PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperkuat investasinya di Indonesia dengan nilai mencapai USD112,5 juta. Jika dikonversi dengan kurs 1 USD = Rp17.140,00 per 18 April 2026, investasi itu setara sekitar Rp1,92 triliun.
Penguatan investasi ini diarahkan untuk menopang kapasitas produksi kendaraan Hino hingga 75.000 unit per tahun. Langkah tersebut juga diproyeksikan menyerap sekitar 1.547 tenaga kerja dan mendorong Indonesia menjadi basis ekspor global untuk kendaraan niaga.
Dorong industri kendaraan niaga nasional
HMSI menilai industri kendaraan niaga nasional terus menunjukkan penguatan. Karena itu, perusahaan melanjutkan ekspansi produksi dan memperbesar kontribusi lokal agar operasional di Indonesia makin kompetitif.
Pemerintah ikut mendorong arah tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Hal itu dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dengan jajaran manajemen Hino, termasuk Satyakam Arya selaku President & CEO Hino Motors Ltd Jepang, Shingo Sakai selaku Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia, dan Hiroshi Terawaki selaku Presiden Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia.
Pertemuan itu membahas pengembangan industri kendaraan niaga, penguatan basis manufaktur, serta peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor global. Posisi Indonesia dinilai semakin penting karena didukung fasilitas produksi dan rantai pasok lokal yang terus dibangun.
Indonesia disiapkan jadi hub ekspor
Hino tidak hanya menargetkan pasar domestik, tetapi juga melihat Indonesia sebagai hub ekspor kendaraan komersial. Perusahaan menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk melayani pasar regional hingga global dengan dukungan produksi lokal yang semakin kuat.
Strategi itu sejalan dengan penguatan kapasitas manufaktur di dalam negeri. Dengan investasi baru, Hino memperluas ruang produksi sekaligus menempatkan Indonesia dalam peta rantai pasok internasional untuk kendaraan niaga.
Kandungan lokal terus dinaikkan
Hino juga terus menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN pada produk-produknya yang dibuat di Indonesia. Saat ini, TKDN kendaraan Hino produksi Indonesia berada di kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen.
Ada enam model yang bahkan sudah mencatat TKDN hingga 71,85 persen, termasuk Hino 300 Series. Peningkatan ini dinilai memperkuat industri komponen dalam negeri dan memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Bukan hanya produksi, tapi juga SDM dan layanan
Kontribusi Hino tidak berhenti pada lini produksi. Perusahaan juga terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program vokasi, penyediaan laboratorium, dan kerja sama dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja industri otomotif.
Di sisi lain, Hino memperkuat layanan purna jual agar kegiatan bisnis pelanggan tetap berjalan optimal. Shingo Sakai menyampaikan bahwa jaringan layanan yang luas, ketersediaan suku cadang, perawatan berkala, dan dukungan teknis profesional menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pelanggan di berbagai sektor industri.
Penguatan investasi, peningkatan TKDN, dan dukungan layanan purna jual menunjukkan bahwa Hino menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai basis produksi yang lebih strategis untuk mendukung ekspor kendaraan komersial ke berbagai negara.
