Rolls-Royce Ghost Series II tampil sebagai jawaban elegan di segmen sedan ultra-mewah yang selama ini juga diisi oleh model seperti Bentley Flying Spur Speed. Penyegarannya tidak mengubah karakter dasar Ghost, tetapi mempertegas identitasnya sebagai limusin mewah dengan fokus pada kenyamanan, keheningan kabin, dan kemewahan yang sangat personal.
Di pasar yang makin kompetitif, pendekatan Rolls-Royce terlihat berbeda dari rival yang sering menonjolkan angka performa atau teknologi agresif. Ghost Series II justru mengutamakan kemewahan yang tenang, desain yang diperbarui dengan halus, dan mesin V12 yang tetap dipertahankan sebagai ciri khas utama.
Eksterior Diperbarui Tanpa Kehilangan Aura Klasik
Perubahan pada tampilan luar Ghost Series II tidak dibuat ekstrem. Namun, sentuhan baru di bagian depan memberi kesan lebih tegas dan modern tanpa merusak proporsi elegannya.
Bumper depan kini tampil lebih mengotak dan kokoh, membuat wajah mobil terlihat lebih berwibawa. Lampu daytime running light vertikal yang baru juga memberi nuansa kontemporer, dengan inspirasi desain dari Rolls-Royce Cullinan.
Di bagian belakang, efek visual lampu dibuat menyerupai kristal yang dipotong presisi. Pendekatan ini terinspirasi dari Rolls-Royce Spectre, sehingga Ghost Series II terasa menyambungkan tradisi desain Rolls-Royce dengan arah visual yang lebih baru.
Interior Makin Personal dan Mewah
Salah satu kekuatan Rolls-Royce selalu terletak pada personalisasi, dan Ghost Series II membawa filosofi itu lebih jauh. Konsumen mendapat lebih banyak pilihan warna, material, dan trim, sehingga setiap unit bisa terasa berbeda dari yang lain.
Pabrikan juga menawarkan opsi material yang lebih variatif, termasuk kayu eksklusif dan kain berbasis bambu yang dirancang ramah lingkungan namun tetap mewah. Fitur Starlight Headliner tetap hadir, yakni atap dengan efek langit berbintang yang menggunakan serat optik.
Fitur seperti ini menegaskan bahwa Ghost tidak hanya menjual mobil, tetapi juga pengalaman ruang pribadi yang sangat eksklusif. Dalam kelas ultra-luxury, sentuhan semacam ini sering menjadi pembeda utama dibanding sedan mewah lain.
Mesin V12 Tetap Jadi Andalan
Di tengah arus elektrifikasi, Rolls-Royce tetap mempertahankan mesin V12 twin-turbo 6,75 liter pada Ghost Series II. Mesin ini disebut sebagai unit khusus yang dikembangkan untuk Rolls-Royce, bukan turunan langsung dari BMW.
Daya yang dihasilkan mencapai sekitar 563 bhp dengan torsi 627 lb-ft yang sudah tersedia sejak 1.600 rpm. Karakter ini membuat akselerasi terasa sangat halus, namun tetap kuat saat dibutuhkan.
Filosofi itu dikenal sebagai “waftability”, yaitu sensasi meluncur tanpa usaha yang menjadi ciri khas Rolls-Royce. Bagi banyak pembeli di segmen ini, rasa berkendara seperti itu justru lebih penting daripada angka akselerasi semata.
Black Badge Menawarkan Karakter yang Lebih Tajam
Bagi konsumen yang menginginkan sisi lebih agresif, Rolls-Royce juga menyiapkan Ghost Black Badge. Varian ini mendapat tambahan tenaga sekitar 29 bhp dan torsi naik 37 lb-ft, sekaligus penyetelan transmisi yang lebih responsif.
Setelan transmisi dibuat menahan gigi lebih lama agar akselerasi terasa lebih cepat. Secara tampilan, Black Badge tampil lebih berani dengan aksen gelap dan penggunaan serat karbon pada beberapa bagian eksterior maupun interior.
Berikut ringkasan perbedaan utama yang paling menonjol:
- Tenaga naik sekitar 29 bhp.
- Torsi bertambah 37 lb-ft.
- Transmisi lebih responsif dan agresif.
- Eksterior memakai aksen gelap.
- Beberapa detail bisa memakai serat karbon.
Melawan Bentley dengan Filosofi yang Berbeda
Ghost Series II bersaing langsung dengan Bentley Flying Spur Speed dan Mercedes-AMG S-Class di pasar sedan ultra-mewah. Namun, Rolls-Royce tidak bermain di jalur yang sama karena fokusnya bukan semata performa puncak.
Bentley menonjol lewat karakter sporty yang lebih terasa, sedangkan Ghost Series II mengedepankan isolasi kabin, kenyamanan mutlak, dan pengalaman berkendara yang tenang. Perbedaan ini membuat keduanya melayani selera pembeli yang tidak sama, meski berada di kelas harga dan citra yang serupa.
Dalam konteks pasar saat ini, Rolls-Royce tampak ingin menjaga warisan sambil tetap relevan. Ghost Series II 2025 hadir sebagai simbol bahwa sedan mewah masih punya tempat kuat ketika desain, tenaga, dan personalisasi diramu dengan sangat hati-hati.
