
Stellantis kembali mendorong kreativitas publik lewat ajang desain yang bertajuk “Design the Future of Fast”. Program ini hadir melalui kontes Drive for Design yang dibuka untuk siswa sekolah menengah atas di Amerika Serikat, sekaligus menegaskan bahwa desain tetap menjadi salah satu kekuatan utama di balik identitas merek-merek Stellantis.
Perusahaan juga menambahkan Drive for Design Junior agar anak-anak usia sekolah dasar hingga SMP bisa ikut berpartisipasi. Langkah ini menunjukkan bahwa Stellantis tidak hanya mencari ide segar untuk masa depan kendaraan cepat dan bertenaga, tetapi juga ingin menumbuhkan minat otomotif sejak dini.
Ajang untuk Menangkap Ide Generasi Baru
Stellantis menempatkan kontes ini sebagai ruang bagi peserta untuk membayangkan seperti apa mobil performa, truk, dan SUV masa depan. Menurut perusahaan, tim desain North America mereka memang dikenal aktif melahirkan ide-ide baru, tetapi mereka ingin memperluas sumber inspirasi dengan melibatkan peserta dari luar internal perusahaan.
Kepala desain Stellantis, Ralph Gilles, selama ini dikenal sebagai sosok penting dalam pengembangan bahasa desain merek-merek di bawah naungan perusahaan. Penguatan sisi emosional dan gaya visual memang sudah lama menjadi pembeda Stellantis, dari Dodge, Ram, hingga lini performa yang dekat dengan komunitas penggemar otomotif.
Tema “Design the Future of Fast”
Tema utama tahun ini mendorong peserta untuk merancang kendaraan yang terasa cepat bahkan saat diam. Stellantis memberi kebebasan penuh kepada para peserta agar imajinasi mereka berkembang tanpa batas, selama gagasan itu tetap menangkap semangat performa dan karakter agresif yang identik dengan nama-nama seperti SRT.
Mark Trostle memimpin kontes ini sebagai Vice President of Ram Truck, Mopar, dan SRT exterior design. Trostle juga memiliki hubungan personal dengan kompetisi ini karena pernah menjadi pemenang Drive for Design saat masih duduk di bangku sekolah menengah pada akhir 1980-an.
Dalam komentarnya, Trostle menekankan bahwa mendesain kendaraan SRT berarti berani berpikir tanpa rasa takut. Ia menyebut desain performa harus mampu memunculkan ide yang terlihat cepat, bertenaga, dan menarik meski kendaraan itu belum bergerak sama sekali.
Kategori Peserta dan Peluang Menang
Stellantis membagi kontes ini ke dalam dua jalur partisipasi, yaitu Drive for Design untuk siswa SMA dan Drive for Design Junior untuk peserta yang lebih muda. Pada program junior, perusahaan membuka kesempatan bagi anak-anak dari tingkat taman kanak-kanak hingga kelas 9.
Berikut pembagian yang diumumkan Stellantis:
- Drive for Design: siswa kelas 10–12 di Amerika Serikat.
- Drive for Design Junior: peserta K–3, kelas 4–6, dan kelas 7–9.
- Setiap kelompok usia di Drive for Design Junior akan memilih satu pemenang.
- Drive for Design utama akan memilih satu juara utama dan dua finalis tambahan.
Format ini membuat kompetisi terasa lebih inklusif karena peserta muda tidak hanya diajak menggambar, tetapi juga berlatih memahami proporsi, karakter kendaraan, dan bahasa desain otomotif.
Batas Waktu dan Akses Pendaftaran
Stellantis menetapkan batas pengiriman karya pada 23 April 2026 pukul 12.00 EDT. Informasi lengkap dan pengumpulan karya dilakukan melalui situs StellantisDriveForDesign.com, yang menjadi pusat pendaftaran resmi untuk dua program tersebut.
Dengan waktu pendaftaran yang masih terbuka cukup panjang, peserta memiliki ruang untuk mengembangkan sketsa, memperbaiki konsep, dan menyesuaikan desain dengan tema yang diminta. Kontes seperti ini juga sering menjadi pintu masuk bagi talenta muda yang ingin meniti karier di dunia otomotif, terutama di bidang desain eksterior dan kendaraan performa.
Mengapa Kontes Ini Penting bagi Stellantis
Ajang desain ini bukan sekadar lomba gambar. Stellantis memanfaatkan kontes untuk membaca arah selera generasi muda, yang kelak bisa memengaruhi tampilan kendaraan masa depan di jalan raya.
Di saat industri otomotif bergerak menuju elektrifikasi dan teknologi canggih, pendekatan emosional lewat desain tetap menjadi unsur penting. Stellantis tampak ingin menunjukkan bahwa masa depan kendaraan cepat tidak hanya soal tenaga dan kecepatan, tetapi juga soal identitas visual yang kuat, karakter yang berani, serta kemampuan membangkitkan hasrat berkendara sejak pandangan pertama.









