Harga BBM di sejumlah SPBU utama pada 8 April masih berada di level yang sama seperti penyesuaian pada awal Maret. Kondisi ini berlaku untuk produk Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, sehingga konsumen belum melihat perubahan tarif di awal bulan.
Pemerintah juga masih menjaga harga BBM agar tidak langsung ikut menyesuaikan kenaikan minyak dunia. Langkah ini diambil untuk meredam tekanan biaya hidup dan menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi energi global yang belum stabil.
Harga BBM masih stabil di SPBU utama
Data yang dihimpun dari daftar harga terbaru menunjukkan bahwa tidak ada revisi baru pada periode awal April. Artinya, para pengendara masih membayar tarif yang sama seperti sebelumnya, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
Stabilnya harga ini memberi kepastian bagi pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha logistik, dan masyarakat yang sangat bergantung pada transportasi harian. Dalam situasi seperti ini, pemantauan berkala tetap penting karena perubahan pasar energi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Rincian harga BBM Pertamina
Untuk wilayah Jawa, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax dipatok Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Berikut ringkasannya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Di beberapa wilayah lain, harga Pertamax dan lini diesel bisa lebih tinggi karena faktor distribusi dan kebijakan zonasi. Misalnya, di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax berada di Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.650 per liter.
Shell, BP, dan Vivo masih mengacu tarif sebelumnya
Shell Indonesia juga belum mengubah harga sejak penyesuaian awal Maret. Shell Super tercatat Rp12.390 per liter, Shell V-Power Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter.
Di jaringan BP-AKR, BP 92 dijual Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter. Untuk Vivo Energy Indonesia, Revvo 92 berada di Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Plus Rp14.610 per liter.
Daftar harga BBM non-Pertamina di awal April
Berikut daftar harga ringkas yang masih berlaku:
- Shell Super: Rp12.390 per liter
- Shell V-Power: Rp12.500 per liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp12.720 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.500 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
- Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Revvo 95: Rp12.930 per liter
- Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter
Harga yang relatif seragam pada BBM beroktan 92 dan 95 menunjukkan tren pasar yang masih dipengaruhi biaya impor, distribusi, dan kebijakan masing-masing badan usaha. Karena itu, selisih harga antarmerek tetap menjadi pertimbangan utama konsumen saat memilih produk BBM.
Harga daerah tetap mengikuti zonasi masing-masing
Pada Pertamina, harga di wilayah Jawa dan Bali cenderung sama, tetapi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua ada sedikit perbedaan. Perbedaan ini muncul karena ongkos distribusi dan struktur pasar di tiap daerah tidak sama.
Di Aceh, misalnya, Pertamax berada di Rp12.600 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter. Sementara di Free Trade Zone Batam, Pertamax justru lebih rendah, yakni Rp11.750 per liter, dengan Pertamax Turbo Rp12.400 per liter.
Di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp12.600 per liter. Untuk Biosolar, harga tetap Rp6.800 per liter di banyak wilayah, sehingga BBM jenis ini masih menjadi acuan penting bagi kendaraan operasional dan transportasi jarak jauh.
Pemerintah masih memantau pasar energi
Pemerintah tetap memantau pergerakan harga minyak global sebelum mengambil langkah penyesuaian baru. Selama tekanan eksternal belum terlalu besar, harga domestik cenderung dipertahankan agar tidak menambah beban masyarakat.
Situasi ini membuat konsumen bisa bernapas lebih lega untuk sementara, meski peluang perubahan tarif tetap terbuka bila pasar energi bergejolak. Karena itu, pengecekan harga BBM secara berkala tetap menjadi kebutuhan utama bagi pengendara dan pelaku usaha yang mengandalkan mobilitas harian.
