
Pemerintah Cina mengambil langkah baru untuk memperketat aturan daur ulang baterai mobil listrik di tengah meningkatnya jumlah kendaraan listrik di negara itu. Kebijakan ini dirancang untuk mencegah limbah baterai menjadi masalah lingkungan baru saat ribuan baterai memasuki akhir masa pakainya.
Aturan anyar tersebut menempatkan produsen pada posisi yang lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah baterai lithium dari kendaraan listrik. Selain mewajibkan keterlibatan langsung, pemerintah juga memperkuat pengawasan agar seluruh proses daur ulang berjalan sesuai prosedur dan aman.
Pengawasan diperketat dari sumber hingga tujuan akhir
Dalam laporan yang dikutip dari Carnewschina, pemerintah Cina mendorong produsen untuk bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan daur ulang baterai. Produsen juga diminta menyiapkan gudang sementara untuk menyimpan limbah baterai sebelum diproses lebih lanjut.
Pendekatan ini membuat tanggung jawab tidak berhenti di tahap penjualan kendaraan. Produsen ikut terlibat dalam penanganan baterai bekas, mulai dari pengumpulan, penyimpanan, hingga pengolahan akhir.
Pemerintah setempat juga memakai platform digital untuk memantau alur baterai secara menyeluruh. Sistem ini mencatat sumber baterai, kuantitas, hingga tujuan penggunaan di setiap tahapan daur ulang.
Mengapa aturan ini diperketat
Lonjakan penggunaan mobil listrik dan hybrid di Cina membawa manfaat besar bagi kualitas udara dan transisi energi. Namun, di sisi lain, volume limbah baterai juga berpotensi meningkat tajam ketika kendaraan-kendaraan tersebut memasuki akhir masa pakai.
Baterai EV mengandung material yang tidak bisa diperlakukan sebagai sampah biasa. Jika pengelolaannya lemah, limbah ini dapat memicu pencemaran dan menambah beban lingkungan dalam jangka panjang.
Karena itu, aturan baru ini dipandang sebagai langkah pencegahan sejak dini. Pemerintah ingin memastikan industri tumbuh tanpa menimbulkan masalah baru yang lebih sulit ditangani di masa depan.
Ada tiga poin utama dari kebijakan baru Cina
- Produsen wajib ikut bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah baterai.
- Pihak perusahaan diarahkan bekerja sama dengan perusahaan daur ulang pihak ketiga.
- Pemerintah memantau rantai daur ulang lewat platform digital dari awal hingga akhir.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa daur ulang baterai tidak lagi diposisikan sebagai urusan tambahan. Pemerintah Cina kini menempatkannya sebagai bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik.
Pelajaran untuk Indonesia
Isu serupa juga mulai dilihat serius di Indonesia karena penggunaan mobil hybrid dan listrik terus bertumbuh. Dalam artikel referensi, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Rachmat Kaimuddin, menyebut pemerintah telah meminta produsen ikut membangun battery recycling.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Indonesia juga membaca risiko yang sama. Ketika jumlah kendaraan listrik bertambah, kebutuhan pengelolaan baterai bekas akan ikut naik dan tidak bisa ditunda terlalu lama.
Rachmat menegaskan bahwa baterai bekas masih punya nilai guna lain, termasuk untuk energy storage system atau ESS. Sistem ini dapat menyimpan listrik dari sumber terbarukan seperti matahari dan air untuk dipakai dalam skala besar.
Potensi daur ulang baterai di Indonesia
Pengembangan industri daur ulang baterai dinilai penting karena saat ini Indonesia belum memiliki infrastruktur pengolahan limbah baterai yang memadai. Kondisi tersebut membuat pengembangan fasilitas dan model bisnis daur ulang perlu dimulai lebih cepat, seiring target adopsi kendaraan listrik yang terus digenjot.
Secara umum, ada beberapa fungsi lanjutan dari baterai bekas yang masih layak dimanfaatkan.
| Pemanfaatan | Keterangan |
|---|---|
| ESS | Menyimpan listrik dari energi terbarukan |
| Penyimpanan cadangan | Menopang kebutuhan daya saat beban puncak |
| Daur ulang material | Mengambil kembali bahan bernilai dari baterai bekas |
Di tengah percepatan elektrifikasi kendaraan, kebijakan Cina menegaskan bahwa transisi energi tidak cukup hanya menambah jumlah mobil listrik di jalan. Pengelolaan baterai bekas harus disiapkan sejak awal agar manfaat lingkungan dari kendaraan listrik tidak berubah menjadi persoalan limbah yang lebih besar di kemudian hari.
Source: otomotif.katadata.co.id








