Goodyear memang punya reputasi besar di industri ban, tetapi nama besar tidak selalu berarti unggul di setiap pengujian. Sejumlah merek yang jarang jadi sorotan justru tampil kuat dalam uji independen terbaru, bahkan mampu mengalahkan Goodyear pada kategori tertentu seperti pengereman basah, traksi salju, kenyamanan, hingga nilai beli.
Temuan itu penting bagi pembaca yang sedang membandingkan ban berdasarkan performa nyata, bukan sekadar popularitas merek. Dari rangkuman berbagai pengujian TyreReviews, Consumer Reports, AutoBild, ADAC, AutoExpress, dan TÜV SÜD, setidaknya ada lima merek yang layak disebut underrated dan bisa bersaing langsung dengan Goodyear.
Nokian menonjol di kondisi basah dan salju
Nokian punya akar sejarah dari Finlandia sejak 1898 dan dikenal kuat di pasar Nordik melalui lini Hakkapeliitta. Dalam TyreReviews best SUV all-season tire test, Nokian SeasonProof 2 mencatat jarak pengereman basah terpendek dan mengungguli Goodyear Vector 4Seasons Gen 3 pada pengereman serta handling basah.
Di pengujian lain, Consumer Reports menempatkan Nokian Hakkapeliitta R5 di posisi teratas untuk ban musim dingin SUV dan mobil penumpang/crossover. Hasil itu menunjukkan Nokian bukan sekadar spesialis salju, tetapi juga kompetitif di segmen all-season yang makin ketat.
Vredestein sering tampil lebih tajam dari yang diperkirakan
Vredestein adalah salah satu produsen ban tertua di Eropa dan kini berada di bawah Apollo Tyres. Dalam perbandingan langsung TyreReviews antara Vredestein Quatrac All-Season dan Goodyear Vector 4Seasons Gen 3, Vredestein menang 10 dari 15 pengujian bersama, sementara Goodyear unggul di sisi salju dan es.
Untuk ban musim panas, Vredestein Ultrac meraih hasil besar saat menjuarai tes ban summer AutoExpress yang dikutip WhatTyre. Ban ini mengungguli Goodyear Eagle F1 Asymmetric 6 berkat performa menyeluruh di kondisi basah, kering, kebisingan, dan kenyamanan, sekaligus hadir dengan harga yang lebih rendah dibanding banyak rivalnya.
Hankook kuat di pasar OEM dan pengujian EV
Hankook berdiri sejak 1941 dan kini menjadi salah satu produsen ban terbesar di dunia. Consumer Reports menempatkan Hankook di atas Goodyear dalam daftar Best Tire Brands, setelah menilai 30 merek berdasarkan handling, pengereman, traksi salju, kebisingan, hydroplaning, dan daya tahan tapak.
Pada tes ban EV AutoBild, Hankook iON evo menang keseluruhan untuk ketiga kalinya secara beruntun dan mengalahkan Michelin, Goodyear, serta Continental. Hasil serupa juga muncul di TyreReviews EV tire test, ketika Hankook memimpin wet handling dengan 74,4 kph dan finis di depan Goodyear.
Falken terasa dekat dengan level premium
Falken berada di bawah Sumitomo Rubber Industries dan kerap dipandang sebagai merek kelas menengah. Namun, hasil tes terbaru menunjukkan jaraknya dengan merek premium jauh lebih tipis dari yang sering diasumsikan.
Dalam tes performance summer TyreReviews, Falken Azenis FK520 tampil sangat dekat dengan Goodyear Eagle F1 Asymmetric 6, yang sama-sama berada di papan atas. Di segmen all-terrain, Falken Wildpeak AT3W juga mencatat pengereman kering 43,9 meter, sedikit lebih baik dari Goodyear Wrangler All-Terrain yang berada di 44,6 meter.
Kumho menawarkan performa yang sangat kompetitif
Kumho sempat berada di posisi kelima dalam peringkat Consumer Reports Best Tire Brands, dua tingkat di atas Goodyear yang finis ketujuh. Pada tes AutoBild 245/45 R19 summer tire, Kumho Ecsta Sport PS72 unggul dalam pengereman basah dan kering serta menawarkan nilai yang lebih baik, sementara Goodyear lebih konsisten secara keseluruhan dan unggul dalam daya tahan tapak.
Di tes ADAC summer tire, Kumho Ecsta HS52 meraih posisi ketiga, sedangkan Goodyear EfficientGrip Performance 2 berada di urutan kesembilan. Kombinasi hasil itu membuat Kumho tampak sebagai opsi yang sangat kuat untuk pengemudi yang mencari respons cepat dan rasa berkendara yang lebih sporty.
Perbandingan singkat lima merek yang layak dilirik
| Merek | Kekuatan utama | Hasil menonjol vs Goodyear |
|---|---|---|
| Nokian | Basah, salju, all-season | SeasonProof 2 unggul di wet braking |
| Vredestein | All-season, summer, harga | Quatrac menang 10 dari 15 tes |
| Hankook | EV, OEM, performa seimbang | iON evo mengalahkan Goodyear di tes EV |
| Falken | Performance, all-terrain | Wildpeak AT3W lebih baik di dry braking |
| Kumho | Nilai, pengereman, sporty feel | Ecsta PS72 unggul di wet/dry braking |
Bagi pembeli ban, pesan utamanya jelas: label besar tidak selalu menentukan hasil terbaik di jalan. Banyak pengujian terbaru menunjukkan bahwa Nokian, Vredestein, Hankook, Falken, dan Kumho bisa memberi performa yang setara, bahkan lebih baik dari Goodyear, tergantung kategori, kebutuhan kendaraan, dan kondisi pemakaian yang dihadapi.









