Alpha Entry Next Gen Resmi di IIMS 2026, Baterai Baru Lebih Efisien dan Fast Charging!

Alpha Entry Next Gen resmi diperkenalkan di IIMS dan langsung menarik perhatian karena membawa pembaruan paling besar pada sektor baterai. Fokus utamanya ada pada sistem tenaga yang kini lebih ringkas, lebih modern, dan sudah mendukung fast charging untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian.

Motor listrik ini tetap mempertahankan karakter desain generasi sebelumnya, tetapi revisi pada komponen utama membuat nilai fungsionalnya meningkat. Di ajang pameran tersebut, Alpha Entry Next Gen diposisikan sebagai model yang menawarkan teknologi baru dengan harga yang tetap kompetitif.

Baterai Baru Lebih Sederhana dan Efisien

Perubahan terbesar terletak pada konfigurasi baterai. Jika model sebelumnya memakai dua baterai terpisah, Alpha Entry Next Gen kini menggunakan satu baterai terintegrasi berkapasitas 72V 45Ah dengan output sekitar 3,3 kWh.

Pendekatan ini membuat sistem kelistrikan menjadi lebih sederhana. Efisiensi penggunaan daya juga diklaim meningkat karena distribusi tenaga menjadi lebih rapi dan mudah dikelola.

Alpha juga membekali model ini dengan baterai tipe LFP atau Lithium Ferro Phosphate. Jenis baterai ini dikenal lebih stabil secara termal dan kerap dipakai pada kendaraan listrik karena usia pakainya relatif panjang.

Dalam konteks penggunaan harian, baterai LFP juga dinilai lebih mendukung konsistensi performa. Karakter ini penting untuk pengguna yang membutuhkan motor listrik dengan daya tahan baterai yang lebih terjaga dalam jangka panjang.

Mode Sport Kini Bisa Dipakai Lebih Lama

Pembaruan lain yang menonjol ada pada mode berkendara. Alpha Entry Next Gen kini memungkinkan mode sport tetap aktif hingga kapasitas baterai turun ke 20 persen.

Pada generasi sebelumnya, mode sport hanya bisa digunakan sampai batas 75 persen baterai. Artinya, pengguna kini dapat menikmati performa maksimal lebih lama tanpa penurunan tenaga yang terlalu cepat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pembaruan tidak hanya terjadi di atas kertas. Pengalaman berkendara juga ikut diperbaiki agar lebih relevan dengan kebutuhan pengguna yang ingin motor listrik tetap responsif saat baterai mulai berkurang.

Fast Charging Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu fitur yang paling menonjol di IIMS adalah dukungan fast charging. Alpha menyebut pengisian daya dari 10 persen ke 50 persen dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 25 menit.

Untuk pengisian normal dari 0 hingga 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar 4 jam. Skema ini memberi fleksibilitas bagi pengguna, baik untuk pengisian cepat saat dibutuhkan maupun pengisian penuh di rumah.

Berikut poin pengisian dayanya:

  1. Fast charging 10 persen ke 50 persen: kurang dari 25 menit.
  2. Pengisian normal 0 hingga 100 persen: sekitar 4 jam.
  3. Bonus fast charger untuk 20 pembeli pertama.
  4. Harga fast charger setelah promo: sekitar Rp2,9 juta.

Strategi bonus untuk pembeli awal juga memberi daya tarik tambahan. Setelah kuota awal habis, perangkat fast charging dijual terpisah dengan banderol sekitar Rp2,9 juta.

Fitur Tambahan untuk Kenyamanan Berkendara

Alpha Entry Next Gen juga membawa fitur hill start assist dan hill assist. Fitur ini membantu motor tetap lebih terkendali saat berhenti di tanjakan atau turunan, sehingga risiko motor mundur bisa ditekan.

Di bagian kokpit, panel instrumen ikut disesuaikan dengan sistem baterai terbaru. Tampilan indikator kini menunjukkan baterai tunggal, selaras dengan konfigurasi baru yang dipakai pada model ini.

Kehadiran pembaruan tersebut membuat Alpha Entry Next Gen tidak sekadar tampil sebagai versi penyegaran. Motor listrik ini hadir dengan perubahan teknis yang lebih relevan, terutama pada efisiensi baterai, durasi penggunaan mode sport, serta kemampuan pengisian cepat yang menjadi salah satu sorotan utama di IIMS.

Berita Terkait

Back to top button