Bridgestone Indonesia Pecah Rekor PROPER Emas, Satu-Satunya Produsen Ban di 2026

Bridgestone Indonesia mencatat tonggak penting setelah fasilitas Karawang Plant meraih PROPER peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, sementara Bekasi Plant memperoleh PROPER Hijau. Pencapaian ini menempatkan Bridgestone sebagai produsen ban pertama di Indonesia yang meraih PROPER Emas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pelaku industri yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari operasi inti.

Penghargaan tersebut juga hadir pada momentum spesial bagi perusahaan, karena bertepatan dengan 50 tahun kehadiran Bridgestone di Indonesia. Di tengah meningkatnya tuntutan industri untuk efisiensi, pengendalian emisi, dan tanggung jawab sosial, capaian ini memberi sinyal bahwa praktik keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja manufaktur yang kompetitif.

Tonggak baru untuk industri ban

PROPER Emas menjadi salah satu indikator tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan perusahaan di Indonesia. Status ini tidak hanya menilai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyoroti kemampuan perusahaan melampaui standar minimum atau beyond compliance.

Dalam konteks itu, Bridgestone Indonesia menempati posisi yang berbeda dari banyak pelaku industri lainnya. Dengan Karawang Plant meraih Emas dan Bekasi Plant mempertahankan Hijau, perusahaan menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari strategi operasional jangka panjang.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi momen istimewa bagi perusahaan. Ia menilai raihan itu mendorong Bridgestone untuk terus memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan di seluruh lini operasi.

Apa yang dinilai dalam PROPER

Kementerian Lingkungan Hidup menilai kinerja perusahaan dari berbagai aspek yang berkaitan dengan dampak lingkungan dan kontribusi sosial. Untuk Bridgestone, penilaian tersebut mencerminkan pengelolaan limbah produksi, pengurangan polusi, efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta konservasi sumber daya.

Di tingkat nasional, PROPER juga menunjukkan skala persaingan yang ketat. Pada periode 2024–2025, sebanyak 5.476 perusahaan mengikuti program ini, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER kini menjadi motor transformasi industri. Program ini mendorong perusahaan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga berinovasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Inovasi operasional di Karawang

Keberhasilan Karawang Plant tidak lepas dari penerapan teknologi untuk efisiensi energi. Salah satu inovasi yang dijalankan adalah Centralized Maintenance Energy Monitoring System atau CMEMS berbasis SCADA IoT.

Sistem tersebut membantu perusahaan menekan konsumsi energi dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun. Selain itu, emisi gas rumah kaca turun hingga 475,92 ton CO2e per tahun tanpa memindahkan dampak ke proses lain.

Langkah ini menarik karena menunjukkan bahwa efisiensi energi tidak harus mengorbankan kualitas proses produksi. Pendekatan seperti ini juga penting bagi industri manufaktur yang menghadapi tekanan untuk menurunkan jejak karbon sekaligus menjaga produktivitas.

Program sosial dan konservasi di Sanggabuana

Selain fokus pada operasi pabrik, Bridgestone juga mengembangkan program sosial berbasis konservasi melalui RISE, singkatan dari Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment. Program ini berfokus pada perlindungan Hutan Sanggabuana di Jawa Barat dan pembuatan koridor pakan bagi Owa Jawa.

Untuk mendukung pemantauan lapangan, program tersebut menggunakan teknologi biotagging dan Avenza Map. Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan pohon dipantau secara lebih cepat dan terukur, sehingga konservasi berjalan berbasis data.

Berikut sejumlah capaian sosial dari program RISE:

  1. Memberi manfaat bagi 1.159 orang di sekitar wilayah program.
  2. Melibatkan mantan pemburu sebagai penjaga hutan.
  3. Mendorong transaksi ekonomi hingga Rp58 juta dari hasil hutan non-kayu di Desa Cinta Laksana.

Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa program lingkungan yang dirancang dengan baik bisa memberi nilai ganda. Di satu sisi, ekosistem terbantu; di sisi lain, masyarakat sekitar memperoleh ruang ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Edukasi keselamatan di Bekasi

Di luar konservasi, Bridgestone juga menjalankan program sosial di bidang keselamatan jalan. Salah satunya adalah Road Safety School Program atau RSSP 2024 yang digelar di SMPN 2 Bekasi.

Program itu memberi edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar agar kesadaran berlalu lintas bisa tumbuh sejak dini. Langkah semacam ini penting karena keselamatan jalan tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kendaraan, tetapi juga pada perilaku pengguna jalan.

Kombinasi antara inovasi lingkungan, efisiensi energi, konservasi, dan edukasi publik membuat pencapaian Bridgestone Indonesia dalam PROPER mendapat perhatian lebih luas. Di tengah ketatnya penilaian industri, status Emas untuk Karawang Plant dan Hijau untuk Bekasi Plant menjadi bukti bahwa transformasi keberlanjutan bisa dijalankan secara konkret di sektor manufaktur ban.

Source: www.oto.com

Berita Terkait

Back to top button