Setahun Lalu Pasar EV Jerman Jatuh Bebas, Kini Listrik Menyalip Mobil Bensin

Pasar mobil listrik Jerman mengalami perubahan arah yang sangat cepat. Setelah sempat jatuh tajam ketika subsidi EV dihentikan, kendaraan listrik murni kini justru kembali memimpin penjualan dan melampaui mobil berbahan bakar bensin di negeri dengan pasar otomotif terbesar di Eropa itu.

Lonjakan ini terlihat jelas dari data registrasi mobil baru pada Maret, ketika total pasar naik 16 persen menjadi 294.161 unit. Dari jumlah tersebut, 24 persen adalah mobil listrik baterai penuh atau battery-electric vehicle, setara 70.663 unit, sehingga EV menyalip mobil bensin yang porsinya 22,8 persen dan diesel 12,8 persen.

Pasar yang berbalik arah dengan cepat

Perubahan ini penting karena terjadi hanya sekitar setahun setelah pasar EV Jerman sempat memasuki fase penurunan tajam. Saat itu, penghentian subsidi memukul permintaan dan membuat banyak pembeli menahan diri, tetapi insentif baru yang muncul kembali mendorong minat konsumen.

Pemulihan tersebut tidak hanya terlihat secara bulanan. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penjualan BEV di Jerman mencapai 159.630 unit, naik 41,3 persen dibandingkan 112.968 unit pada periode yang sama sebelumnya.

Mengapa minat terhadap EV kembali naik

Kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor utama. Sejak awal Januari, mobil listrik baru yang didaftarkan di Jerman dibebaskan dari pajak kendaraan bermotor hingga akhir Desember 2035, sehingga biaya kepemilikan jangka panjang menjadi lebih menarik.

Selain itu, pembeli juga bisa memperoleh subsidi dasar sebesar €3.000 ($3.500), sementara rumah tangga berpenghasilan lebih rendah dapat menerima hingga €6.000 ($7.000). Untuk plug-in hybrid dan extended-range EV, bantuan yang tersedia mencapai €4.500 ($5.200), sehingga pilihan kendaraan elektrifikasi semakin kompetitif.

Hybrida ikut menopang pasar

Bukan hanya EV murni yang mengalami kenaikan. Penjualan mobil hybrid, termasuk plug-in hybrid, juga bertambah 16,2 persen pada Maret menjadi 117.845 unit, lalu naik 10,4 persen secara kuartalan menjadi 282.600 unit.

Pangsa hybrid kini mencapai 40,1 persen dari seluruh registrasi mobil baru di Jerman, menunjukkan bahwa konsumen masih melihat teknologi transisi sebagai pilihan praktis. Dalam konteks ini, pasar Jerman tidak bergerak ke arah listrik penuh secara mendadak, melainkan melalui kombinasi EV murni, hybrid, dan plug-in hybrid.

Pabrikan yang ikut menikmati gelombang baru

Kenaikan permintaan juga menguntungkan sejumlah merek, baik produsen baru asal Tiongkok maupun merek lama Eropa. BYD mencatat penjualan 3.438 unit pada Maret, naik 327,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Leapmotor melonjak 318,1 persen menjadi 1.388 unit.

Tesla juga kembali mencatat pertumbuhan kuat dengan 9.252 unit pada Maret, naik 315,1 persen secara tahunan. Sepanjang tahun ini, Tesla sudah menjual 12.829 unit baru di Jerman, atau 160 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Di kubu merek mapan, Opel naik 43,0 persen, Audi tumbuh 25,0 persen, dan BMW bertambah 16,5 persen pada Maret. Skoda pun mencatat pangsa pasar 8,4 persen dan menjadi merek impor teratas di pasar tersebut.

Angka penting pasar mobil Jerman pada Maret

  1. Total registrasi mobil baru: 294.161 unit
  2. Pertumbuhan pasar: 16 persen
  3. Pangsa BEV: 24 persen
  4. Penjualan BEV: 70.663 unit
  5. Pangsa bensin: 22,8 persen
  6. Pangsa diesel: 12,8 persen
  7. Pangsa hybrid: 40,1 persen

Secara keseluruhan, registrasi mobil baru di Jerman pada kuartal pertama naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya. Data ini menegaskan bahwa pasar otomotif Jerman kini jauh lebih stabil daripada saat subsidi dipangkas, dan arah pertumbuhannya kembali ditopang oleh elektrifikasi yang semakin luas.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version