Harga BBM 15 April 2026 Masih Diam, Shell Dan BP Lebih Mahal Dari Pertamina?

Harga BBM di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo pada 15 April 2026 masih terpantau stabil tanpa penyesuaian baru. Harga yang berlaku saat ini masih mengacu pada perubahan terakhir pada awal Maret, sehingga konsumen belum melihat pergerakan tarif lagi di awal April.

Kondisi ini penting bagi pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha yang bergantung pada biaya distribusi harian. Di tengah harga minyak dunia yang masih fluktuatif, pemerintah dan operator SPBU memilih menahan tarif agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pertamina masih jadi acuan utama

Pertamina belum mengubah harga BBM sejak penyesuaian awal Maret, baik untuk produk subsidi maupun nonsubsidi. Di wilayah Jawa, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sedangkan Pertamax dipatok Rp12.300 per liter.

Untuk produk dengan oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo berada di Rp13.100 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter. Adapun produk diesel non-subsidi, Dexlite tercatat Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Rincian harga Pertamina di sejumlah wilayah

Perbedaan harga antardaerah tetap terlihat pada produk nonsubsidi karena faktor distribusi dan karakter pasar. Di Aceh, Pertamax berada di Rp12.600 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter, sementara di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax naik ke Rp12.900 per liter.

Berikut contoh harga Pertamina di beberapa wilayah yang masih berlaku per 15 April 2026:

Wilayah Pertamax Pertamax Turbo Dexlite Pertamina Dex
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur Rp12.300 Rp13.100 Rp14.200 Rp14.500
Aceh Rp12.600 Rp13.350 Rp14.500 Rp14.800
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau Rp12.900 Rp13.650 Rp14.800 Rp15.100
Nusa Tenggara Timur Rp12.600 Rp13.350 Rp14.500 Rp14.800
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara Rp12.900 Rp13.650 Rp14.800 Rp15.100

Shell, BP, dan Vivo juga belum berubah

Shell Indonesia juga masih mempertahankan harga yang sama sejak penyesuaian awal Maret. Shell Super dijual Rp12.390 per liter, Shell V-Power Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter.

BP-AKR mengikuti pola serupa dengan BP 92 di Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter. Vivo Energy Indonesia pun belum mengubah tarifnya, dengan Revvo 92 di Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Plus Rp14.610 per liter.

Daftar harga BBM non-subsidi yang perlu dicatat

  1. Pertamax: Rp12.300 per liter di wilayah Jawa.
  2. Shell Super: Rp12.390 per liter.
  3. BP 92: Rp12.390 per liter.
  4. Revvo 92: Rp12.390 per liter.
  5. Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter.
  6. Shell V-Power Diesel dan BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter.
  7. Diesel Primus Plus Vivo: Rp14.610 per liter.

Harga di atas menunjukkan bahwa selisih antaroperator masih relatif tipis pada kelas bensin RON 92 dan RON 95. Kondisi ini membuat pilihan konsumen lebih sering bergeser ke lokasi SPBU terdekat, loyalitas merek, dan kebutuhan mesin kendaraan.

Faktor yang membuat harga bertahan

Pemerintah masih menahan perubahan tarif BBM untuk menjaga stabilitas ekonomi dan konsumsi rumah tangga. Dalam konteks ini, harga energi menjadi salah satu variabel yang terus dipantau karena dampaknya langsung ke ongkos transportasi dan logistik.

Di saat yang sama, operator BBM swasta dan Pertamina tetap menyesuaikan harga dengan kondisi pasar global, kurs, dan biaya distribusi. Artinya, meski hari ini belum ada perubahan, penyesuaian dapat terjadi sewaktu-waktu jika tren harga minyak dunia bergerak tajam.

Bagi pengguna kendaraan, pembaruan harga pada pertengahan April ini memberi gambaran bahwa pasar BBM masih berada dalam fase stabil. Selama belum ada pengumuman resmi baru, harga Pertalite, Biosolar, Pertamax, Shell, BP, dan Vivo akan tetap mengikuti daftar yang berlaku sejak penyesuaian awal Maret.

Exit mobile version