Usai Mudik, Ban Bisa Rusak Diam-Diam, Bridgestone Minta Pengemudi Cek Sekarang

Perjalanan mudik yang panjang sering membuat kondisi ban bekerja lebih berat dari biasanya. Bridgestone mengimbau pengendara untuk memeriksa ban setelah kembali dari perjalanan Lebaran demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal.

Ban menjadi komponen yang paling langsung menerima beban selama perjalanan jauh karena terus bersentuhan dengan permukaan jalan. Tekanan dari muatan penuh, suhu aspal yang tinggi, gesekan di jalan tol, hingga benturan di ruas jalan rusak dapat memicu kerusakan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Mengapa Ban Perlu Dicek Setelah Mudik

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa pemeriksaan ban setelah perjalanan jauh merupakan langkah preventif yang penting. Menurut dia, perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal.

Beban kerja itu muncul karena kendaraan kerap membawa penumpang penuh dan barang bawaan yang banyak. Kondisi tersebut menekan dinding samping ban secara terus-menerus, sementara perjalanan jarak jauh juga meningkatkan risiko keausan dan perubahan struktur ban.

Risiko yang Sering Muncul Saat Perjalanan Jauh

  1. Muatan berlebih yang menambah tekanan pada ban.
  2. Suhu tinggi dari aspal dan perjalanan panjang di siang hari.
  3. Gesekan lebih besar akibat kecepatan stabil di tol atau manuver di jalan berliku.
  4. Benturan dari jalan berlubang atau permukaan yang tidak rata.

Kondisi-kondisi tersebut dapat mempercepat penipisan tapak ban dan melemahkan daya tahan struktur internalnya. Dalam banyak kasus, masalah baru terdeteksi setelah perjalanan selesai dan kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian.

Tiga Pemeriksaan Utama pada Ban

Pemeriksaan ban pasca mudik tidak cukup hanya melihat permukaan luar secara cepat. Ada beberapa titik yang perlu diperhatikan agar potensi bahaya bisa diketahui lebih dini.

  1. Tekanan angin
    Tekanan ban bisa turun perlahan akibat tusukan kecil dari benda tajam selama perjalanan. Jika tekanan kurang, ban akan bekerja lebih panas dan risiko pecah ban meningkat.

  2. Dinding samping ban
    Bagian ini perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada benjolan, retakan, atau tanda kerusakan lain. Benjolan sering menjadi indikasi adanya perubahan struktur internal ban yang berbahaya.

  3. Pola keausan tapak
    Keausan yang tidak merata bisa menunjukkan gangguan pada setelan spooring atau dampak dari hantaman jalan rusak. Kondisi ini perlu ditangani karena dapat memengaruhi kestabilan kendaraan saat melaju.

Tanda Ban Perlu Diperiksa Lebih Serius

Temuan visual Potensi masalah Tindakan yang disarankan
Tekanan angin turun Ada kebocoran kecil atau tusukan Sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan
Benjolan di dinding samping Struktur internal bisa rusak Segera periksa ke bengkel
Tapak aus tidak merata Spooring kemungkinan berubah Lakukan pengecekan spooring dan balancing
Retakan halus Paparan panas atau usia ban Minta evaluasi teknisi

Bridgestone juga menyiagakan lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model atau TOMO di seluruh Indonesia. Jaringan ini didukung teknisi ahli yang dapat memberi rekomendasi teknis objektif agar pemilik kendaraan mengetahui apakah ban masih layak dipakai atau perlu penanganan lanjutan.

Pengecekan profesional membantu kendaraan tetap siap kembali dipakai untuk rutinitas harian setelah masa libur. Selain menjaga kenyamanan berkendara, pemeriksaan ban yang dilakukan lebih awal juga dapat menekan risiko kecelakaan akibat kegagalan teknis yang sering berawal dari kerusakan kecil yang luput dari perhatian.

Source: carvaganza.com
Exit mobile version