Vinfast Hampir Tumbuh Dua Kali Lipat, Target 300 Ribu EV 2026 Mengguncang Pasar

VinFast menutup periode terakhir dengan capaian yang membuat peta persaingan kendaraan listrik global semakin menarik. Produsen asal Vietnam itu mengirim 196.919 kendaraan listrik sepanjang 2025, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024, lalu langsung menargetkan 300 ribu unit pada 2026.

Lonjakan itu tidak datang dari satu sumber saja, tetapi terutama ditopang pasar domestik Vietnam yang masih menjadi mesin utama pertumbuhan. Di saat yang sama, VinFast juga membangun pijakan di Amerika Utara, Eropa, India, Indonesia, dan Filipina untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Kinerja yang naik cepat

Capaian 196.919 unit pada 2025 menunjukkan skala pertumbuhan VinFast yang sangat agresif. Angka itu menempatkan perusahaan dalam sorotan karena pertumbuhan dua kali lipat dalam setahun bukan pencapaian yang mudah, terutama di industri EV yang kompetitif dan padat modal.

Selain mobil listrik, VinFast juga mencatat perkembangan besar di lini roda dua listrik. Perusahaan mengumumkan penjualan 406.498 unit e-scooter dan e-bike sepanjang 2025, menandakan strategi elektrifikasi VinFast tidak hanya bergantung pada mobil penumpang.

Vietnam masih jadi penopang utama

Pasar Vietnam berperan besar dalam pencapaian tersebut. Laporan lokal menyebut penjualan domestik VinFast mendekati 170 ribu unit sepanjang tahun, hampir dua kali lipat dibandingkan 2024, sehingga negeri asalnya tetap menjadi pusat gravitasi bisnis perusahaan.

Pertumbuhan itu didorong oleh beberapa faktor yang saling menguatkan. VinFast memperluas lini produk, membangun jaringan pengisian daya, dan memanfaatkan pengenalan merek yang kian kuat di pasar lokal.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah Vietnam yang mendukung elektrifikasi ikut menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi kendaraan listrik. Kombinasi insentif, infrastruktur, dan minat konsumen membuat VinFast mampu menjaga laju penjualan di dalam negeri.

Target 300 ribu unit pada 2026

Setelah mencatat pencapaian besar pada 2025, VinFast langsung memasang target lebih tinggi, yakni pengiriman 300 ribu kendaraan listrik pada 2026. Angka itu berarti kenaikan sekitar 50 persen dari realisasi 2025 dan menunjukkan perusahaan tidak ingin mengendurkan ekspansi.

Namun, target tersebut tetap menyisakan tantangan besar. VinFast belum merilis angka pengiriman global resmi untuk kuartal pertama 2026, sehingga arah awal pencapaian target masih bergantung pada performa beberapa bulan ke depan.

Indikasi di pasar Vietnam sejauh ini masih positif. Penjualan VinFast di pasar domestik tercatat lebih dari 16 ribu pengiriman EV hanya pada Januari, yang menunjukkan permintaan belum menunjukkan perlambatan berarti.

Faktor yang membuat VinFast diperhatikan

  1. Pertumbuhan pengiriman global yang sangat cepat dalam satu tahun.
  2. Kinerja domestik Vietnam yang tetap menjadi sumber utama penjualan.
  3. Ekspansi ke sejumlah pasar internasional utama.
  4. Portofolio produk yang tidak hanya fokus pada mobil listrik, tetapi juga e-scooter dan e-bike.
  5. Dukungan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang.

VinFast kini dipandang bukan lagi sekadar startup otomotif dari Vietnam. Dengan hampir 200 ribu unit EV terjual pada 2025 dan target 300 ribu unit pada 2026, perusahaan itu mulai masuk ke kelompok produsen kendaraan listrik yang paling diperhatikan secara global.

Perkembangan VinFast juga penting dibaca sebagai sinyal bahwa persaingan otomotif listrik tidak lagi didominasi merek lama dari Tiongkok, Eropa, atau Amerika Serikat. Dalam konteks itu, VinFast mencoba membangun identitas sebagai pemain baru yang tumbuh cepat, mengandalkan pasar domestik yang kuat, dan menggunakan ekspansi internasional untuk mengejar skala yang lebih besar.

Source: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version