Kendaraan Pribadi Dan Truk Kuasai Polusi Indonesia, Angka Emisinya Mencengangkan

Kendaraan pribadi dan truk menjadi sumber utama polusi transportasi di Indonesia, dengan dominasi emisi yang jauh lebih besar dibandingkan angkutan umum. Data yang disampaikan pejabat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukkan bahwa transportasi darat menyumbang hampir 90 persen emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi, tepatnya sekitar 89,9 persen.

Porsi tersebut setara dengan sekitar 12,2 persen hingga 15 persen dari total emisi nasional, atau sekitar 22 persen sampai 27 persen dari emisi di sektor energi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan polusi transportasi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan, tetapi juga dengan pola mobilitas yang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

Kendaraan pribadi masih mendominasi jalanan

Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah mencapai sekitar 164,5 juta unit, dan sebagian besar merupakan sepeda motor serta mobil pribadi. Ketergantungan terhadap kendaraan pribadi berbahan bakar fosil membuat emisi karbon terus naik, terutama di kota-kota besar dengan mobilitas tinggi.

Emisi karbon dioksida dari kendaraan pribadi bahkan disebut telah melampaui 108 juta ton per tahun. Angka itu menunjukkan bahwa sepeda motor dan mobil pribadi bukan sekadar alat mobilitas, tetapi juga penyumbang besar polusi udara dan emisi iklim.

Angkutan umum belum menjadi pilihan dominan

Di tengah tingginya volume kendaraan pribadi, peran transportasi umum masih sangat kecil. Jumlah bus, misalnya, hanya sekitar 0,2 persen dari total populasi kendaraan bermotor, sehingga kontribusinya terhadap emisi juga rendah.

Rendahnya penggunaan angkutan massal menunjukkan bahwa masyarakat masih sulit beralih dari kendaraan pribadi ke moda yang lebih efisien. Selama layanan transportasi umum belum menjangkau kebutuhan perjalanan harian secara nyaman, cepat, dan terintegrasi, beban emisi dari sektor transportasi akan tetap tinggi.

Truk diesel punya kontribusi emisi yang tidak seimbang

Selain kendaraan pribadi, truk menjadi sumber polusi besar yang sering luput dari perhatian publik. Urban Mobility Manager WRI Indonesia, Dimas Fadhil, menyampaikan bahwa populasi truk di Indonesia hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor, tetapi kontribusinya terhadap emisi mencapai sekitar 40,56 persen.

Ketimpangan ini terjadi karena truk beroperasi dengan intensitas tinggi untuk distribusi barang dan banyak memakai bahan bakar solar. Hampir 90 persen pergerakan logistik nasional masih bergantung pada moda tersebut, sehingga emisi yang muncul dari sektor angkutan barang tetap besar dan sulit ditekan tanpa perubahan sistem distribusi.

Kenapa polusi kendaraan sulit turun

Pertumbuhan kendaraan pribadi, lemahnya angkutan umum, dan tingginya ketergantungan pada truk diesel saling memperkuat satu sama lain. Sepanjang kebutuhan perjalanan orang dan barang masih bertumpu pada kendaraan berbahan bakar fosil, penurunan emisi akan bergerak lambat.

Berikut faktor utama yang membuat emisi transportasi tetap tinggi:

  1. Jumlah kendaraan pribadi sangat besar dan terus bertambah.
  2. Penggunaan bahan bakar fosil masih dominan di jalan raya.
  3. Layanan transportasi umum belum cukup menarik bagi banyak pengguna.
  4. Truk diesel dipakai luas dalam logistik nasional.
  5. Distribusi barang masih sangat bergantung pada moda darat.

Biaya lingkungan dan ekonomi ikut membesar

Masalah emisi dari transportasi tidak berhenti pada kualitas udara saja. Penggunaan truk diesel juga membebani anggaran negara melalui subsidi bahan bakar solar yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.

Di sisi lain, tingginya polusi dari kendaraan bermotor memperburuk kualitas hidup warga, terutama di kawasan perkotaan yang padat lalu lintas. Tekanan terhadap kesehatan publik, konsumsi energi, dan biaya logistik membuat persoalan ini menjadi isu lintas sektor, bukan semata urusan transportasi.

Perubahan yang dibutuhkan

Pengurangan emisi transportasi membutuhkan perbaikan pada dua sisi sekaligus, yaitu mobilitas penumpang dan distribusi barang. Penguatan angkutan umum, mendorong peralihan ke kendaraan rendah emisi, serta efisiensi logistik menjadi langkah yang saling terkait.

Selama kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama dan truk diesel masih mendominasi distribusi nasional, sektor transportasi akan terus berada di posisi teratas sebagai penyumbang polusi di Indonesia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version