Minat terhadap motor listrik terus tumbuh, termasuk dari pemilik motor bensin yang ingin melakukan konversi agar lebih hemat dan ramah lingkungan. Namun, satu hal yang masih sering membuat calon pengguna ragu adalah biaya konversi yang ternyata tidak punya harga patokan tunggal.
Berdasarkan keterangan pelaku bengkel konversi yang dikutip dari Otomotif, biaya ubah motor bensin ke listrik sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing konsumen. Artinya, dua motor yang terlihat sama bisa saja memiliki biaya akhir yang berbeda karena spesifikasi baterai, target performa, dan komponen yang dipilih tidak selalu sama.
Biaya Tidak Seragam karena Menyesuaikan Kebutuhan
Abdulah dari Dolland Motor Electric menjelaskan bahwa harga konversi tidak bisa disamaratakan karena setiap paket disusun mengikuti permintaan pemilik motor. Untuk kebutuhan hobi atau penggunaan pribadi, bengkel biasanya menawarkan paket yang fleksibel, sehingga harga akhir baru terlihat setelah spesifikasi disepakati.
Ia menyebut estimasi biaya konversi motor bensin ke listrik berada di kisaran Rp15 juta ke atas. Angka itu bisa naik cukup jauh jika konsumen meminta kapasitas baterai lebih besar atau performa motor yang lebih tinggi.
Dalam program pemerintah, biaya konversi cenderung lebih seragam karena paket pengerjaan sudah ditentukan sejak awal. Abdulah memperkirakan biaya untuk skema tersebut berada di kisaran Rp17 juta, meski nilai pastinya tetap bisa berubah mengikuti ketentuan program dan komponen yang digunakan.
Komponen yang Membuat Biaya Membesar
Perhitungan biaya konversi tidak hanya soal mengganti mesin bensin dengan motor listrik. Pendiri Bintang Racing Team (BRT), Tomy Huang, menegaskan bahwa proses ini melibatkan banyak komponen dan bukan pekerjaan sederhana.
Tomy mengatakan bahwa sebuah motor hasil konversi umumnya membutuhkan sekitar 20 hingga 25 item komponen agar bisa bekerja dengan baik. Komponen itu tidak hanya mencakup baterai dan ECU, tetapi juga kabel, DC-DC, DPS, pulley, dan berbagai perangkat pendukung lain yang harus dirakit dan disetel secara presisi.
Berikut gambaran sederhana komponen yang biasanya memengaruhi biaya konversi:
- Paket baterai
- Motor listrik penggerak
- ECU atau controller
- Kabel dan instalasi listrik
- DC-DC converter
- Sistem pendukung seperti pulley dan perangkat penghubung lain
Semakin tinggi kapasitas baterai dan semakin besar target tenaga motor, biasanya semakin besar pula dana yang harus disiapkan. Karena itu, biaya konversi motor listrik sulit dibuat seragam untuk semua pengguna.
Mengapa Harga Bisa Berbeda Antarbengkel
Perbedaan harga juga dipengaruhi kemampuan bengkel dalam merancang paket konversi. Ada bengkel yang fokus pada efisiensi biaya, tetapi ada pula yang menekankan kualitas komponen, daya tahan baterai, dan hasil akhir yang lebih rapi.
Selain itu, motor yang akan dikonversi juga menentukan tingkat pengerjaan. Beberapa model membutuhkan penyesuaian rangka, sistem dudukan baterai, hingga kalibrasi ulang kelistrikan agar aman digunakan di jalan.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Calon Konsumen
Sebelum memutuskan konversi, pemilik motor sebaiknya tidak hanya membandingkan harga awal. Mereka juga perlu melihat kualitas komponen, garansi pengerjaan, serta apakah bengkel sudah memiliki pengalaman dan dukungan teknis yang memadai.
Biaya yang lebih murah belum tentu lebih efisien jika baterai cepat turun performa atau instalasi tidak rapi. Sebaliknya, paket yang lebih mahal bisa lebih masuk akal bila memberikan jarak tempuh lebih baik, sistem lebih aman, dan perawatan yang lebih jelas.
Di tengah dorongan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, konversi motor bensin ke listrik tetap menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih tanpa membeli motor baru. Namun, selama kebutuhan tiap pengguna berbeda dan komponen teknis terus berkembang, biaya konversi tetap akan bergerak mengikuti spesifikasi, target performa, dan tingkat kompleksitas pengerjaannya.









