PT Hyundai Motors Indonesia memperluas layanan purnajual dengan menghadirkan Hyundai Premium Courtesy Car Program. Program ini memberi mobil pengganti bagi pelanggan saat kendaraan mereka menjalani servis di bengkel resmi, sehingga mobilitas tetap terjaga meski unit utama harus menginap.
Layanan ini menjadi bagian dari ekosistem myHyundaiCare yang ditujukan untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman dan tanpa gangguan. Hyundai juga menempatkan program ini sebagai langkah untuk memperkuat kualitas aftersales di Indonesia, sejalan dengan standar layanan global perusahaan.
Mobil pengganti untuk servis yang memakan waktu lama
Program mobil pengganti ini dirancang untuk kondisi servis yang membutuhkan waktu lebih panjang dari biasanya. Hyundai menyebut layanan berlaku untuk general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1×24 jam, serta body & paint repair yang memerlukan waktu lebih dari 14×24 jam.
Fasilitas ini dapat diakses oleh seluruh pelanggan Hyundai di jaringan bengkel resmi di Indonesia. Tidak ada batasan tahun kendaraan maupun jarak tempuh, sehingga cakupan program ini relatif luas bagi pemilik mobil Hyundai.
Kenny Lee, President Director Hyundai Motors Indonesia, menegaskan bahwa program ini dibuat agar pelanggan tetap tenang saat kendaraannya diperbaiki. “Melalui Hyundai Premium Courtesy Car Program dimana kami mempersiapkan lebih dari 250 unit kendaraan di jaringan dealer terpilih, kami memastikan pelanggan dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar, bahkan saat kendaraan mereka membutuhkan waktu servis yang lebih lama,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Daftar ketentuan utama layanan
- Berlaku di jaringan bengkel resmi Hyundai di Indonesia.
- Tidak ada batasan tahun kendaraan dan jarak tempuh.
- Berlaku untuk general repair di atas 1×24 jam.
- Berlaku untuk body & paint repair di atas 14×24 jam.
- Durasi pinjam maksimal 17 hari.
- Perpanjangan bisa dilakukan dengan persetujuan dealer.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Hyundai menyiapkan skema layanan yang cukup fleksibel bagi pelanggan. Namun, ketersediaan unit tetap bergantung pada masing-masing dealer dan kondisi operasional di lapangan.
IONIQ 5 jadi salah satu mobil pengganti
Hyundai menyediakan beberapa model sebagai kendaraan pengganti, termasuk IONIQ 5, CRETA, STARGAZER, dan model lain sesuai ketersediaan dealer. Untuk unit pengganti, pelanggan pengguna mobil ICE juga berkesempatan memakai IONIQ 5 jika unit tersedia.
Langkah ini menarik karena tidak hanya menjaga kenyamanan, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak pelanggan untuk mencoba mobil listrik Hyundai. Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, menyebut layanan ini memberi manfaat praktis sekaligus pengalaman baru bagi pelanggan yang selama ini menggunakan kendaraan konvensional.
Hyundai memposisikan program ini sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dalam praktiknya, mobil pengganti membantu pemilik kendaraan tetap bisa beraktivitas tanpa harus menunggu perbaikan selesai dengan kendala transportasi harian.
Fokus pada kenyamanan pelanggan
Program ini juga menegaskan bahwa persaingan merek otomotif tidak hanya terjadi di ruang pamer, tetapi juga pada layanan setelah pembelian. Banyak konsumen kini menilai kualitas layanan purnajual sebagai faktor penting saat memilih merek kendaraan.
Hyundai tampaknya membaca kebutuhan itu dengan menyiapkan fasilitas yang mengurangi dampak servis panjang terhadap rutinitas harian pelanggan. Pelanggan tetap bisa bekerja, mengantar keluarga, atau menjalankan agenda lain tanpa harus menghentikan mobilitas karena mobil utama sedang diperbaiki.
Jaringan dealer jadi kunci pelaksanaan
Hyundai menyebut program ini didukung oleh jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia dan akan diperluas secara bertahap. Artinya, efektivitas layanan sangat bergantung pada kesiapan dealer menyediakan unit pengganti dan menjalankan mekanisme peminjaman secara tertib.
Bagi pelanggan, penting untuk memastikan status perbaikan sejak awal dan menanyakan ketersediaan mobil pengganti kepada dealer resmi. Dengan begitu, proses servis bisa berjalan lebih terencana, terutama saat estimasi pengerjaan melebihi waktu normal dan kendaraan harus tinggal lebih lama di bengkel.






