Mudik Mobil Listrik Bisa Lebih Hemat 40 Persen, BYD Ungkap Angka Nyatanya

Mudik dengan mobil listrik mulai diperhitungkan banyak pemudik karena biaya operasionalnya dinilai lebih efisien dibanding kendaraan berbahan bakar bensin. BYD menyebut ada potensi penghematan lebih dari 40 persen untuk perjalanan jarak jauh, terutama pada rute antarkota yang memakan ratusan kilometer.

Salah satu contoh perhitungan yang disampaikan BYD adalah rute Jakarta–Surabaya dengan jarak sekitar 800 kilometer. Dalam simulasi internal perusahaan, mobil bermesin pembakaran internal atau ICE dengan konsumsi bahan bakar 1:18 disebut membutuhkan sekitar 44,5 liter bensin, dengan biaya mencapai sekitar Rp 450.000.

Perbandingan Biaya yang Dikutip BYD

BYD menegaskan bahwa efisiensi mobil listrik terlihat dari kebutuhan energi yang lebih rendah. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa mobil listrik seperti BYD M6 hanya membutuhkan sekitar 1 kWh untuk menempuh 8 kilometer.

Dengan asumsi itu, perjalanan Jakarta–Surabaya diperkirakan memerlukan sekitar 100 kWh energi. Luther menyebut biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 263.000, sehingga ada peluang hemat lebih dari 40 persen dibanding mobil konvensional.

Berikut ringkasan perhitungan yang disampaikan BYD:

Jenis kendaraan Kebutuhan energi/bahan bakar Estimasi biaya
Mobil ICE 44,5 liter bensin Rp 450.000
Mobil listrik 100 kWh Rp 263.000

Faktor Lain Selain Biaya

Efisiensi harga bukan satu-satunya alasan mobil listrik mulai dilirik untuk mudik. Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik juga menjadi penopang utama, karena infrastruktur pengisian daya kini sudah hadir di berbagai titik perjalanan.

Kondisi itu membuat pengguna lebih percaya diri saat menempuh jarak jauh. Di sisi lain, keberadaan bengkel resmi dan dukungan layanan purna jual juga ikut memperkuat kenyamanan selama perjalanan.

Luther menekankan bahwa kesiapan ekosistem tetap penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Hal ini mencakup ketersediaan pengisian daya, layanan perbaikan, hingga bantuan darurat saat dibutuhkan di jalur mudik.

Layanan BYD Saat Musim Mudik

Menjelang musim mudik Lebaran, BYD juga menyiapkan enam posko siaga untuk membantu pelanggan di perjalanan. Perusahaan turut memastikan jaringan diler tetap beroperasi selama masa libur untuk layanan darurat.

Layanan yang disiapkan mencakup perbaikan umum, perawatan kendaraan, dan pengecekan kondisi mobil. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memberi rasa aman bagi pengguna mobil listrik yang menempuh perjalanan panjang.

Mengapa Mobil Listrik Mulai Dipilih Pemudik

Sejumlah faktor membuat mobil listrik makin masuk dalam pertimbangan pemudik. Selain biaya yang lebih hemat, tren adopsi kendaraan listrik juga didorong oleh perkembangan teknologi baterai, jaringan pengisian daya, dan layanan aftersales yang semakin luas.

Dalam konteks perjalanan mudik, efisiensi energi menjadi nilai tambah yang terasa langsung di kantong. Jika dihitung untuk perjalanan pulang pergi jarak jauh, selisih biaya bisa semakin besar dan membuat mobil listrik semakin kompetitif.

Berikut poin utama yang membuat mobil listrik menarik untuk mudik:

  1. Biaya operasional lebih rendah dibanding mobil bensin.
  2. Ketersediaan SPKLU terus bertambah di sejumlah jalur utama.
  3. Jaringan bengkel dan layanan darurat semakin siap.
  4. Pengalaman berkendara dinilai lebih tenang karena ekosistemnya makin matang.

Dengan efisiensi yang diklaim bisa menembus lebih dari 40 persen, ditambah dukungan infrastruktur dan layanan purna jual yang terus berkembang, mobil listrik berpeluang semakin sering dipilih untuk perjalanan mudik ke depan. Ini terutama terjadi bila calon pemudik membutuhkan kendaraan yang hemat biaya namun tetap siap digunakan untuk perjalanan antarkota yang jauh.

Berita Terkait

Back to top button