Tesla Gandeng Sunwoda, Langkah Baru Untuk Menekan Biaya Baterai Global

Tesla dilaporkan menambah Sunwoda asal China ke dalam rantai pasok globalnya untuk menekan biaya baterai dan memperluas sumber suplai komponen penting kendaraan listrik. Langkah ini menempatkan Sunwoda Electric Vehicle Battery Co Ltd sebagai pemasok baterai daya global kelima bagi Tesla, menurut laporan media industri China 36Kr yang mengutip sejumlah sumber di industri.

Pengiriman baterai baru tersebut disebut sudah dimulai dari fasilitas manufaktur Sunwoda di Yiwu, Zhejiang. Baterai itu saat ini dipasang pada kendaraan yang diproduksi di pabrik Tesla Shanghai dan diekspor ke pasar luar negeri, sementara penggunaan untuk model Tesla di pasar China belum mendapat keputusan akhir.

Strategi Tesla memperkuat kendali biaya

Masuknya Sunwoda menunjukkan Tesla masih mencari cara untuk memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok baterai. Perusahaan ini dinilai ingin mengurangi ketergantungan pada satu pemasok besar dan menekan komponen biaya yang selama ini sangat berat dalam struktur produksi mobil listrik.

Menurut laporan tersebut, biaya pengadaan baterai daya masih menyumbang lebih dari 30% dari total biaya kendaraan. Tekanan itu semakin terasa ketika bisnis otomotif Tesla turun menjadi 69,526 miliar dolar AS, merosot 10% secara tahunan, sementara margin kotor otomotif tanpa kredit regulasi hanya 15,4%.

Model kerja sama yang berbeda

Kemitraan Tesla dengan Sunwoda memakai pola bisnis yang baru. Tesla membeli sel baterai langsung dari Sunwoda, lalu merakit modul dan paket baterai secara mandiri.

Skema ini berbeda dari praktik sebelumnya ketika Tesla membeli modul dari CATL. Pola baru tersebut memberi Tesla kontrol yang lebih dalam terhadap biaya, desain, dan efisiensi pengadaan baterai prismatik yang kini makin banyak dipakai pada kendaraan listrik.

  1. Tesla membeli sel baterai langsung dari Sunwoda.
  2. Tesla merakit modul baterai sendiri.
  3. Tesla menyusun paket baterai di internal perusahaan.
  4. Tesla memperluas sumber pasokan selain CATL.

Teknologi LFP generasi ketiga

Sel baterai yang dipasok Sunwoda ke Tesla menggunakan bahan lithium iron phosphate atau LFP generasi ketiga. Menurut sumber yang dikutip 36Kr, teknologi ini mendukung kecepatan pengisian hingga 3C dan sejalan dengan tren industri menuju pengisian super cepat.

Pemakaian LFP juga menarik perhatian karena jenis baterai ini dikenal lebih cocok untuk efisiensi biaya dibanding beberapa kimia baterai lain. Dalam konteks persaingan kendaraan listrik global, kombinasi harga yang kompetitif dan dukungan pengisian cepat menjadi nilai jual penting bagi produsen mobil.

Diversifikasi pemasok di tengah tekanan margin

Dengan hadirnya Sunwoda, rantai pasok baterai global Tesla menjadi lebih beragam. Perusahaan ini memang sejak lama berupaya mendapatkan pemasok besar kedua dari China selain CATL, dan Sunwoda kini masuk sebagai kandidat yang memenuhi kebutuhan tersebut.

BYD sebelumnya juga disebut pernah mengirim baterai ke pabrik Tesla di Eropa, tetapi perkembangan kerja samanya belum jelas. Di sisi lain, Sunwoda dinilai mampu menarik pelanggan lewat harga kompetitif dan layanan yang kuat, dua faktor yang makin penting saat produsen kendaraan listrik berupaya menjaga profitabilitas.

Situasi bisnis Sunwoda ikut menguat

Sunwoda bukan pemain kecil dalam industri ini. Melalui prospektus penawaran umum di Hong Kong, Sunwoda EVB menyebut total pendapatan perusahaan mencapai 56 miliar yuan atau 8,2 miliar dolar AS pada 2024.

Perusahaan itu juga sudah memiliki pengalaman kerja sama dengan merek kendaraan listrik lain, termasuk lewat usaha patungan dengan startup China Li Auto. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Sunwoda juga menyelesaikan sengketa hukum dengan anak usaha Geely terkait gugatan kualitas baterai bernilai hingga 2,31 miliar yuan, yang diperkirakan berdampak 500 juta sampai 800 juta yuan terhadap laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham pada 2025.

Pergerakan Tesla bersama Sunwoda memperlihatkan bahwa perang biaya di industri kendaraan listrik masih berjalan ketat, dan pengendalian rantai pasok baterai tetap menjadi salah satu faktor paling menentukan bagi daya saing produsen mobil listrik terbesar di dunia.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button