PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi membuka Mazda PIK 2 sekaligus Mazda Indonesia Training Centre di kawasan Pantai Indah Kapuk 2. Langkah ini menandai ekspansi baru Mazda di Indonesia, bukan hanya dari sisi jaringan ritel, tetapi juga dari penguatan kualitas sumber daya manusia di balik layanan merek asal Jepang tersebut.
Peresmian fasilitas ganda ini menjadi sinyal bahwa Mazda ingin membangun fondasi bisnis yang lebih kuat di pasar domestik. Dengan menghadirkan diler 3S dan pusat pelatihan pertama di Indonesia dalam satu gedung, Mazda menempatkan pengalaman pelanggan dan standar layanan sebagai dua fokus utama.
Diler 3S di kawasan bisnis yang terus berkembang
Mazda PIK 2 hadir dengan konsep 3S, yakni Sales, Service, dan Spare Parts. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 1.470 meter persegi dan berdiri tiga lantai, sehingga konsumen bisa mendapatkan layanan penjualan, perawatan, dan suku cadang dalam satu lokasi.
Pemilihan PIK 2 juga sejalan dengan karakter kawasan tersebut yang tumbuh cepat sebagai pusat bisnis dan gaya hidup baru. Lokasi itu memberi akses yang lebih luas bagi pelanggan di wilayah utara Jakarta dan sekitarnya, sekaligus mempertegas strategi Mazda untuk memperluas jangkauan layanan premium.
Integrasi tiga layanan utama dalam satu atap memberi nilai tambah bagi pemilik kendaraan. Selain lebih praktis, model ini juga membantu Mazda menjaga konsistensi pelayanan di seluruh titik kontak pelanggan.
Pusat pelatihan pertama untuk SDM Mazda di Indonesia
Di lantai 4 gedung yang sama, Mazda Indonesia Training Centre berdiri di atas area sekitar 704 meter persegi. Fasilitas ini menjadi pusat pelatihan pertama Mazda di Indonesia dan dapat menampung lebih dari 100 peserta sekaligus.
Keberadaan pusat pelatihan ini penting karena industri otomotif modern menuntut standar layanan yang seragam. Mazda menargetkan penguasaan produk, keterampilan teknis mekanik, dan kemampuan komunikasi tenaga penjual serta frontliner agar kualitas layanan di jaringan diler tetap sesuai standar global.
Seluruh pengajar di pusat pelatihan ini telah memperoleh sertifikasi langsung dari Mazda Motor Corporation. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengembangan SDM tidak hanya bersifat internal, tetapi juga mengikuti arahan dan standar resmi dari prinsipal global.
Ruang pelatihan dengan filosofi khas Mazda
Mazda Indonesia Training Centre tidak hanya dirancang sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang yang merefleksikan nilai dan filosofi merek. Sejumlah ruang di dalamnya membawa penamaan yang terinspirasi dari sejarah, desain, dan budaya kerja Mazda.
Berikut beberapa ruang dan fungsinya:
- Hiroshima Hall: merepresentasikan asal-usul Mazda dan ketangguhannya sebagai merek global.
- Hikari Hall: ruang serbaguna yang mendorong keterbukaan dan pertukaran ide.
- KODO Meeting Room: terinspirasi dari filosofi desain Soul of Motion.
- Monozukuri Corner: area pendalaman teknologi rekayasa mesin dan warna premium Mazda.
- Omotenashi Room: fokus pada pengembangan layanan tulus khas Jepang.
- Hitozukuri Room: ruang inti untuk pengembangan manusia dan praktik teknikal terintegrasi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Mazda tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk budaya kerja yang selaras dengan identitas merek. Dengan begitu, kualitas layanan diharapkan lebih konsisten mulai dari garda depan hingga bengkel.
Sinyal investasi jangka panjang di Indonesia
CEO Eurokars Group Indonesia, Herbert Kwee, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis yang telah disusun untuk jangka panjang. Ia menyebut perusahaan akan terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan, penguatan kapabilitas, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.
“Sebagai grup, arah kami jelas. Kami akan terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan, memperkuat kapabilitas, serta berfokus pada kualitas dan pengalaman pelanggan. Kami telah menghadirkan Headquarters baru Mazda di Indonesia, dan hari ini kami meresmikan Mazda Indonesia Training Centre,” ujar Herbert Kwee.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Mazda tidak sekadar menambah bangunan fisik, melainkan membangun infrastruktur bisnis yang menopang pertumbuhan berkelanjutan. Di tengah kompetisi otomotif yang makin ketat, ketepatan layanan dan kesiapan SDM menjadi pembeda penting bagi merek premium.
Peresmian di PIK 2 juga dihadiri jajaran petinggi Mazda Indonesia, Mazda Motor Corporation, dan Eurokars Group, termasuk Ong Lay Ling selaku Group CEO Eurokars Group serta Hiroshi Shiba sebagai General Manager ASEAN Business Office Mazda Motor Corporation. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan lintas level terhadap penguatan operasi Mazda di Indonesia.
Dengan hadirnya diler modern dan pusat pelatihan pertama secara bersamaan, Mazda menempatkan Indonesia sebagai pasar yang menerima perhatian serius. Langkah ini diperkirakan akan memperkuat jaringan ritel, meningkatkan kualitas teknisi dan wiraniaga, serta memperkaya pengalaman pelanggan Mazda di kawasan metropolitan Jakarta.
Source: www.oto.com






