Harga Jauh Lebih Ramah, Neta V II Bekas Makin Diburu di Pasar Mobil Listrik

Minat terhadap mobil listrik bekas mulai bergerak naik di pasar otomotif Indonesia, dan Neta V II menjadi salah satu model yang ikut menonjol. Di tengah harga mobil baru yang masih relatif tinggi, unit bekas Neta V II mulai dilirik konsumen karena menawarkan spesifikasi modern dengan banderol yang jauh lebih terjangkau.

Di Bursa Mobil Bekas Mangga 2 Square, tren itu terlihat dari respons pasar yang dinilai cukup positif. Agus Focus, Kepala Bursa Mobil Bekas Mangga 2 Square, menyebut mobil listrik asal China kini punya peluang jual yang baik, terutama karena harga bekasnya makin kompetitif di kisaran Rp 240 juta untuk beberapa unit yang beredar.

Permintaan Naik, Stok Masih Terbatas

Meski minat meningkat, ketersediaan unit bekas Neta V II belum melimpah. Agus menjelaskan bahwa tidak banyak pemilik yang langsung melepas mobil listrik mereka ke pasar bekas, sehingga perputaran unit masih lambat.

“Stoknya banyak? Enggak juga, kalau ada saja,” ujar Agus kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2026), seperti dikutip dari Otomotif. Kondisi ini membuat pembeli yang ingin mencari unit tertentu perlu lebih cepat bergerak saat menemukan mobil yang sesuai.

Harga Jadi Daya Tarik Utama

Pasar mobil bekas sangat sensitif terhadap harga, dan Neta V II kini masuk kategori yang dianggap menarik bagi pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus menanggung biaya mobil baru. Berdasarkan penelusuran di platform jual beli mobil bekas daring, Neta V produksi 2023 dijual di kisaran Rp 150 juta.

Untuk Neta V II tahun 2024, harga pasarnya berada di rentang Rp 175 juta sampai Rp 220 juta, tergantung kondisi kendaraan. Selisih harga itu membuat Neta V II semakin dilihat sebagai opsi rasional bagi konsumen yang ingin mencoba mobil listrik dengan biaya masuk lebih rendah.

Spesifikasi yang Masih Relevan di Kelasnya

Daya tarik Neta V II tidak hanya datang dari harga. Mobil ini membawa motor listrik sekitar 70 kW atau setara 95 TK, dengan torsi 150 Nm, yang masih cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

Baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 36,1 kWh menjadi salah satu nilai jual utama. Dengan baterai itu, Neta V II diklaim bisa menempuh jarak hingga 401 km menurut standar NEDC, angka yang cukup kompetitif untuk kendaraan listrik di kelasnya.

Fitur yang Menambah Nilai Jual

Neta V II juga dibekali kemampuan pengisian cepat yang menjadi perhatian banyak pembeli mobil listrik bekas. Dari 30 persen ke 80 persen, pengisian daya diklaim bisa selesai dalam sekitar 30 menit.

Di bagian kabin, mobil ini sudah membawa head unit layar sentuh 14,6 inci dan panel instrumen digital. Untuk aspek keselamatan, tersedia ABS, EBD, electronic stability control, serta sistem Advanced Driver-Assistance Systems atau ADAS yang menambah rasa aman saat berkendara.

Faktor yang Membuat Mobil Listrik Bekas Mulai Diterima Pasar

Ada beberapa alasan mengapa mobil listrik bekas seperti Neta V II mulai mendapat tempat di pasar otomotif Indonesia. Berikut poin yang paling menonjol:

  1. Harga lebih rendah dibanding unit baru.
  2. Fitur dan teknologi masih tergolong modern.
  3. Jarak tempuh baterai dinilai cukup untuk kebutuhan harian.
  4. Pengisian cepat membuat mobil lebih praktis digunakan.
  5. Kesadaran terhadap kendaraan listrik terus meningkat.

Pasar Masih Akan Bergerak Bertahap

Walau minat meningkat, pasar mobil listrik bekas belum bisa dibilang ramai sepenuhnya. Ketersediaan unit yang terbatas dan karakter konsumen yang masih berhati-hati membuat pertumbuhan berlangsung bertahap.

Namun, jika harga tetap kompetitif dan pasokan unit bertambah, Neta V II berpeluang menjadi salah satu model yang paling sering dicari di segmen mobil listrik bekas. Kondisi ini juga bisa menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia mulai masuk fase baru yang lebih sehat dan lebih matang.

Terkait