Otoritas keselamatan jalan raya federal di Amerika Serikat bergerak untuk melarang permanen inflator airbag merek DTN setelah serangkaian ledakan mematikan menewaskan 10 pengemudi. Bahan pengganti kantung udara yang seharusnya melindungi penumpang ini justru berubah menjadi sumber bahaya karena pecah dan melepaskan serpihan logam saat mengembang.
Langkah awal larangan itu diumumkan National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA setelah muncul pola kecelakaan di sejumlah negara bagian. Dari 12 kasus yang ditelusuri sejak 2023, 10 berakhir fatal dan 2 lainnya menyebabkan luka serius, sementara otoritas menyebut peristiwa itu sebagai kecelakaan yang “otherwise survivable” atau seharusnya masih bisa diselamatkan tanpa kegagalan komponen tersebut.
Serpihan logam berubah menjadi ancaman utama
Masalah pada inflator DTN terletak pada cara komponen itu gagal bekerja. Saat aktif, inflator tidak melepaskan kantung udara dengan normal, melainkan meledak dan menyemburkan potongan logam ke arah dada, leher, wajah, dan mata pengemudi.
Kondisi ini membuat airbag, yang biasanya menjadi sistem keselamatan utama, berubah fungsi menjadi senjata berbahaya. NHTSA menilai pola kerusakan tersebut sangat serius karena terjadi pada mobil yang terlibat dalam benturan yang seharusnya tidak mematikan.
Mobil bekas menjadi titik risiko terbesar
Berdasarkan hasil penelusuran otoritas, sebagian besar korban mengendarai Chevrolet Malibu model 2018-2022 atau Hyundai Sonata model 2017-2019. Kendaraan itu umumnya memakai airbag pengganti yang dipasang setelah kecelakaan sebelumnya atau setelah kasus pencurian.
Inflator DTN yang ditemukan pada kendaraan tersebut diproduksi pada 2021-2022 dan diduga masuk secara ilegal ke pasar Amerika Serikat. Komponen itu kemudian dipasang oleh bengkel sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan suku cadang asli pabrikan.
Data penting yang perlu diperhatikan
- 12 kecelakaan melibatkan inflator DTN sejak 2023.
- 10 kasus berujung kematian dan 2 lainnya menyebabkan cedera serius.
- Model kendaraan yang paling sering muncul adalah Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata.
- Komponen tersebut diproduksi pada 2021-2022 dan diduga diimpor secara ilegal.
- NHTSA membuka ruang komentar publik sebelum keputusan larangan permanen final.
Sekretaris Transportasi Sean P. Duffy menegaskan bahwa penyelidikan awal atas penggunaan airbag ilegal buatan Tiongkok di bengkel menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Ia menyebut komponen murahan berkualitas rendah itu telah menewaskan keluarga di Amerika.
Investigasi meluas ke jaringan aftermarket
NHTSA mulai menyelidiki masalah ini pada Oktober dan kemudian mengirim permintaan informasi kepada produsen Jilin Province Detiannuo Safety Technology sepanjang musim dingin. Otoritas juga membuka draf keputusan agar publik dapat memberi masukan lewat regulations.gov dengan nomor docket NHTSA-2026-0793.
Batas komentar publik ditetapkan hingga 17 April sebelum NHTSA memfinalkan larangan penjualan permanen. Langkah ini menandakan pemerintah menilai risiko dari inflator DTN bukan sekadar kasus terisolasi, melainkan persoalan rantai pasok suku cadang pengganti yang bisa menyebar ke berbagai kendaraan.
Mengapa pemilik mobil bekas perlu waspada
Masalah ini tidak hanya menyasar dua model mobil yang paling sering disebut. NHTSA memperingatkan bahwa inflator bermasalah itu mungkin sudah masuk ke kendaraan lain melalui jaringan perbaikan aftermarket, terutama mobil dengan riwayat perbaikan di luar dealer resmi.
Pemilik kendaraan bekas diminta memeriksa riwayat perbaikan, terutama jika mobil pernah mengalami tabrakan atau perbaikan setelah 2020. Kendaraan dengan riwayat salvage atau perakitan ulang juga perlu diperiksa lebih teliti karena risiko pemasangan komponen pengganti tidak resmi lebih tinggi.
Langkah yang disarankan otoritas
- Periksa riwayat servis dan perbaikan kendaraan secara detail.
- Waspadai mobil yang pernah diperbaiki di bengkel nonresmi.
- Hindari mengendarai kendaraan yang diduga memakai inflator DTN.
- Pastikan suku cadang keselamatan berasal dari sumber yang sah.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa masalah keselamatan kendaraan tidak selalu berasal dari desain mobil utama, tetapi juga dari komponen pengganti yang masuk lewat pasar gelap atau jalur perbaikan murah. Dalam konteks pasar mobil bekas, verifikasi suku cadang airbag kini menjadi langkah penting yang dapat menentukan apakah sebuah mobil aman dikendarai atau justru menyimpan ancaman mematikan.
