Bentley sedang menyiapkan arah baru yang lebih fleksibel, dan salah satu ide yang paling menarik adalah model off-road edisi terbatas berbasis Bentayga. Langkah ini muncul seiring merek mewah asal Inggris itu memperluas strategi produk di tengah persiapan mobil listrik pertamanya dan generasi baru Bentayga.
Di sela New York Auto Show, CEO Bentley Americas Mike Rocco menjelaskan bahwa arah perusahaan kini tidak lagi mengikuti target elektrifikasi penuh yang sempat diumumkan beberapa tahun lalu. “We’re not on the same track that was announced four or five years ago, where we were going to be fully electrified by 2030,” kata Rocco, menegaskan bahwa Bentley kini memilih kombinasi elektrifikasi, varian berperforma tinggi, dan model spesial produksi terbatas.
Minat Pasar pada Bentayga Off-Road
Gagasan Bentayga off-road bukan muncul tanpa dasar. Bentley lebih dulu menampilkan Bentayga X Concept di FAT Ice Race di Zell am See, Austria, untuk mengukur respons pasar terhadap SUV yang lebih sanggup diajak melintasi medan berat. Konsep itu memakai basis Bentayga Speed dengan mesin V8 twin-turbo 4.0 liter bertenaga 641 hp.
Perubahan pada konsep tersebut cukup ekstrem untuk ukuran Bentley. Mobil ini dibuat 2,1 inci lebih tinggi dari standar, 4,7 inci lebih lebar, memakai pelek forged 22 inci, ban all-terrain, dan menawarkan sekitar 12,2 inci jarak terendah ke tanah. Rack atap, lampu tambahan, dan dua tow eye membuatnya terlihat lebih siap untuk penggunaan nyata di luar aspal.
Produksi Terbatas Jadi Opsi yang Paling Masuk Akal
Respons dari jaringan dealer disebut sangat positif, sehingga peluang proyek ini tetap terbuka. Namun Bentley belum memberi lampu hijau produksi massal, dan perusahaan tampaknya memang tidak berniat menjadikannya model inti dalam lini Bentayga.
Rocco menyebut jika proyek itu benar-benar jadi, bentuknya akan mirip strategi Supersports dengan produksi yang sangat dibatasi. “It wouldn’t be a full model — we would limit it,” ujarnya, menekankan bahwa model tersebut akan berperan sebagai produk halo bagi merek, bukan penyumbang volume penjualan besar.
Arah Strategi Bentley Saat Ini
Perubahan strategi Bentley dapat diringkas menjadi beberapa poin utama berikut:
- Fokus pada elektrifikasi, tetapi tidak sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran.
- Mengembangkan model berperforma tinggi sebagai pembeda utama di segmen mewah.
- Menyiapkan edisi spesial dengan produksi terbatas untuk memperkuat citra merek.
- Menjaga fleksibilitas produk agar tetap relevan bagi pembeli lama dan pelanggan baru.
Pendekatan itu mencerminkan kondisi pasar premium yang belum sepenuhnya seragam dalam transisi ke kendaraan listrik. Saat banyak merek lain mulai menata ulang target EV mereka, Bentley justru memilih jalur yang lebih bertahap dan menyesuaikannya dengan permintaan pelanggan yang masih kuat terhadap mobil bermesin bensin.
EV Pertama Bentley Tetap Masuk Jalur
Di sisi lain, Bentley tetap bergerak menuju era listrik penuh lewat model EV pertamanya. Mobil ini dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun ini, lalu mulai dijual pada 2027, dengan posisi sebagai SUV lebih kecil di bawah Bentayga.
Model tersebut dikembangkan di atas platform PPE milik Volkswagen Group, arsitektur yang juga dipakai Porsche Macan Electric dan Audi Q6 e-tron. Bentley menyebutnya sebagai Luxury Urban SUV, dan prototipenya sudah menjalani pengujian.
Menariknya, Bentley memastikan model ini tidak akan punya versi mesin pembakaran atau plug-in hybrid. Rocco menegaskan, “We’re not positioning it as an EV product — it’s the next Bentley,” yang menunjukkan bahwa mobil ini diposisikan sebagai generasi baru merek, bukan sekadar eksperimen listrik.
Bentayga Generasi Berikutnya Masih Digarap
Selain EV pertama, Bentley juga menyiapkan Bentayga generasi berikutnya. Waktunya belum benar-benar dipatok, tetapi Rocco memberi sinyal bahwa model itu bisa hadir sekitar dua tahun lagi.
Berbeda dari SUV listrik baru, Bentayga generasi berikutnya disebut tetap akan menawarkan mesin plug-in hybrid dan bensin. Langkah ini penting untuk menjaga aksesibilitas bagi pembeli yang belum siap beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.
Bentley juga belum berencana menghadirkan EV kedua sebelum akhir dekade ini, sehingga Luxury Urban SUV akan memikul strategi elektrifikasi merek untuk beberapa waktu. Di saat yang sama, minat terhadap model combustion-only edisi terbatas masih kuat, dan Bentley tampak siap memanfaatkannya sebagai bagian dari identitas performa yang selama ini menjadi pembeda utama merek tersebut.
