusi bobot
- Kualitas ban dan kondisi jalan
- Kebiasaan serta pemahaman pengemudi terhadap karakter EV
Pemahaman Pengguna Tetap Menjadi Kunci
Teknologi yang canggih tidak otomatis membuat kendaraan aman dalam semua situasi. Pengemudi tetap perlu memahami cara kerja mobil listrik, termasuk respons akselerasi, pengereman, dan pengaturan energi yang tersedia pada kendaraan.
Mahaendra menilai bahwa pemahaman pengguna sangat krusial karena bisa mencegah risiko sejak awal. Saat pengemudi tahu batas dan karakter mobil, potensi kesalahan bisa dikurangi secara efektif di jalan.
Karena itu, keselamatan mobil listrik seharusnya tidak dibaca dari satu komponen saja. Keamanan muncul dari kombinasi antara rancangan kendaraan yang matang, sistem yang andal, serta perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.









