Daihatsu membaca dengan hati-hati perubahan di jaringan dealer otomotif Indonesia saat merek-merek baru terus masuk dan persaingan makin padat. Di tengah munculnya fenomena sejumlah dealer merek Jepang yang berganti wajah menjadi merek China, Daihatsu memilih memperkuat layanan agar jaringan yang sudah ada tetap solid dan tidak ikut terdorong beralih.
Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, menegaskan pasar otomotif nasional kini mengalami pertumbuhan jumlah merek yang sangat beragam. Menurut dia, kondisi itu membuat loyalitas jaringan penjualan menjadi tantangan tersendiri bagi produsen yang ingin menjaga keberlanjutan bisnis di Indonesia.
Fokus Daihatsu ada pada kualitas layanan
Tri menjelaskan Daihatsu tidak menjadikan fenomena perpindahan dealer sebagai alasan untuk mengubah arah besar strategi jaringan. Perusahaan justru menempatkan peningkatan kualitas layanan sebagai cara utama mempertahankan hubungan dengan dealer dan konsumen.
“Yang kami lakukan adalah terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui dealer-dealer kami,” kata Tri di Jakarta, pekan kemarin. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Daihatsu melihat dealer bukan hanya titik penjualan, tetapi juga ujung tombak pengalaman pelanggan.
Dalam praktiknya, kualitas layanan menjadi faktor penting karena konsumen otomotif kini lebih mudah membandingkan merek, harga, teknologi, hingga standar purna jual. Jika dealer tidak mampu menjaga pelayanan, jaringan bisa kehilangan daya saing meski produknya masih diminati pasar.
Jaringan Daihatsu masih tersebar di banyak grup
Saat ini Daihatsu memiliki sekitar 260 jaringan penjualan yang berada di bawah 23 grup. Dari jumlah itu, separuh berada di bawah naungan Astra, sedangkan sisanya dikelola oleh grup independen.
Sebaran ini membuat Daihatsu memiliki basis jaringan yang cukup luas, tetapi juga menuntut koordinasi yang kuat antargrup. Di pasar yang berubah cepat, konsistensi standar layanan menjadi penting agar pengalaman konsumen tetap seragam di berbagai wilayah.
Tri menambahkan komitmen peningkatan layanan juga dijaga bersama seluruh grup dealer. Langkah itu ditempuh agar dealer tetap mampu memberikan pelayanan optimal dan produk Daihatsu tetap mudah diakses masyarakat.
Pergeseran dealer jadi sinyal baru di industri
Fenomena perpindahan dealer yang sempat ramai dibahas publik menunjukkan peta persaingan otomotif Indonesia sedang bergerak. Sejumlah merek China masuk dengan agresif, menawarkan produk baru, teknologi elektrifikasi, dan strategi ekspansi jaringan yang cepat.
Di sisi lain, produsen Jepang menghadapi tekanan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan selera pasar dan arah kebijakan yang mulai lebih ramah ke kendaraan listrik. Dalam situasi seperti ini, dealer menjadi arena penting karena merek yang mampu memberi dukungan bisnis lebih menarik bagi jaringan penjualan.
Kasus pada merek Honda yang dikabarkan menutup sejumlah dealer dan sebagian beralih fungsi ke merek China menjadi contoh nyata dinamika tersebut. Pada lokasi Pondok Pinang, dealer Honda disebut akan berganti menjadi outlet Jaecoo, yang menandai perubahan strategis di level jaringan ritel otomotif.
Pemerintah dorong percepatan adopsi kendaraan listrik
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sebelumnya juga menanggapi pergeseran ini sebagai tantangan bagi merek Jepang. Ia menilai produsen harus mampu membaca perubahan permintaan pasar dengan lebih teliti, terutama karena arah kebijakan pemerintah makin kuat mendukung kendaraan listrik.
“Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market,” kata Agus, seperti dikutip Antara. Ia juga menegaskan pemerintah telah memberi arahan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai segmen.
Agus menyebut dorongan itu mencakup sepeda motor, mobil penumpang, hingga truk dan bus. Berikut poin penting yang tercermin dari arah kebijakan tersebut:
- Pemerintah mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik.
- Segmen yang disasar mencakup kendaraan roda dua hingga kendaraan komersial.
- Produsen otomotif dituntut menyesuaikan strategi produk dan jaringan.
- Pasar domestik cenderung bergerak mengikuti kombinasi kebijakan dan kebutuhan konsumen.
Persaingan dealer akan makin ditentukan layanan
Bagi Daihatsu, situasi industri ini tampaknya dibaca sebagai pengingat bahwa kekuatan merek saja tidak cukup untuk mempertahankan jaringan. Dealer membutuhkan dukungan berkelanjutan, kepastian bisnis, dan pelayanan yang mampu menjawab ekspektasi konsumen yang terus naik.
Karena itu, penguatan layanan menjadi langkah yang relevan untuk menjaga ketahanan jaringan sekaligus mempertahankan posisi di pasar. Di tengah kompetisi yang dipicu masuknya merek baru dan akselerasi kendaraan listrik, kualitas pelayanan dealer bisa menjadi pembeda utama antara jaringan yang bertahan dan jaringan yang berganti arah.
Source: www.cnnindonesia.com