Innova Rebut Takhta Mobil Terlaris Maret 2026, Jaecoo J5 Kalah Tipis

Toyota Kijang Innova kembali memimpin pasar mobil nasional pada Maret 2026 dengan distribusi wholesales 3.656 unit. Hasil ini membuat model andalan Toyota tersebut melampaui Jaecoo J5 EV yang mencatat 2.959 unit, sekaligus menyalip Daihatsu Gran Max pikap dan Suzuki Carry pikap yang biasanya kuat di segmen kendaraan niaga.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Bloomberg Technoz menunjukkan total wholesales nasional pada Maret 2026 mencapai 61.271 unit. Angka itu turun 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih berada di level 71.099 unit.

Libur Lebaran Tekan Distribusi

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyebut penurunan pasar terjadi karena periode libur Lebaran berlangsung panjang pada bulan tersebut. Kondisi itu mengurangi hari kerja pabrik dan memperlambat pengiriman unit ke dealer di berbagai daerah.

Jongkie mengatakan, “Pada bulan Maret terjadi penurunan karena panjangnya libur Lebaran.” Situasi tersebut membuat banyak merek mencatat pelemahan secara bulanan, meski beberapa model tetap mampu menjaga volume penjualan.

Innova Kembali ke Puncak

Toyota Kijang Innova meraih posisi pertama berkat kontribusi dua varian utama, yakni Innova Reborn sebanyak 1.472 unit dan Innova Zenix sebanyak 2.184 unit. Kombinasi keduanya membuat lini Innova tetap menjadi pilihan kuat di segmen keluarga dan armada perusahaan.

Dengan pencapaian itu, Toyota kembali menunjukkan dominasi di pasar domestik, terutama lewat model MPV yang punya basis konsumen luas. Posisi Innova juga menegaskan bahwa permintaan terhadap mobil berkapasitas besar masih stabil di tengah perlambatan pasar.

Jaecoo J5 EV Jadi Penantang Baru

Di posisi kedua, Jaecoo J5 EV mencatat 2.959 unit dan menjadi salah satu kejutan terbesar di daftar mobil terlaris. Menariknya, angka tersebut naik tipis dari 2.926 unit pada bulan sebelumnya, sehingga model listrik ini mampu menjaga momentumnya saat pasar lain melemah.

Kehadiran Jaecoo J5 EV di papan atas memperlihatkan bahwa kendaraan listrik mulai mendapat ruang lebih besar dalam persaingan wholesales nasional. Walau masih tertinggal dari Innova, pencapaian itu memberi sinyal bahwa persaingan mobil elektrik kian ketat di Indonesia.

Pabrikan Jepang Masih Kuat di Daftar 10 Besar

Daihatsu Gran Max pikap menempati posisi ketiga dengan 2.919 unit, meski turun dari 4.458 unit pada bulan sebelumnya. Suzuki Carry pikap menyusul di urutan keempat dengan 2.738 unit, namun juga mengalami koreksi tajam dari 6.554 unit pada bulan sebelumnya.

Berikut daftar 10 mobil terlaris di Indonesia pada Maret 2026:

  1. Toyota Kijang Innova: 3.656 unit
  2. Jaecoo J5: 2.959 unit
  3. Daihatsu Gran Max pikap: 2.919 unit
  4. Suzuki Carry pikap: 2.738 unit
  5. Toyota Avanza: 2.366 unit
  6. Toyota Veloz HEV: 2.325 unit
  7. Toyota Rush: 2.252 unit
  8. Toyota Calya: 2.067 unit
  9. Daihatsu Sigra: 1.769 unit
  10. Mitsubishi Xpander termasuk Xpander Cross: 1.731 unit

Toyota juga menempatkan beberapa model lain di posisi penting, termasuk Avanza, Veloz HEV, Rush, dan Calya. Dominasi itu memperlihatkan kekuatan portofolio Toyota di segmen mobil keluarga yang masih menjadi tulang punggung pasar.

Mobil Listrik Masih Bergerak Naik Turun

Di luar Jaecoo J5 EV, performa mobil listrik lain juga menunjukkan dinamika berbeda. BYD Sealion 07 menjadi mobil listrik terlaris BYD pada Maret 2026 dengan 1.236 unit, sementara BYD M6 naik menjadi 976 unit dari 523 unit pada bulan sebelumnya.

Namun, BYD Atto 1 justru keluar dari daftar 10 besar setelah penjualannya turun ke 672 unit. Angka itu jauh di bawah capaian bulan sebelumnya, yang sempat mencapai 3.700 unit pada Februari dan 3.361 unit pada Januari.

Penjualan retail nasional pada Maret 2026 juga melemah menjadi 66.627 unit, turun 13,2% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 76.765 unit. Secara kumulatif, total wholesales Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat 209.021 unit, memperlihatkan pasar otomotif masih bergerak dinamis di tengah tekanan musiman dan perubahan preferensi konsumen.

Exit mobile version