WeRide dan Grab resmi memulai layanan publik kendaraan otonom Ai.R di Punggol, Singapura, sehingga warga kini dapat mencoba layanan angkutan penumpang tanpa pengemudi pada kawasan permukiman untuk pertama kalinya di negara itu. Layanan ini menjadi tonggak baru mobilitas perkotaan karena menghadirkan kendaraan listrik otonom sebagai bagian dari transportasi harian, bukan lagi sekadar uji coba tertutup.
Peluncuran tersebut datang setelah fase keterlibatan masyarakat yang intensif. Sejak Januari, lebih dari 1.000 penumpang termasuk warga Punggol dan pemimpin komunitas telah menjajal layanan ini, sementara armada Ai.R telah menempuh 30.000 km perjalanan otonom secara aman.
Layanan otonom pertama di kawasan permukiman
Langkah ini menempatkan Punggol sebagai lokasi awal implementasi layanan angkutan otonom publik di lingkungan hunian. WeRide, perusahaan teknologi berkendara otonom yang tercatat di Nasdaq dan HKEX, menyatakan peluncuran ini menunjukkan kesiapan teknologinya untuk masuk ke layanan publik yang lebih luas.
Grab, yang berstatus sebagai superapp besar di Asia Tenggara dan juga tercatat di Nasdaq, menempatkan proyek ini sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih mulus dan berkelanjutan. Kedua perusahaan menegaskan bahwa model ini dirancang untuk melayani kebutuhan mobilitas warga sekaligus memberi ruang bagi teknologi baru untuk diterima secara bertahap oleh komunitas.
Dalam pernyataan resminya, Dr. Kerry Xu selaku General Manager Singapore di WeRide mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kesiapan teknologi dan komitmen bersama untuk memajukan masa depan mobilitas perkotaan. Ia juga menyoroti bahwa kendaraan GXR milik WeRide sudah beroperasi sebagai taksi di China, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Bagaimana layanan Ai.R dijalankan
Operasional publik Ai.R tidak dibuka secara penuh tanpa pengawasan. Pada tahap awal, peserta layanan tetap akan didampingi Safety Operator di dalam kendaraan untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan nyaman.
Berikut informasi utama layanan yang sudah diumumkan:
- Area layanan: Punggol, Singapura.
- Pemesanan: Melalui tautan reservasi khusus di situs rideair.ai.
- Waktu operasional: Hari kerja, pukul 9.30 hingga 17.30.
- Rute: Dua rute shuttle AV penuh dan satu rute singkat “Mini Route” berdurasi 20 menit.
- Biaya: Gratis hingga layanan komersial dimulai pada pertengahan 2026.
Fase gratis ini dipakai untuk mengumpulkan masukan penumpang dan memahami pola penggunaan layanan. Data tersebut akan dipakai untuk menyempurnakan standar operasional serta skema harga diskon pada tahap komersial nanti.
Pelatihan tenaga kerja ikut disiapkan
Grab dan WeRide juga menempatkan transformasi tenaga kerja sebagai bagian penting dari proyek ini. Perusahaan menyebut bahwa sejumlah mitra pengemudi Grab telah dilatih ulang agar bisa mengisi peran baru di ekosistem kendaraan otonom.
Hingga kini, 14 mitra pengemudi Grab telah lulus pelatihan khusus bersama WeRide dan GrabAcademy untuk menjadi Safety Operator bersertifikat. Selain itu, kelompok lain masih menjalani pelatihan dan asesmen, termasuk program untuk menjadi Remote Operator yang memantau armada dari Ai.R Operations Command Centre.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa implementasi kendaraan otonom tidak hanya soal kendaraan dan perangkat lunak. Proyek tersebut juga menyentuh penyiapan sumber daya manusia agar peralihan ke transportasi otonom tidak memutus peran pekerja yang selama ini menjadi bagian dari layanan mobilitas.
Alasan Punggol dipilih sebagai tahap awal
Punggol dipilih karena kawasan ini memiliki karakter permukiman yang cocok untuk pengujian layanan mobilitas jarak pendek dan konektivitas menuju titik transportasi utama. Dengan rute yang dirancang bersama komunitas, layanan Ai.R diarahkan untuk menghubungkan warga dengan fasilitas penting dan simpul transportasi di sekitarnya.
Model ini relevan bagi Singapura yang terus mencari cara memperkuat efisiensi transportasi publik. Jika layanan otonom mampu beroperasi stabil, aman, dan diterima warga, maka teknologi serupa dapat membuka peluang baru bagi jaringan transportasi perkotaan di wilayah lain.
Pengamat industri transportasi kerap menilai bahwa adopsi kendaraan otonom di kawasan residensial memiliki tantangan lebih besar dibanding lokasi tertutup, karena berhadapan langsung dengan dinamika lalu lintas harian, pejalan kaki, dan rutinitas warga. Karena itu, keberhasilan operasi awal di Punggol dapat menjadi penentu penting bagi perluasan layanan serupa di masa mendatang.
Kerja sama WeRide dan Grab kini memasuki fase yang lebih nyata, karena publik sudah dapat mencoba langsung kendaraan otonom dalam layanan reguler terbatas. Dengan armada yang sudah mengumpulkan 30.000 km perjalanan otonom dan program pelatihan operator yang terus berjalan, Punggol menjadi laboratorium hidup bagi masa depan transportasi publik Singapura.







