Polytron menargetkan penambahan dua dealer mobil listrik baru pada 2026, masing-masing di Denpasar, Bali, dan Medan, Sumatera Utara. Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, total jaringan dealer mobil listrik Polytron akan bertambah menjadi 10 titik dari delapan dealer yang sudah beroperasi hingga April 2026.
Langkah ekspansi ini menegaskan strategi Polytron yang lebih berhati-hati dibanding sebagian pemain lain di pasar kendaraan listrik. Perusahaan memilih memperkuat operasional dan layanan di wilayah yang sudah terbangun lebih dulu, terutama di Jawa dan Bali, sebelum membuka jaringan secara lebih agresif ke daerah lain.
Ekspansi dilakukan bertahap
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menekankan bahwa perusahaan tidak ingin terburu-buru memperluas jaringan tanpa memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Ia menyebut target penambahan dua dealer pada tahun ini sebagai langkah yang terukur di tengah kompetisi pasar mobil listrik yang semakin ketat.
“Kita tahun lalu udah ada delapan, kita tahun ini target tambah paling dua, satu di Denpasar dan satu di Medan harapan kami, jadi total sepuluh,” kata Tekno di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pernyataan ini menunjukkan bahwa Polytron masih memprioritaskan kestabilan bisnis dan kesiapan operasional ketimbang ekspansi besar-besaran.
Fokus wilayah dan pertimbangan bisnis
Polytron saat ini masih memusatkan layanan di Jawa dan Bali, sementara Medan dipandang sebagai pintu penting untuk memperluas jangkauan ke Sumatera Utara. Strategi ini dinilai masuk akal karena perusahaan ingin memastikan setiap titik penjualan dan layanan purna jual bisa berjalan optimal sejak awal.
Dalam industri kendaraan listrik, kualitas jaringan distribusi sering kali menjadi faktor penentu keputusan pembelian konsumen. Calon pembeli tak hanya melihat produk, tetapi juga mempertimbangkan akses servis, ketersediaan suku cadang, dan kemudahan konsultasi sebelum memutuskan membeli mobil listrik.
Alasan Polytron tidak terlalu agresif
Perusahaan menilai pola ekspansi selektif lebih aman untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Sikap ini berbeda dari sejumlah merek otomotif asal China yang dalam beberapa waktu terakhir masuk ke pasar Indonesia dengan pembukaan jaringan ritel yang lebih cepat dan lebih luas.
Polytron tampaknya ingin menghindari risiko operasional akibat ekspansi yang terlalu cepat, seperti biaya jaringan yang membengkak atau layanan yang tidak merata. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi perusahaan untuk mengukur respons pasar di setiap wilayah sebelum menambah titik baru.
Rencana jaringan dealer Polytron 2026
Berikut gambaran sederhana target jaringan dealer Polytron pada 2026:
- Dealer yang sudah beroperasi hingga April 2026: 8 titik
- Target tambahan dealer baru: 2 titik
- Lokasi rencana pembukaan: Denpasar dan Medan
- Total target jaringan dealer: 10 titik
Tabel singkatnya sebagai berikut:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Dealer aktif saat ini | 8 |
| Target dealer baru 2026 | 2 |
| Total target akhir 2026 | 10 |
Dorong kepercayaan lewat produk dan ajang resmi
Selain memperkuat jaringan penjualan, Polytron juga membawa mobil listrik G3 menjadi official car di Indonesia Open 2026. Kehadiran produk tersebut di ajang olahraga internasional memberi ruang promosi tambahan bagi Polytron untuk memperkuat citra merek lokal di hadapan publik yang lebih luas.
Penempatan G3 sebagai kendaraan resmi juga penting dari sisi persepsi pasar. Di tengah persaingan mobil listrik yang kian padat, eksposur di event besar dapat membantu Polytron menunjukkan kesiapan produk, layanan, dan posisi bisnisnya sebagai pemain automobil listrik yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.
