Sejumlah merek kendaraan niaga yang sudah merakit lokal mulai mengirim unit truk untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini menyasar pengadaan kendaraan dalam skala besar, dengan kebutuhan PT Agrinas Pangan Nusantara mencapai sekitar 80 ribu unit light duty truck untuk tahun depan.
Keterlibatan pabrikan besar seperti Hino, Mitsubishi Fuso, dan Isuzu menunjukkan bahwa rantai pasok kendaraan niaga domestik ikut bergerak cepat. Sejumlah unit sudah dikirim ke dealer atau langsung masuk ke tahap distribusi untuk memenuhi permintaan koperasi yang akan tersebar di banyak daerah.
Hino Sudah Kirim 500 Unit
Hino menjadi salah satu merek yang paling awal mengisi kebutuhan truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Perusahaan ini mendapat permintaan 10.000 unit, dan hingga kini pengiriman yang sudah dicapai berada di kisaran 500 unit.
"Kita sudah mencapai angka 500 (unit) ya. Nanti mungkin puncaknya di bulan Mei, Juni," kata Susilo Darmawan, Sales & After Sales Director Hino Motor Sales Indonesia.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa distribusi masih terus berjalan dan belum masuk fase puncak. Dengan kebutuhan yang besar, pengiriman Hino diperkirakan akan meningkat seiring kesiapan produksi dan penyaluran ke jaringan distribusi.
Fuso Catat Pasokan 2.600 Unit ke Dealer
Mitsubishi Fuso juga masuk dalam daftar merek yang ikut memenuhi kebutuhan LDT untuk koperasi desa. Total permintaan yang terkait dengan merek ini tercatat 20.600 unit, menjadikannya salah satu pemain dengan volume besar dalam pengadaan tersebut.
Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menjelaskan bahwa pengiriman untuk Agrinas sudah mulai berjalan. Ia menyebut unit yang sudah dikeluarkan oleh KTB ke dealer mencapai 2.600 unit hingga akhir Maret.
"Untuk Agrinas sudah mulai kita distribusikan, yang menyediakan barang kami. Yang bertransaksi dengan Agrinas dealer kami. Jadi kami KTB punya tanggung jawab untuk men-supply unit-unit ke dealer kami. Dan itu sudah kami laksanakan sampai Maret yang sudah dikeluarkan oleh kami, KTB ke dealer ada sebesar 2.600," ujarnya.
Isuzu Sudah Serahkan 100 Unit dari 900 Pesanan
Isuzu juga masuk dalam daftar produsen yang menerima pesanan untuk kebutuhan program ini. PT Isuzu Astra Motor Indonesia memperoleh pesanan sebanyak 900 unit selama kuartal pertama, dan distribusi awalnya sudah dimulai.
Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anton Rusli, menyebut 100 unit sudah di-deliver. Jumlah tersebut memang masih kecil dibanding total pesanan, tetapi menandakan proses pemenuhan kebutuhan sudah berlangsung.
Daftar Pesanan Beberapa Merek
Berikut ringkasan data pesanan dan pengiriman unit yang sudah disebut dalam sumber:
| Merek | Pesanan | Unit yang sudah dikirim |
|---|---|---|
| Hino | 10.000 unit | 500 unit |
| Mitsubishi Fuso | 20.600 unit | 2.600 unit ke dealer |
| Isuzu | 900 unit | 100 unit |
| Foton | 10.500 unit | Tidak disebutkan |
| Mahindra | 35.000 unit | Tidak disebutkan |
| Tata Motors | 70.000 unit | Tidak disebutkan |
Data itu memperlihatkan bahwa kebutuhan kendaraan niaga untuk program koperasi desa tidak hanya mengandalkan satu pabrikan. Pasokan datang dari berbagai merek, baik yang sudah lama memproduksi di dalam negeri maupun yang masuk lewat kontrak pengadaan besar.
Kontrak Besar Juga Mengalir ke Pabrikan India
Selain merek Jepang dan merek lain yang sudah aktif di pasar domestik, Agrinas juga meneken kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun. Kontrak tersebut mencakup total 105 ribu unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India.
Sebanyak 35 ribu unit Scorpio Pick Up dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Pengadaan dalam skala sebesar ini menuntut kesiapan produksi, logistik, dan jaringan distribusi yang kuat. Karena itu, tahap pengiriman awal dari Hino, Fuso, dan Isuzu menjadi indikator penting bahwa agenda pembaruan armada untuk koperasi desa sudah mulai bergerak di lapangan.
Mengapa Pasokan Truk Ini Penting
Kebutuhan 80 ribu unit light duty truck menunjukkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk punya dukungan armada yang memadai. Kendaraan niaga semacam ini umumnya dipakai untuk distribusi barang, logistik hasil pertanian, dan mobilitas usaha koperasi di tingkat desa.
Dengan permintaan yang tersebar ke banyak merek, kompetisi pengadaan juga terlihat semakin ketat. Di sisi lain, pengiriman bertahap dari pabrikan lokal memberi sinyal bahwa industri otomotif nasional masih memegang peran penting dalam pemenuhan kendaraan niaga untuk program berskala besar tersebut.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com






