Ekspor Otomotif Turun 20 Persen di Maret 2026, Libur Lebaran Menekan Laju Industri

Ekspor otomotif Indonesia melemah pada Maret dan terlihat pada hampir semua lini pengiriman, mulai dari kendaraan utuh, mobil terurai, hingga komponen. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penurunan ini terjadi seiring aktivitas industri yang terdampak periode libur Lebaran lebih panjang.

Pengiriman mobil utuh atau CBU tercatat 36.867 unit, turun 20 persen dibanding Februari yang mencapai 46.585 unit. Secara tahunan, ekspor CBU juga turun 7,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tekanan di segmen CBU dan CKD

Penurunan lebih tajam muncul pada ekspor mobil terurai atau CKD. Sepanjang Maret, jumlah pengiriman hanya 5.038 set unit, turun 36,2 persen dari 7.898 set unit pada bulan sebelumnya.

Meski begitu, segmen CKD masih mencatat pertumbuhan 10,4 persen secara tahunan dibanding Maret tahun lalu yang hanya 4.564 set unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan bulanan belum sepenuhnya menghapus pemulihan yang terjadi dalam basis tahunan.

Komponen ikut melemah, tetapi masih tumbuh tahunan

Ekspor komponen otomotif juga moderat pada periode yang sama. Total pengiriman tercatat 15.629.731 unit, turun dari 16.597.457 unit pada bulan sebelumnya, namun tetap lebih tinggi dibanding capaian tahun lalu yang sebanyak 14.260.063 unit.

Data ini menandakan rantai pasok otomotif Indonesia masih aktif di pasar global, meski laju pengiriman mengalami perlambatan. Di sisi lain, penurunan serentak pada CBU, CKD, dan komponen memberi sinyal bahwa permintaan atau jadwal produksi sedang tidak berada di level normal.

Merek dengan kontribusi terbesar

Dalam ekspor CBU, Toyota menjadi penyumbang terbesar dengan 12.870 unit. Daihatsu menyusul dengan 9.916 unit, lalu Mitsubishi Motors 9.057 unit, Hyundai 2.332 unit, Suzuki 1.521 unit, dan Honda 630 unit.

Pada ekspor CKD, Mitsubishi Motors memimpin dengan 3.364 set unit. Suzuki berada di posisi berikutnya dengan 888 set unit, disusul Hyundai 720 set unit dan Wuling 66 set unit.

Untuk komponen, Toyota kembali mendominasi dengan 14.653.172 pieces. Honda menyusul 916.000 pieces, Hino 50.986 pieces, Hyundai 5.205 pieces, dan Suzuki 4.368 pieces.

Rangkuman data ekspor otomotif Maret

  1. Ekspor CBU: 36.867 unit, turun 20 persen dari bulan sebelumnya.
  2. Ekspor CKD: 5.038 set unit, turun 36,2 persen dari bulan sebelumnya.
  3. Ekspor komponen: 15.629.731 pieces, turun dari bulan sebelumnya tetapi masih naik secara tahunan.
  4. Kontributor CBU terbesar: Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors.
  5. Kontributor CKD terbesar: Mitsubishi Motors, Suzuki, dan Hyundai.
  6. Kontributor komponen terbesar: Toyota, Honda, dan Hino.

Dampak hari libur pada aktivitas industri

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyebut panjangnya libur Lebaran menjadi salah satu faktor utama penurunan penjualan dan ekspor. “Pada bulan Maret terjadi penurunan karena panjangnya libur Lebaran,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pernyataan itu sejalan dengan data penjualan mobil domestik yang ikut terkoreksi. Wholesales pada Maret hanya mencapai 61.271 unit, turun dari 71.099 unit pada periode yang sama tahun lalu, sementara retail sales menyusut 13,2 persen menjadi 66.627 unit dari 76.765 unit.

Sinyal yang perlu dicermati pelaku industri

Pelemahan ekspor di satu bulan tidak otomatis menggambarkan tren jangka panjang, tetapi kombinasi penurunan di pasar domestik dan ekspor tetap perlu dicermati. Jika pola ini berlanjut, produsen bisa menghadapi tekanan pada rencana produksi, distribusi, dan pemenuhan target ekspor.

Di tengah persaingan pasar otomotif Asia yang makin ketat, konsistensi produksi dan stabilitas jadwal pengiriman menjadi faktor penting bagi Indonesia. Pergerakan ekspor pada periode berikutnya akan menjadi penentu apakah penurunan ini hanya efek musiman atau awal perlambatan yang lebih luas.

Exit mobile version