
Nissan sedang menyiapkan pengumuman strategi besar pada 14 April yang akan disiarkan langsung dari Jepang. Agenda ini diperkirakan membuka detail sejumlah model baru, termasuk kemungkinan kembalinya Skyline dalam generasi terbaru.
Kabar tersebut menarik perhatian karena Nissan Skyline V37 yang saat ini beredar di Jepang sudah bertahan sejak 2014. Di pasar Amerika Serikat, model yang sama dikenal sebagai Infiniti Q50, dan usianya membuat kebutuhan akan penerus baru semakin mendesak.
Skyline baru tetap mempertahankan karakter sedan
Laporan dari Carscoops menyebutkan bahwa Skyline generasi berikutnya akan tetap setia pada format sedan. Nissan juga disebut tengah menyiapkan model kembar untuk Infiniti Q50S yang akan datang, sehingga strategi produknya tidak hanya fokus pada pasar domestik Jepang.
Rencana Nissan tidak berhenti di sedan. Ada pula dugaan bahwa varian SUV sedang dikembangkan untuk memperluas daya tarik nama Skyline, meski konsep itu pernah hadir sebelumnya melalui Skyline Crossover yang pada dasarnya merupakan rebadge dari Infiniti EX37.
Fondasi 2014 masih bisa dipakai
Salah satu poin penting dari rumor ini adalah platform yang dipakai kemungkinan bukan rancangan benar-benar baru. Melihat kondisi finansial Nissan dan terbatasnya platform rear-wheel drive baru di aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, generasi baru Skyline disebut lebih mungkin memakai arsitektur lama yang diperbarui.
Pendekatan seperti itu bukan hal asing bagi Nissan. Pabrikan ini sebelumnya juga menjalankan strategi serupa pada mobil sport Z, yang dibangun di atas pengembangan dari basis yang sudah ada. Langkah tersebut dapat memangkas biaya dan mempercepat waktu pengembangan.
Mesin twin-turbo V6 masih sangat mungkin dipertahankan
Di sisi teknis, lini penggerak Skyline baru diperkirakan akan menggabungkan setidaknya satu opsi elektrifikasi. Teknologi e-Power terbaik Nissan disebut menjadi kandidat kuat karena bisa membantu model ini memenuhi regulasi emisi Jepang yang makin ketat.
Namun, mesin yang paling banyak dibicarakan tetap twin-turbo 3.0 liter V6. Unit ini saat ini menghasilkan 400 hp pada Skyline 400R Limited dan mencapai 414 hp pada Skyline 400R Nismo, sehingga masih relevan untuk menopang citra performa Skyline.
- 3.0-liter V6 twin-turbo
- Tenaga 400 hp pada 400R Limited
- Tenaga 414 hp pada 400R Nismo
- Opsi hybrid e-Power untuk efisiensi emisi
Bila Nissan benar mempertahankan mesin tersebut, Skyline baru akan menjaga kesinambungan karakter sedan performa yang sudah lama melekat pada namanya. Pada saat yang sama, tambahan elektrifikasi bisa memberi ruang bagi model ini untuk bertahan di pasar yang semakin ketat terhadap emisi.
Target peluncuran mengarah ke 2027
Strategi Re:Nissan yang diumumkan pada Mei 2025 menyebutkan bahwa waktu pengembangan kendaraan baru akan dipangkas menjadi 30 bulan. Berdasarkan hitungan itu, media Jepang Response memperkirakan Skyline baru bisa meluncur pada paruh kedua 2027, sementara Creative Trend menilai model tersebut berpotensi hadir lebih awal.
Jika jadwal itu benar, Nissan tampaknya sedang menyiapkan transisi yang relatif cepat dari Skyline lama ke penerusnya. Proses ini penting karena nama Skyline masih punya bobot historis besar di pasar Jepang, terutama di kalangan penggemar sedan sporty.
Model lain juga masuk agenda pengumuman
Selain Skyline, acara Nissan Vision Announcement juga diperkirakan memuat informasi tentang Kicks generasi P16 untuk Jepang dan minivan Elgrand terbaru. Kedua model itu dikabarkan akan memakai teknologi e-Power, dengan mesin bensin bekerja sebagai generator dan motor listrik yang langsung menggerakkan roda.
Nissan juga diperkirakan memberi petunjuk soal model dan teknologi masa depan untuk pasar global. Pengumuman ini akan disiarkan di YouTube pada 14 April pukul 10.00 waktu Jepang, atau 13 April pukul 21.00 Eastern Standard Time, dan detail Skyline menjadi salah satu materi yang paling ditunggu dari acara tersebut.
Source: www.carscoops.com








