Pengguna sepeda motor yang mengandalkan navigasi sering berhadapan dengan satu masalah yang sama: perangkat peta di ponsel atau mobil masih bisa keliru, lambat, atau kurang nyaman saat dipakai di jalan. Dalam uji pakai jangka panjang, Garmin zūmo XT2 justru tampil sebagai salah satu sistem navigasi yang tetap konsisten membantu pengendara membaca arah dengan cepat dan lebih tenang.
Perangkat ini telah digunakan selama lebih dari tiga tahun di berbagai motor, dengan kondisi pemakaian yang keras, mulai dari getaran hingga pemrograman rute berulang. Hasilnya, zūmo XT2 memang tidak sempurna, tetapi dianggap jauh lebih andal dibanding beberapa perangkat lain, termasuk ponsel Android yang dipakai sebagai pembanding.
Arah belok yang lebih jelas dan tidak membingungkan
Salah satu keunggulan utama Garmin zūmo XT2 ada pada petunjuk belok yang lebih informatif. Begitu satu belokan selesai, nama jalan berikutnya langsung muncul di layar, sehingga pengendara bisa mengantisipasi rute tanpa harus menebak-nebak di tengah perjalanan.
Model panduan seperti ini penting karena banyak sistem navigasi lain hanya menampilkan jarak dan instruksi umum, seperti “belok kiri dalam 2,3 mil” atau menyebut landmark toko dan restoran. Pada motor, cara seperti itu bisa mengalihkan perhatian karena mata pengendara justru sibuk mencari penanda di pinggir jalan, bukan fokus ke jalur utama.
Dengan menampilkan nama jalan berikutnya, zūmo XT2 membantu pengendara tetap rileks dan lebih siap mengambil keputusan. Tampilan seperti ini juga membuat perjalanan terasa lebih mulus, terutama saat melintasi persimpangan yang padat atau jalur yang tidak familiar.
Layar besar dan baterai yang cukup untuk perjalanan harian
Garmin menyebut layar sentuh XT2 berukuran 6 inci, atau 15 persen lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Bagi pengendara motor, ukuran ini memberi keuntungan nyata karena informasi bisa dibaca cepat hanya dengan sekali lirik.
Layar yang lebih terang juga membantu saat berkendara di bawah cahaya matahari atau ketika kondisi jalan berubah-ubah. Dalam penggunaan harian, perangkat ini juga tergolong praktis karena bisa dipasang dan dilepas dari setang dengan mudah tanpa harus selalu disambungkan ke baterai motor.
Daya tahan baterainya juga cukup meyakinkan. Dalam pengujian tersebut, unit ini dibawa pulang untuk diisi daya setiap hari dan masih menyisakan baterai setelah sekitar enam jam penggunaan.
Fitur yang mendukung perjalanan berkelompok dan perjalanan jauh
Garmin menambahkan fitur Group Ride Mobile lewat aplikasi Tread di smartphone dan di unit XT2. Fitur ini memungkinkan pengguna melacak teman satu rombongan saat berkendara bersama.
Untuk rute yang lebih jauh dan minim sinyal, Garmin juga menjual aksesori Group Ride Radio serta Group Ride Radio Y-adapter Cable secara terpisah. Kombinasi ini membuat pelacakan tetap berjalan meski kendaraan masuk area tanpa koneksi seluler.
Fitur penting di Garmin zūmo XT2
- Petunjuk belok dengan nama jalan berikutnya.
- Layar sentuh 6 inci yang lebih besar dan terang.
- Pemasangan serta pelepasan dari motor relatif mudah.
- Dukungan Group Ride Mobile lewat aplikasi Tread.
- Akses ke BirdsEye Direct Satellite Imagery.
- Peta bisa diunduh langsung lewat Wi-Fi tanpa biaya tambahan tahunan.
- Peringatan khusus pengendara motor, seperti tikungan tajam, perubahan batas kecepatan, dan kamera lalu lintas.
Lebih fleksibel untuk jalan raya, off-road, dan perjalanan lintas negara
XT2 juga unggul karena bisa berpindah tampilan antara peta on-road, off-road, topografi, dan BirdsEye Direct Satellite Imagery. Bagi pengendara yang sering bergantian antara jalan aspal dan jalur alam, fleksibilitas ini sangat membantu dalam membaca medan.
Garmin juga memberi nilai tambah lewat peta yang dapat diunduh melalui Wi-Fi tanpa biaya tambahan langganan tahunan. Artinya, perangkat ini tidak hanya cocok untuk rute lokal, tetapi juga bisa dipakai saat bepergian ke wilayah lain, termasuk ke Eropa atau destinasi internasional lain selama ada cara untuk mengisi daya.
Ada kekurangan, tetapi masih bisa dimaklumi
Meski kuat di banyak sisi, XT2 tetap punya kekurangan yang perlu diperhatikan. Dudukan motor bisa dilepas tanpa alat, sehingga pengguna sebaiknya membawa unit dan mount ke dalam ruangan saat motor diparkir agar tidak mudah diambil orang.
Pemasangan awal juga dinilai agak rumit karena ada dua ball mount yang harus disesuaikan dengan hati-hati. Setelah dipasang beberapa kali, proses itu menjadi lebih mudah, tetapi pada awal penggunaan tetap membutuhkan ketelitian ekstra.
Garmin zūmo XT2 juga dibanderol US$599, sehingga posisinya jelas bukan perangkat murah. Namun, bagi pengendara yang sering keluar kota dan membutuhkan sistem navigasi yang stabil, terang, dan kaya fitur, nilai yang ditawarkan masih dinilai sepadan dengan biayanya.
