Tesla mencatat penjualan ritel di China sebanyak 56.107 unit pada Maret, naik 46,85% dibanding Februari. Namun angka itu masih turun 24,31% dari periode yang sama setahun sebelumnya, menurut data China Passenger Car Association (CPCA).
Kenaikan bulanan itu menunjukkan pemulihan yang kuat di pasar kendaraan listrik China setelah awal periode yang lebih lemah. Di saat yang sama, aktivitas ekspor dari pabrik Tesla di Shanghai juga melonjak, menegaskan peran fasilitas tersebut sebagai basis produksi penting bagi pasar domestik dan luar negeri.
Penjualan ritel Tesla ikut terdorong pemulihan pasar
Tesla membukukan rebound pada penjualan ritel ketika pasar kendaraan energi baru di China kembali bergerak naik. Retail sales battery electric vehicles di China mencapai 568.000 unit pada Maret, naik 104,6% dari Februari, meski masih turun 11,7% secara tahunan.
Untuk pasar kendaraan energi baru atau NEV yang mencakup mobil listrik murni dan hybrid, penjualan ritel mencapai 848.000 unit. Angka itu naik 82,6% dari bulan sebelumnya, tetapi masih turun 14,4% dibanding tahun lalu.
Di tengah pemulihan ini, Tesla mempertahankan pangsa 9,88% di pasar BEV China. Pangsa Tesla di pasar NEV tercatat 6,62%, mencerminkan persaingan yang tetap ketat di segmen kendaraan listrik utama di China.
Model Y tetap jadi tulang punggung
Model Y masih menjadi model paling penting bagi Tesla di China. Mobil sport utility vehicle itu mencatat penjualan wholesale 55.856 unit pada Maret, naik 13,92% dibanding tahun sebelumnya.
Kontribusi Model Y terlihat besar terhadap kinerja keseluruhan Tesla. Model ini membantu mengangkat total penjualan wholesales Tesla China, yang mencakup penjualan domestik dan ekspor, menjadi 85.670 unit pada Maret.
Sebagai perbandingan, pada Februari total wholesales Tesla China berada di level 58.599 unit. Artinya, ada kenaikan 46,20% dalam satu bulan, seiring permintaan yang membaik dan rantai distribusi yang kembali bergerak lebih normal.
Model 3 keluar dari tren penurunan
Model 3 juga memberi sinyal positif setelah periode panjang pelemahan. Sedan listrik itu membukukan penjualan wholesale 29.814 unit pada Maret, sedikit lebih tinggi dari 29.799 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut mengakhiri penurunan selama 13 bulan berturut-turut untuk Model 3, menurut data yang dihimpun CnEVPost. Dibanding Februari, penjualan Model 3 melonjak 73,39%, menunjukkan pemulihan yang lebih tajam dari lini sedan Tesla.
Berikut gambaran kinerja dua model utama Tesla di China pada Maret:
- Model Y: 55.856 unit wholesale, naik 13,92% secara tahunan.
- Model 3: 29.814 unit wholesale, naik tipis dari tahun lalu dan tumbuh 73,39% dari Februari.
- Total wholesales Tesla China: 85.670 unit, naik 46,20% dari Februari.
Ekspor dari Giga Shanghai ikut melonjak
Selain pasar domestik, ekspor Tesla dari Giga Shanghai juga mencatat lompatan besar. Pabrik itu mengirim 29.563 kendaraan ke pasar luar negeri pada Maret, naik 528,87% secara tahunan dan 44,97% dibanding Februari.
Kenaikan ekspor ini penting karena memperlihatkan bahwa output pabrik Shanghai tidak hanya bergantung pada permintaan dalam negeri. Giga Shanghai tetap menjadi pusat produksi besar yang menopang strategi global Tesla, terutama saat kebutuhan pengiriman ke pasar luar China meningkat.
Secara kumulatif, kinerja Tesla China pada kuartal pertama mencapai 213.398 unit wholesale. Angka itu menyumbang hampir 60% dari total pengiriman global Tesla yang berjumlah 358.023 unit pada kuartal yang sama.
Persaingan pasar tetap ketat
Meski Tesla mencatat pemulihan kuat, pasar EV China tetap sangat kompetitif. BYD masih menjadi rival utama di segmen mobil listrik murni, sementara kompetitor lokal lain terus memperkuat penawaran produk dan harga.
Dalam konteks itu, pencapaian Tesla pada Maret lebih tepat dibaca sebagai tanda bahwa merek tersebut masih memiliki daya tarik besar di China, terutama lewat Model Y dan kapasitas produksi Shanghai. Namun tren tahun berjalan juga menunjukkan bahwa posisi Tesla di pasar terbesar kendaraan listrik dunia masih akan sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan, siklus peluncuran produk, dan tekanan persaingan harga di bulan-bulan berikutnya.
Source: cnevpost.com