Penjualan mobil listrik di Indonesia turun pada Maret. Data distribusi pabrik ke dealer atau wholesales dari Gaikindo mencatat 10.572 unit, turun 14,15 persen dibandingkan Februari yang berada di level lebih tinggi.
Pelemahan ini terjadi karena jumlah hari kerja operasional pabrik dan pengiriman ke dealer berkurang akibat libur panjang Idul Fitri dan cuti bersama. Kondisi tersebut ikut menekan banyak model, meski beberapa merek masih mencatat pertumbuhan pada periode yang sama.
Dampak libur panjang terlihat pada distribusi kendaraan
Gaikindo merilis data tersebut pada Jumat (11/4/2026), dan angka itu memperlihatkan bahwa gangguan kalender kerja masih menjadi faktor penting bagi industri otomotif. Saat aktivitas logistik dan produksi melambat, distribusi mobil listrik ke jaringan penjualan ikut tertahan meski permintaan pasar tidak selalu turun dengan pola yang sama.
Di pasar mobil listrik, tekanan distribusi seperti ini kerap membuat angka bulanan bergerak tajam. Karena itu, analis penjualan biasanya membedakan antara pelemahan akibat faktor musiman dan penurunan karena melemahnya minat beli konsumen.
BYD Atto 1 turun tajam
Salah satu model yang paling terdampak adalah BYD Atto 1. Mobil listrik tersebut hanya tercatat terdistribusi 672 unit pada Maret, jauh di bawah capaian Februari yang mencapai 3.700 unit dan Januari sebanyak 3.361 unit.
Penurunan tajam itu menunjukkan bahwa model yang sebelumnya menjadi penopang volume penjualan juga ikut terkena efek libur panjang. Dalam industri otomotif, gangguan distribusi seperti ini sering membuat performa bulanan terlihat lebih lemah daripada kondisi permintaan riil di pasar.
Model yang justru naik di tengah tekanan
Tidak semua model mengalami pelemahan pada periode tersebut. BYD M6, yang mengisi segmen MPV 7-seater, justru mencatat kenaikan distribusi menjadi 976 unit dari 523 unit pada bulan sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada Sealion 07 yang menjadi mobil listrik terlaris BYD dalam periode itu dengan 1.236 unit. Di sisi lain, Denza sebagai submerek premium BYD juga mencatat pertumbuhan setelah mengirim 455 unit MPV pintu geser, naik dari 270 unit pada bulan sebelumnya.
Persaingan merek makin ketat
Di luar BYD dan Denza, Geely juga menarik perhatian lewat EX2 yang terdistribusi 949 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa persaingan di segmen mobil listrik tetap aktif meski pasar sedang menghadapi gangguan musiman.
Sementara itu, Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris secara keseluruhan di Indonesia pada Maret dengan 2.959 unit. Capaian itu sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari yang mencatat 2.926 unit, sehingga menunjukkan bahwa beberapa model masih mampu menjaga momentum di tengah pelemahan pasar total.
Lima model yang menonjol pada Maret
- Jaecoo J5: 2.959 unit
- Sealion 07: 1.236 unit
- BYD M6: 976 unit
- Geely EX2: 949 unit
- BYD Atto 1: 672 unit
Pergerakan ini menegaskan bahwa pasar mobil listrik di Indonesia belum bergerak seragam. Pada satu sisi, libur panjang menekan distribusi secara keseluruhan, tetapi pada sisi lain sejumlah model masih mampu mencatat kenaikan berkat strategi produk, segmentasi pasar, dan daya tarik varian yang sesuai kebutuhan konsumen.
