Bagi pengemudi ojol, motor matic yang hemat bensin bisa langsung memengaruhi biaya operasional harian. Semakin irit konsumsi BBM, semakin besar peluang menjaga margin dari setiap perjalanan yang diambil.
Pilihan motor irit untuk kerja seharian juga tidak hanya terpaku pada Honda BeAT. Ada beberapa skutik lain dari Honda, Yamaha, dan Suzuki yang menawarkan efisiensi bahan bakar, bobot ringan, sampai fitur praktis untuk mobilitas padat di jalan kota.
Pilihan motor matic irit untuk ojol
- Honda BeAT Series
Honda BeAT masih jadi salah satu patokan di kelas motor matic hemat bensin. Skutik ini memakai mesin 110 cc eSP dengan teknologi injeksi PGM-FI yang dalam kondisi ideal disebut bisa menembus lebih dari 60 km/liter.
Bobotnya ringan sehingga mudah diajak bermanuver di kemacetan. Tangki 4,2 liter juga cukup membantu agar pengisian ulang tidak terlalu sering saat dipakai bekerja harian.
Harga baru Honda BeAT berada di kisaran Rp18–19 jutaan. Untuk unit bekas, pasarannya mulai Rp10 jutaan tergantung kondisi dan tahun produksi.
- Honda Vario 125
Bagi yang membutuhkan tenaga lebih besar, Honda Vario 125 masuk daftar yang layak dipertimbangkan. Mesin 125 cc eSP memberi respons yang lebih kuat dibanding kelas 110 cc, tetapi konsumsi BBM-nya masih berada di kisaran 50–55 km/liter.
Fitur Idling Stop System menjadi nilai tambah karena membantu menekan pemakaian bahan bakar saat motor berhenti. Harga baru Vario 125 disebut berada di rentang Rp23–25 jutaan, sedangkan bekasnya mulai Rp14 jutaan.
- Honda Scoopy
Honda Scoopy memang dikenal lewat desainnya yang khas, tetapi efisiensinya juga patut diperhitungkan. Motor ini memakai mesin 110 cc eSP yang serupa dengan BeAT, dengan konsumsi rata-rata di atas 55 km/liter.
Posisi duduknya dinilai nyaman untuk perjalanan lebih jauh. Di pasaran, harga baru Scoopy berkisar Rp21–22 jutaan dan versi bekasnya mulai Rp13 jutaan.
Alternatif selain Honda
- Yamaha Gear 125
Yamaha Gear 125 membawa konsep skutik fungsional untuk kebutuhan harian. Mesin 125 cc Blue Core yang dipakai cukup efisien, dengan konsumsi bahan bakar sekitar 50 km/liter.
Motor ini juga punya nilai praktis lewat pijakan kaki anak dan gantungan barang ganda. Harga barunya berada di kisaran Rp19–20 jutaan, sementara unit bekas bisa ditemukan mulai Rp12 jutaan.
- Yamaha FreeGo 125
Yamaha FreeGo 125 cocok untuk pengemudi yang membutuhkan bagasi lebih besar. Ruang penyimpanannya yang luas bisa membantu saat membawa barang tambahan selama bekerja.
Mesin 125 cc Blue Core pada motor ini mencatat konsumsi sekitar 45–50 km/liter. Fitur Smart Motor Generator juga membuat suara starter lebih halus, dengan harga baru sekitar Rp22–24 jutaan dan bekas mulai Rp13 jutaan.
- Suzuki NEX II
Suzuki NEX II sering tidak terlalu menonjol dalam daftar motor populer, tetapi efisiensinya cukup kompetitif. Mesin 115 cc dengan teknologi injeksi membuat konsumsi BBM-nya berada di kisaran 50–55 km/liter.
Bobotnya yang ringan memudahkan pengendalian di gang sempit atau jalur padat. Harga barunya ada di kisaran Rp18 jutaan, sedangkan unit bekas biasanya mulai Rp9–10 jutaan.
Opsi ringan dengan konsumsi irit
- Honda Genio
Honda Genio menawarkan kombinasi desain modern dan efisiensi bahan bakar untuk pemakaian intens. Mesin 110 cc eSP generasi terbaru membuat konsumsi rata-ratanya berada di atas 55 km/liter.
Motor ini juga memakai rangka eSAF yang membuat bobot terasa lebih ringan dan handling lebih nyaman. Harga baru Genio ada di kisaran Rp19–20 jutaan, sementara unit bekasnya mulai Rp11 jutaan.
Dari daftar tersebut, Honda BeAT memang masih menonjol soal efisiensi, tetapi bukan satu-satunya pilihan untuk narik ojol seharian. Skutik seperti Vario 125, Scoopy, Gear 125, NEX II, Genio, dan FreeGo 125 menawarkan kombinasi yang berbeda antara irit bensin, tenaga, kenyamanan, serta kepraktisan sesuai kebutuhan kerja di lapangan.
