
PT Indomobil Global Transportasi bersama Foton menampilkan aneka kendaraan komersial listrik di GIICOMVEC 2026 sebagai bagian dari dorongan transformasi mobilitas bisnis nasional. Pameran ini berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 8–11 April 2026 dan menjadi ajang untuk memperkenalkan pendekatan baru armada niaga berbasis EV.
Foton mengusung tema “Electric Strength for Every Journey” untuk menegaskan fokus pada efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan di berbagai sektor industri. Kehadiran lini kendaraan komersial listrik ini juga menunjukkan upaya Foton memperluas peran kendaraan niaga yang tidak hanya andal di operasional, tetapi juga relevan dengan arah elektrifikasi global.
Fokus pada solusi bisnis, bukan sekadar produk
Sebagai merek global yang hadir di lebih dari 130 negara, Foton menempatkan inovasi kendaraan komersial sebagai strategi utama agar tetap selaras dengan kebutuhan industri modern. Dukungan jaringan manufaktur dan pusat riset di berbagai wilayah menjadi dasar untuk menghadirkan produk yang kompetitif dan adaptif terhadap pasar.
“Foton berkomitmen menghadirkan solusi kendaraan komersial berorientasi masa depan. Melalui inovasi elektrifikasi, kami ingin memastikan setiap perjalanan bisnis berjalan lebih efisien, berkelanjutan, dan andal,” ujar Luis Huo dari Foton Global. Kutipan itu memperlihatkan bahwa elektrifikasi diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar tren pameran.
Di Indonesia, arah itu ditegaskan melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial yang menyasar kebutuhan operasional bisnis. COO Foton Indonesia, Edi Napis, menyebut pasar domestik memiliki potensi besar untuk adopsi kendaraan listrik, terutama di sektor yang membutuhkan armada dengan biaya operasional lebih efisien.
“Keberadaan dukungan pemerintah terhadap percepatan elektrifikasi otomotif juga menjadi katalis penting dalam mendorong efisiensi energi dan transisi menuju mobilitas ramah lingkungan,” kata Edi Napis. Pernyataan tersebut memperkuat posisi Foton sebagai produsen yang ingin masuk lebih dalam ke ekosistem kendaraan niaga listrik di Indonesia.
Ekosistem Easy Move jadi nilai tambah
Foton tidak hanya membawa unit kendaraan, tetapi juga memperkenalkan “Easy Move” sebagai ekosistem mobilitas terintegrasi. Konsep ini dirancang sebagai solusi end-to-end yang menghubungkan manusia, kendaraan, dan logistik dalam satu sistem yang saling terkoneksi.
Pendekatan itu sejalan dengan konsep value beyond vehicle, yakni memberi nilai tambah pada pengelolaan armada bisnis. Artinya, konsumen tidak hanya membeli kendaraan, tetapi juga memperoleh dukungan yang bisa membantu efisiensi operasional secara menyeluruh.
Solusi tersebut mencakup teknologi kendaraan listrik, pengisian daya, dan layanan purnajual. Dalam sekitar tiga tahun, Foton Indonesia juga mencatat perluasan jaringan layanan purnajual menjadi lebih dari 59 titik di berbagai wilayah untuk menjaga operasional pelanggan tetap optimal.
Jaringan layanan yang luas menjadi faktor penting bagi kendaraan komersial, karena waktu henti atau downtime dapat berdampak langsung pada produktivitas bisnis. Karena itu, kehadiran layanan purnajual ikut menjadi bagian dari strategi Foton untuk menjaga kontinuitas armada pelanggan.
Lini kendaraan listrik yang dibawa ke pameran
Di GIICOMVEC 2026, Foton memamerkan beberapa model kendaraan komersial listrik yang disiapkan untuk kebutuhan usaha yang berbeda. Debut double cabin listrik eTundland menjadi salah satu sorotan utama karena posisinya sebagai kendaraan multifungsi untuk berbagai kebutuhan operasional.
Selain itu, Foton juga menampilkan eView Connect sebagai van listrik untuk mobilitas operasional. Ada pula eTruckmate sebagai truk ringan berbasis listrik, serta eMiler dan eAumark yang diarahkan untuk kebutuhan distribusi dan logistik.
Berikut lini utama yang ditampilkan Foton:
- eTundland, double cabin listrik untuk kebutuhan multifungsi.
- eView Connect, van listrik untuk mobilitas operasional.
- eTruckmate, truk ringan berbasis listrik.
- eMiler, kendaraan untuk mendukung distribusi.
- eAumark, kendaraan niaga untuk kebutuhan logistik.
Kehadiran lima model itu menunjukkan bahwa Foton tidak hanya membidik satu segmen, tetapi juga membangun portofolio kendaraan listrik komersial yang cukup beragam. Strategi ini penting karena tiap sektor bisnis memiliki kebutuhan armada yang berbeda, mulai dari angkutan barang, logistik, hingga operasional lapangan.
Perakitan lokal dan TKDN 36,25 persen
Untuk mendukung ekspansi di Indonesia, Foton mengandalkan perakitan lokal dengan skema Completely Knocked Down atau CKD di fasilitas Indomobil, Pulo Gadung, Jakarta. Skema ini membantu menjaga ketersediaan unit sekaligus memberi ruang yang lebih besar untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar domestik.
Foton juga mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri sebesar 36,25 persen. Angka ini menunjukkan adanya kontribusi terhadap industri otomotif nasional sekaligus memperkuat posisi produk Foton di pasar yang semakin menaruh perhatian pada kandungan lokal.
Kehadiran model CKD biasanya juga memberi nilai strategis dalam hal suplai, perawatan, dan pengembangan ekosistem jangka panjang. Dalam konteks kendaraan komersial listrik, faktor itu bisa menjadi penentu karena pelaku usaha umumnya membutuhkan kepastian layanan serta ketersediaan unit yang konsisten.
Booth interaktif untuk pendekatan ke pelaku usaha
Foton juga menghadirkan booth interaktif di ajang tersebut agar pengunjung bisa mengeksplorasi teknologi yang dibawa. Format ini membuka ruang bagi calon pengguna untuk berkonsultasi langsung mengenai solusi mobilitas bisnis yang efisien dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Foton ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelaku industri, bukan hanya memamerkan produk. Dalam pasar kendaraan komersial, kombinasi antara produk, layanan, dan kesiapan ekosistem kerap menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan pembelian diambil.
Dengan portofolio EV yang lengkap, dukungan layanan purnajual yang luas, serta perakitan lokal melalui CKD, Foton menempatkan diri sebagai salah satu pemain yang agresif dalam pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia. GIICOMVEC 2026 pun menjadi panggung penting untuk menunjukkan bahwa elektrifikasi armada niaga kini bergerak dari sekadar wacana menuju solusi operasional yang lebih nyata.
Source: www.oto.com








