Di Balik Tampang Garang Emmo BGN, Jejak Kembaran Chinanya Terlalu Mirip untuk Diabaikan

Sorotan terhadap motor listrik operasional Badan Gizi Nasional atau BGN terus meluas setelah beredar foto armada berlogo lembaga tersebut di berbagai daerah. Perhatian publik bukan hanya tertuju pada nilai pengadaan yang disebut mencapai skala sangat besar, tetapi juga pada identitas teknis salah satu model yang dipakai.

Dari dua model yang terlihat, varian Emmo JVX GT paling banyak memancing diskusi. Motor listrik bergaya trail itu dinilai memiliki kemiripan sangat kuat dengan Esum S/X Pro, sebuah model yang dipasarkan pabrikan asal China melalui laman resmi Kollter.

Emmo JVX GT jadi pusat perhatian

Dalam pengamatan visual, kemiripan keduanya tampak pada proporsi bodi, bentuk shroud, garis fascia, serta area kaki-kaki. Tampilan jangkung dengan nuansa dual-purpose membuat Emmo JVX GT terlihat bukan sekadar motor listrik komuter biasa.

Artikel referensi Suara.com menyebut Emmo JVX GT menjadi salah satu model yang dipinang untuk mendukung operasional program MBG. Model lainnya adalah skuter matik Emmo JVH Max, namun justru varian trail ini yang memunculkan pertanyaan soal kemungkinan produk rebadge.

Istilah rebadge lazim dipakai di industri otomotif saat satu produk dijual dengan merek berbeda tanpa perubahan besar pada basis kendaraan. Praktik ini bukan hal baru, baik pada mobil maupun sepeda motor, terutama untuk mempercepat distribusi, menekan biaya riset, atau menyesuaikan strategi pasar.

Kemiripan desain dan platform

Jika mengacu pada katalog Esum S/X Pro, wujudnya memang sangat dekat dengan Emmo JVX GT. Kesamaan itu terlihat pada siluet samping, penggunaan aksesen bodi khas motor trail listrik, hingga desain rangkaian lampu dan spakbor depan.

Namun, kemiripan tampilan belum otomatis membuktikan keduanya identik sepenuhnya. Dalam industri kendaraan listrik, satu platform dasar bisa dipakai beberapa merek dengan penyesuaian kecil pada spesifikasi, fitur, atau komponen lokal.

Secara umum, model seperti ini kerap hadir melalui skema OEM atau ODM dari pabrikan China. Merek lokal lalu melakukan penyesuaian logo, perangkat pendukung, spesifikasi akhir, dan kadang layanan purna jual agar sesuai kebutuhan pasar domestik.

Adu spesifikasi di atas kertas

Pada sektor penggerak, Esum S/X Pro tercatat memakai motor listrik dengan rated power 5 kW dan peak power 8 kW. Torsi yang dicantumkan mencapai 30 Nm, dengan kecepatan maksimum hingga 96 km per jam.

Sementara itu, Emmo JVX GT disebut memakai dinamo BLDC dengan smart gear box. Tenaga rata-ratanya 3.800 watt atau 3,8 kW, sedangkan tenaga puncaknya mencapai 7.000 watt atau 7 kW.

Di atas kertas, Esum unggul tipis dalam angka performa puncak. Emmo JVX GT tetap membawa performa yang cukup kompetitif, dengan klaim kecepatan maksimum 80 km per jam dan jarak tempuh 70 km.

Baterai jadi titik kemiripan paling kuat

Aspek yang paling menarik justru muncul pada baterai. Esum S/X Pro menggunakan baterai 72V 31,5Ah, sedangkan Emmo JVX GT tercatat memakai 72V 31Ah.

Perbedaan angka itu sangat tipis sehingga memunculkan dugaan bahwa keduanya berangkat dari basis teknis yang serupa. Keduanya juga sama-sama mendukung konfigurasi dua baterai yang dapat dilepas-pasang.

Emmo menambahkan klaim fast charging yang disebut mampu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam satu jam. Klaim ini menjadi pembeda penting di atas kertas, meski efektivitasnya tetap perlu dibuktikan dalam penggunaan harian dan pengujian independen.

Kaki-kaki dan dimensi juga berdekatan

Pada sektor kaki-kaki, Esum S/X Pro memakai pelek 21 inci di depan dan 18 inci di belakang. Emmo JVX GT menggunakan ukuran yang sedikit lebih kecil, yakni 19 inci di depan dan 18 inci di belakang, dengan ban dual-purpose.

Keduanya sudah memakai rem cakram hidrolik di depan dan belakang. Konfigurasi ini sesuai dengan karakter motor trail ringan yang ditujukan untuk jalan campuran, termasuk area dengan kondisi permukaan tidak sepenuhnya mulus.

Emmo JVX GT memiliki ground clearance 320 mm dan bobot kosong 110 kg. Sebagai pembanding, bobot Esum S/X Pro berada di kisaran 122 kg saat dua baterai terpasang.

Apakah benar produk rebadge?

Sampai saat ini, kemiripan desain dan spesifikasi belum cukup untuk menyatakan secara pasti bahwa Emmo JVX GT adalah rebadge penuh dari Esum S/X Pro. Dibutuhkan klarifikasi resmi dari produsen, dokumen homologasi, asal komponen, serta data manufaktur untuk memastikan hubungan kedua model itu.

Meski begitu, pertanyaan publik tetap masuk akal karena pola semacam ini memang sering terjadi di industri EV global. Banyak merek memakai platform yang sama, lalu membedakannya lewat branding, kalibrasi tenaga, fitur pengisian daya, dan jaringan layanan.

Dalam konteks pengadaan BGN untuk operasional MBG, transparansi spesifikasi dan asal-usul produk menjadi hal penting. Apalagi kendaraan ini akan dipakai secara massal di banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, sehingga publik wajar ingin mengetahui apakah Emmo JVX GT merupakan pengembangan tersendiri, model hasil kerja sama manufaktur, atau produk dengan basis yang sama seperti kembarannya di China.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button