BYD Indonesia merespons keluhan Akbar Faisal soal kerusakan pada kendaraan listrik BYD Seal miliknya dengan menyebut telah menghubungi diler terkait. Langkah itu diambil agar penanganan masalah berlangsung cepat, jelas, dan konsumen bisa kembali memakai mobilnya setelah persoalan selesai.
Kasus ini mencuat setelah Akbar, yang juga politisi dan mantan anggota DPR RI, mengeluhkan layanan purna jual BYD melalui media sosial. Ia menyebut mobilnya mengalami gangguan pada kaki-kaki dan menilai ada saling lempar tanggung jawab antara BYD, leasing, asuransi, dan bengkel yang dipilih.
Keluhan yang disampaikan Akbar Faisal
Akbar menulis bahwa mobilnya bermasalah dan menggambarkan kondisi itu sebagai kendaraan yang “oleng joget”. Ia juga menyoroti lambatnya penyelesaian masalah karena menurutnya pihak-pihak terkait belum memberi solusi yang jelas.
Dalam unggahan lain, Akbar menyampaikan keberatannya terhadap penagihan cicilan yang tetap berjalan saat mobilnya belum bisa digunakan normal. Ia bahkan mengaku sempat menunda pembayaran cicilan, lalu membayarnya kembali, sebelum menunda lagi pada periode berikutnya.
Respons resmi dari BYD Indonesia
Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan menghargai setiap masukan dari pelanggan. BYD, kata dia, berupaya mendorong penyelesaian keluhan secara cepat dan solutif melalui koordinasi dengan diler.
“Saat ini kami sedang minta pihak diler untuk segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk konsumen untuk mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat,” ujar Luther melalui pesan singkat.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut diperlukan agar tidak muncul miskomunikasi. Menurutnya, informasi yang diterima perusahaan sejauh ini belum lengkap, sehingga BYD meminta diler merespons lebih cepat dan memastikan penanganan yang lebih baik di masa mendatang.
Poin penting dalam penanganan keluhan
- BYD meminta diler berkomunikasi langsung dengan konsumen.
- Perusahaan mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat.
- Penanganan diarahkan agar tidak terjadi miskomunikasi.
- BYD menekankan penyelesaian yang cepat dan solutif.
Dalam konteks layanan purna jual, respons seperti ini menjadi penting karena konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga kepastian perawatan setelah pembelian. Untuk kendaraan listrik seperti BYD Seal, kecepatan diagnosis dan kejelasan alur tanggung jawab kerap menentukan tingkat kepuasan pelanggan.
Kronologi singkat kasus BYD Seal milik Akbar Faisal
| Tahap | Keterangan |
|---|---|
| Pembelian | Akbar meminang BYD Seal tipe Premium di diler BYD Sudirman |
| Skema pembayaran | Unit dibeli secara kredit |
| Keluhan muncul | Mobil disebut mengalami kerusakan pada bagian kaki-kaki |
| Tanggapan publik | Akbar menyampaikan keluhan di media sosial |
| Langkah lanjutan | Akbar melayangkan somasi kepada BYD, Clipan Finance, Asuransi MAG, dan menyoroti OJK |
Akbar juga dikabarkan telah melayangkan somasi kepada BYD, Clipan Finance, Asuransi MAG, serta menyoroti peran OJK. Di sisi lain, kasus ini memperlihatkan pentingnya koordinasi antara produsen, diler, pembiayaan, asuransi, dan bengkel agar keluhan konsumen tidak terjebak pada tarik-menarik tanggung jawab.
Bagi produsen otomotif, terutama di segmen kendaraan listrik yang masih terus membangun kepercayaan pasar, ketepatan respons sering kali sama pentingnya dengan kualitas produk. Karena itu, fokus pada kepuasan pelanggan dan kejelasan penanganan keluhan akan menjadi faktor utama yang ikut memengaruhi citra BYD di Indonesia.
Source: otomotif.katadata.co.id






