Jaecoo J7 tengah menjadi sorotan pasar otomotif global setelah mencatat pencapaian besar di Inggris. Model ini berhasil menjadi mobil terlaris di negara tersebut pada Maret lalu, sekaligus memimpin penjualan sepanjang tahun berjalan berkat dukungan teknologi Super Hybrid System atau SHS.
Pencapaian itu menegaskan bahwa strategi elektrifikasi Jaecoo mulai mendapat respons kuat dari pasar. Dalam periode yang sama, Jaecoo J7 juga mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit dalam satu bulan dan mengumpulkan 15.703 unit sejak awal tahun.
Lonjakan Penjualan di Pasar Inggris
Kinerja Jaecoo J7 tidak berdiri sendiri, karena merek induknya, Omoda & Jaecoo, juga menunjukkan pertumbuhan agresif. Pada Maret, total penjualan kedua merek itu mencapai 61.254 unit dan naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi bagi Omoda & Jaecoo. Dari total itu, kendaraan elektrifikasi mendominasi dengan kontribusi 39.716 unit, atau melonjak hingga 471 persen, menandakan minat pasar terhadap model ramah lingkungan terus menguat.
SHS Jadi Daya Tarik Utama
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menyebut tren serupa juga mulai terlihat di pasar domestik. Ia menilai konsumen kini mencari kendaraan elektrifikasi yang tetap praktis dan relevan untuk kebutuhan harian, bukan sekadar menawarkan teknologi baru.
“Di sinilah teknologi seperti SHS (Super Hybrid System) menjadi semakin penting, karena mampu menghadirkan efisiensi sekaligus fleksibilitas dalam penggunaan,” ujar Jim Ma dalam keterangan resmi. Ia juga menegaskan bahwa teknologi ini memudahkan konsumen beradaptasi dengan elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
Cara Kerja Super Hybrid System
Teknologi SHS dirancang untuk menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional dalam satu sistem. Kombinasi ini membuat kendaraan dapat bekerja lebih efisien saat kondisi tertentu, namun tetap memiliki dukungan mesin untuk menjaga performa dan jarak tempuh.
Bagi pengguna, pendekatan ini menawarkan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, fleksibilitas penggunaan, dan kenyamanan berkendara. Model seperti ini juga menjadi jawaban bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi tetapi masih mempertimbangkan kekhawatiran soal jarak tempuh.
Catatan Performa dan Uji Global
Jaecoo menyebut teknologi SHS telah diuji di lebih dari 16 negara dengan kondisi jalan dan cuaca yang beragam. Pengujian itu menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menunjukkan bahwa performa J7 tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga relevan untuk pemakaian lintas pasar.
Dalam pengujian tersebut, Jaecoo J7 mampu menempuh jarak lebih dari 1.300 kilometer. Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memperlihatkan efisiensi sistem hybrid yang tetap memberi ruang bagi perjalanan jauh tanpa rasa khawatir berlebihan.
Data Penjualan yang Menarik Perhatian
Berikut ringkasan angka penting dari pencapaian Jaecoo dan Omoda & Jaecoo:
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Penjualan Jaecoo J7 dalam satu bulan | Lebih dari 10.000 unit |
| Penjualan Jaecoo J7 sejak awal tahun | 15.703 unit |
| Total penjualan Omoda & Jaecoo pada Maret | 61.254 unit |
| Kontribusi kendaraan elektrifikasi | 39.716 unit |
| Kenaikan penjualan elektrifikasi | 471 persen |
| Total penjualan global Omoda & Jaecoo | Lebih dari 960.000 unit |
Dengan total penjualan global yang sudah melampaui 960.000 unit dan diperkirakan segera menembus 1 juta unit, Omoda & Jaecoo kini masuk jajaran merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Di tengah persaingan yang semakin ketat, keberhasilan Jaecoo J7 di Inggris menunjukkan bahwa teknologi SHS punya daya saing yang kuat untuk pasar yang menuntut efisiensi, fleksibilitas, dan jarak tempuh panjang dalam satu paket kendaraan.
Source: www.liputan6.com






