Uwinfly M110G mulai banyak dibicarakan setelah sebuah ulasan lanjutan di YouTube mengungkap fitur yang tidak umum di kelas motor listrik harian. Sorotan utamanya datang dari mode tersembunyi yang disebut mampu mendongkrak performa hingga menyentuh 99 km/jam.
Di luar aspek kecepatan, model ini juga menarik perhatian karena sudah membawa sistem keyless berbasis Bluetooth melalui aplikasi. Kombinasi performa, fitur digital, dan efisiensi baterai menjadi alasan Uwinfly M110G ramai dilirik calon pengguna.
Performa dan mode rahasia yang jadi sorotan
Berdasarkan data yang dikutip Radar Tulungagung dari review lanjutan di YouTube, Uwinfly M110G memiliki tiga mode berkendara standar. Mode Eco disebut berada di kisaran 65 km/jam, Normal sekitar 73 km/jam, dan Sport dapat mencapai 85 km/jam.
Yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya “mode bus” tersembunyi. Mode ini disebut bisa aktif dengan kombinasi menekan tombol tertentu sambil menarik gas, lalu membuat kecepatan meningkat sampai 99 km/jam.
Fitur tersebut dinilai berguna saat membutuhkan akselerasi tambahan, misalnya ketika hendak menyalip. Namun, penggunaan mode ini tidak disarankan terlalu sering karena kebutuhan daya lebih besar dapat membuat baterai lebih cepat berkurang.
Uji kenyamanan di jalan
Pada pengujian jalan, setang dilaporkan tetap stabil saat motor melaju di permukaan rata. Getaran baru terasa ketika kendaraan melewati kontur bergelombang, dan itu masih dianggap dalam batas wajar untuk pemakaian harian.
Review itu juga menemukan getaran saat roda belakang dalam kondisi menggantung. Dugaan awal mengarah pada balancing roda, tetapi gejala tersebut disebut tidak terlalu terasa saat motor dipakai normal di jalan.
Posisi duduk dinilai cukup ergonomis untuk penggunaan harian. Suspensi belakang juga bisa diatur tingkat kekerasannya, sehingga lebih fleksibel untuk berkendara sendiri atau saat membawa penumpang.
Fitur keyless Bluetooth dan fungsi aplikasi
Salah satu nilai jual penting Uwinfly M110G ada pada fitur keyless Bluetooth. Sistem ini bekerja lewat aplikasi dan memungkinkan motor terbuka otomatis ketika pemilik mendekat.
Pengguna bisa mengatur jarak “sensing unlock” dari 1 sampai 5 meter. Pola ini membuat pengalaman penggunaan terasa mirip sistem keyless pada mobil modern, tanpa selalu bergantung pada kunci fisik.
Aplikasi pendampingnya juga memuat beberapa fungsi praktis. Berikut fitur yang disebut tersedia:
- Mengecek kapasitas baterai.
- Membuka bagasi.
- Mengaktifkan alarm.
- Menambahkan pengguna lain.
Meski begitu, ada batasan yang perlu diperhatikan. Saat baterai dilepas, seluruh fungsi digital tidak bisa dipakai sehingga akses harus kembali menggunakan kunci manual.
Efisiensi baterai, isi daya, dan ruang simpan
Dalam pemakaian harian, konsumsi baterainya disebut cukup stabil. Dari pengamatan pada review tersebut, setiap 1 km perjalanan mengurangi sekitar 1 persen daya baterai.
Secara teori, jarak tempuhnya bisa mencapai 100 km dalam kondisi penuh. Namun pengguna tetap disarankan tidak membiarkan baterai habis sampai nol agar umur pakainya lebih terjaga.
Untuk pengisian daya, charger bawaan memiliki arus 10 ampere dengan konsumsi listrik sekitar 800–840 watt. Pengisian dari 30 persen hingga penuh dilaporkan memerlukan sekitar 2,5 jam, yang tergolong cepat untuk kategori motor listrik.
Bagasinya cukup fungsional untuk jas hujan, charger, dan helm standar bawaan. Untuk helm berukuran besar, ruang simpan ini disebut belum tentu optimal.
Review yang sama juga menyebut baterai masih bisa ditingkatkan hingga 50 Ah tanpa modifikasi besar. Jika ingin kapasitas lebih besar dari itu, pengguna perlu melakukan penyesuaian pada dudukan baterai, sehingga aspek teknis ini patut dihitung sebelum memutuskan upgrade.







